"Pinisi" Coffee


Kota Cirebon saat ini telah - dan masih sedang - mengalami perkembangan pesat. Dan salah satu simbol baru di kota Cirebon yang menunjukan kemajuan kota Cirebon adalah CSB Mall yang telah berdiri megah di tengah kota Cirebon yang kecil ini. Dan di CSB Mall tentu kita bisa menemukan berbagai fasilitas umum, daripada mulai pusat perbelanjaan, sampai tempat makan.

Di CSB Mall, terdapat banyak sekali pilihan bagi para pengunjung Mall untuk makan. Selain itu, para pengunjung Mall juga memiliki kebutuhan akan tempat nongkrong yang menyajikan menu-menu ringan untuk dinikmati sambil menunggu waktu kegiatan masing-masing pengunjung. Menu-menu ringan seperti minuman kopi dan makanan ringan merupakan teman yang pas untuk menemani menghabiskan sedikit atau banyak waktu.

Pinisi Coffee adalah tempat ngopi yang cocok sekali bagi para pengunjung yang ingin nongkrong sambil menunggu waktu nonton atau menunggu teman. Pinisi Coffee menawarkan beberapa pilihan menu yang semuanya cocok dijadikan teman menunggu. Diantara menu-menu yang ada di Pinisi Coffee adalah french fries, pisang goreng/bakar dengan inovasi yang menarik, spaghetti, sandwich dan beberapa pilihan minuman kopi panas atau dingin.



Kesemua menu yang ada di Pinisi Coffee pun dihidangkan menarik dan modern sehingga betul-betul cocok sebagai teman menunggu yang melengkapi kegiatan menunggu para pengunjung. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan beberapa menu, yaitu Potato Bulukumba, Pisang Goreng Pasir, Hazelnut Iced Coffee, dan Marquisa Ainun Ice.

Potato Bulukumba adalah potato rebus yang kemudian dibaked, disajikan dengan sedikit mayo  dan keju, serta sayuran dan saos sebagai pelengkapnya. Walaupun sederhana, namun disajikan menarik, dan yang pasti, cukup mengenyangkan. Sedangkan Pisang Goreng Pasir adalah pisang goreng yang digoreng dengan adonan tepung roti, dilengkapi dengan saus coklat dan keju parut. Dua hidangan dari Pinisi Coffee ini memang sederhana namun cukup satisfying untuk para pengunjung.

Pisang Goreng Pasir ala Pinisi Coffee


Potato Bulukumba ala Pinisi Coffee


Hazelnut Iced Coffee ala Pinisi Coffee


Marquisa Ainun Ice ala Pinisi Coffee

Hazelnut Iced Coffee dan Marquisa Ainun Ice merupakan minuman menyegarkan ala Pinisi Coffee yang pas sekali dinikmati di cuaca Cirebon yang panas. Cocok juga untuk menemani hidangan ringan dari Pinisi Coffee. Menurut penulis Cirebon Kuliner, kehadiran Pinisi Coffee memang sangat membantu pengungjung CSB Mall yang ingin mencari tempat nongkrong  untuk menunggu sambil menikmati hidangan-hidangan ringan menyegarkan. Silahkan datang dan kunjungi Pinisi Coffee di CSB Mall, jalan Cipto kota Cirebon.










Baso Balungan "Ampera"


Kawasan jalan Amperan kota Cirebon saat ini nampaknya mulai menjadi salah satu kawasan pusat kuliner di kota Cirebon. Dari mulai gado-gado Ampera, hingga banyak kuliner-kuliner baru yang berlokasi di jalan Ampera kota Cirebon. Dan salah satu yang juga populer semenjak lama adalah Baso Balungan "Ampera" yang menawarkan berbagai kuliner menggoda untuk dicoba.

Jika pembaca Cirebon sering melewati jalan Ampera, tentu tahu bahwa warung makan Baso "Balungan" ini selalu ramai di siang hari dipenuhi para pengunjung yang ingin menikmati menu kuliner yang ada di warung ini. Beberapa yang paling populer adalah sate klatak, sop balungan bakar, dan baso balungan.



Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi sate klatak sebanyak tiga tusuk dan satu porsi sop sapi. Sate klatak memang berisi potongan daging yang lebih besar dari sate pada umumnya, sehingga jelas lebih mengenyangkan. Oleh karena itu juga tiga tusuk sate klatak cukup dihitung sebagai satu porsi sekali makan.

Satu porsi nasi, 3 tusuk sate klatak, dan satu porsi sop sapi, semua menu ini dihargai Rp 20.000,-an saja. Masih relatif terjangkau, mengenyangkan, dan lezat. Sate klatak ala warung makan Baso Balungan "Ampera" yang berasa manis gurih pedas ini memang cocok dipadukan dengan sop sapi yang segar. Apalagi jika kita pesan minuman es kelapa dengan campuran sirup Tjampolay khas Cirebon yang juga tersedia di warung ini.

Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang belum pernah makan di warung makan Baso Balungan "Ampera" silahkan datang dan icipi berbagai menu andalan di warung ini yang memang sudah lama populer dan memiliki banyak penggemar di kota Cirebon ini.


Teh Thailand "Mr. T Thai"


Di salah satu sudut jalan Pekiringan kota Cirebon, tepatnya di sebelah kanan tidak jauh dari perisimpangan lampu merah jalan Karanggetas - jalan Pekiringan, ada satu booth kecil nan sederhana yang cukup menarik perhatian penulis Cirebon Kuliner, yaitu "Mr. T Thai."

Saat penulis Cirebon Kuliner memutuskan untuk datang berkunjung lebih dekat, memang booth  yang terletak di salah satu toko di jalan Pekiringan ini menjual teh Thailand. "Mr. T Thai" menawarkan teh Thailand dengan berbagai macam pilihan dalam dua ukuran, small  dan big.

"Mr. T Thai" memang cukup menarik untuk dicoba. "Mr. T Thai" juga memang menggunakan teh asli dari Thailand. Selain itu, "Mr. T Thai" juga sudah bersistem franchise atau waralaba. "Mr. T Thai" pertama kali ada di Bandung sekitar tahun 2011.

Thai Green Tea ukuran small ala "Mr. T Thai"

Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner mencoba Thai Green Tea dengan ukuran small seharga Rp 5.000,- saja. Saat mencicipi, rasa dari Thai Green Tea ala "Mr. T Thai" ini memang sangat menyegarkan. Terlebih jika dinikmati di kota Cirebon saat cuaca sedang panas-panasnya. Dengan harga yang cukup murah dan rasa yang segar, "Mr. T Thai" tentu tepat sekali dijadikan pilihan bagi warga Cirebon sebagai minuman penyegar.

Jadi, bagi warga Cirebon, baik yang asli maupun pendatang, jika sedang mencari minuman yang meyegarkan sebagai lawan cuaca Cirebon yang panas, silahkan coba teh Thailand ala "Mr. T Thai" di jalan Pekiringan kota Cirebon, tidak jauh dari lampu merah jalan Pekiringan - jalan Pasuketan, sebelah kanan jalan.

Gado-gado "Ciko"


Kawasan Alun-alun Kejaksn kota Cirebon memang merupakan salah satu pusat kuliner kaki lima di kota Cirebon. Dari mulai pagi hari, siang, hingga malam hari, di sekitaran alun-alun Kejaksan banyak pilihan kuliner untuk warga Cirebon. Kali ini, penulis Cirebon Kuliner akan mengulas salah satu kuliner yang ada di laun-alun Kejaksan di pagi hari, yaitu Gado-gado "Ciko."

Gado-gado "Ciko" biasa berjualan di depan tangga masuk lapangan alun-alun Kejaksan. Gado-gado "Ciko" biasa membuka lapaknya di pagi hari. Untuk itu, Gado-gado "Ciko" cocok untuk dijadikan pilihan sarapan bagi warga Cirebon yang mencari sarapan gado-gado.

Memang banyak pilihan gado-gado di kota Cirebon. Dan beberapa yang sangat populer tentu sudah diulas penulis Cirebon Kuliner di situs ini. Dan Gado-gado "Ciko" menambah pilihan warga Cirebon yang ingin menikmati gado-gado di pagi hari.


Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang lumayan, serta suasana makan khas kaki lima, menikmati Gado-gado "Ciko" di pagi hari di sekitaran alun0alun Kejaksan memang bisa menjadi pengalaman yang cukup mengesankan. Silahkan coba Gado-gado "Ciko" di sekitaran alun-alun Kejaksan, jalan Siliwangi kota Cirebon.

Martabak "San Fransisco" (3 Star Moon)


Martabak adalah kuliner yang disukai banyak orang. Baik martabak manis maupun martabak asin, masing-masing memiliki penggemarnya. Di kota Cirebon sendiri, ada cukup banyak merk martabak yang populer, dan masing-masing dari merk tersebut memiliki penggemarnya masing-masing. Begitu juga dengan penulis Cirebon Kuliner, tentu secara pribadi memiliki satu merk martabak kesukaan penulis.

Dan menurut penulis Cirebon Kuliner, salah satu yang terbaik adalah martabak asli bangka, "San Frasisco." Iya, Martabak "San Fransisco" yang berlokasi di jalan Bahagia nomor 62 kota Cirebon ini merupakan salah satu martabak yang sudah berusia tua dan masih bertahan hingga sekarang. Walaupun namanya sudah berganti menjadi "3 Star Moon," namun nampaknya masyarakat Cirebon lebih suka menyebutnya dengan nama lamanya, yaitu Martabak "San Fransisco." Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penulis mendapatkan informasi berupa cerita yang cukup menarik.

Marabak "San Fransisco" dimilki oleh warga keturunan Tionghoa dari Bangka yang berdomisili di Bandung. Seiring waktu, saudara-saudara dari sang founder tertarik untuk mengikuti jejak membuat dan menjual martabak dengan merk yang sama, tanpa sistem franchise atau waralaba. Dan pemilik Martabak "San Fransisco" yang ada di kota Cirebon ini adalah salah satu dari saudara founder Martabak "San Fransisco."




Pemilik yang juga seorang Mualaf ini kini sudah tiada dan Martabak "San Fransisco" kini dikelola oleh sang anak. Walaupun Martabak "San Fransisco" sudah bersistem franchise, tampaknya bisnisnya tidak terlalu berkembang. Namun begitu, Martabak "San Fransisco" tetap menjadi martabak paling populer dan masih bertahan di kota Cirebon hingga kini.

Selain itu, Martabak "San Fransisco" juga bisa dianggap sebagai martabak paling bonafid, karena harga martabaknya yang relatif lebih tinggi dibanding harga dari merk-merk martabak lainnya yang ada di kota Cirebon. Namun harga yang relatif tinggi ini tentunya sepadan dengan kualitas produk martabak yang dihasilkan.

Paling tidak, terbukti dengan masih bertahannya Martabak "San Fransisco" hingga kini. Penulis Cirebon Kuliner juga turut membuktikan kelezatan Martabak "San Fransisco" saat mencicipi martabak keju susu kesukaan penulis Cirebon Kuliner yang dibuat oleh Martabak "San Fransisco" dan berharga Rp 38.000,- seporsi ini. Penulis Cirebon Kuliner sudah mencoba hampir semua merk martabak yang terkenal di Cirebon, dan Martabak "San Fransisco" ini adalah salah satu yang terbaik.

Bagi anda pembaca Cirebon Kuliner yang gemar menikmati martabak, baik manis maupun asin, silahkan boleh coba sesekali martabak di Martabak "San Fransisco." Walaupun lebih mahal dari merk martabak lainnya di Cirebon, tentu tergantikan dengan rasa martabaknya.

Mie Yamien "Idaman"


Di kawasan jalan Pandesan dan sekitarnya, banyak penjual kuliner berbahan dasar mie, dari yang memakai gerobak dorong, sampai yang sudah memiliki bangunan permanen. Salah satu tempat makan mie yamien di jalan Pandesan yang populer di kota Cirebon adalah Mie Yamien Bakso "Idaman." Mi Yamien "Idaman" menyajikan mie yamien bakso, mie bakso urat, dan beberapa menu lainnya seperti es campur.

Saat penulis Cirebon Kuliner berkeempatan untuk mengunjungi warung makan Mie Yamien "Idaman" jalan Pandesan kota Cirebon, tempat makan ini memang sedang ramai dikunjungi pelanggannya. Memang, hampir setiap hari, warung makan Mie Yamien "Idaman" jalan Pandesa kota Cirebon ini tidak pernah sepi pengunjung.

Inilah yang membuat penulis Cirebon Kuliner tertarik untuk berkunjung dan mencicipi menu yang ada di warung makan Mie Yamien "Idaman" jalan Pandesan kota Cirebon. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi mie yamien komplit ala Mie Yamien "Idaman" jalan Pandesan. Saat pesanan tiba, yang membedakan mie yamien "Idaman" dengan mie yamien kebanyakan di kota Cirebon adalah mie yang digunakan.



Mie Yamien "Idaman" menggunakan mie berdiameter kecil dan berbentuk bulat, berbeda dengan kebanyakan mie yamien atau mie baso di kota Cirebon yang biasanya berdiameter sedikit lebih besar, atau berbentuk gepeng, tidak bulat. Begitu juga kuah basonya, berwarna sedikit lebih gelap dari kebanyakan kuah baso pada umumya.

Setelah mencicipi, ternyata rasa dari mie yamien "Idaman" ini memang enak. Daging ayamnya pun terasa, tidak terlalu banyak bumbu, tapi enak. Sama halnya dengan kuah basonya, kuahnya memiliki cita rasa rempah yang terasa lebih tajam dibandingkan kebanyakan mie yamien pada umumnya. Satu porsi mie yamien komplit ala Yamien "Idaman" jalan Pandesan kota Cirebon ini berharga Rp 14.000,-. Harga yang relatif  murah menurut penulis Cirebon Kuliner mengingat rasanya yang enak.

Jadi, jika pembaca anda pembaca Cirebon Kuliner yang gemar dengan kuliner mie, khususnya mie yamien, silahkan coba mie yamien di warung makan Mie Yamien Bakso "Idaman" jalan Pandesan kota Cirebon.



Mie Yamien "Idaman" jalan Pandesan, Cirebon

Bebek "Evakuasi" (Pecel Lamongan "Dewi Sari")


Ini dia, pecel bebek ala Lamongan yang paling populer dan paling enak di kota Cirebon! Bukan penulis Cirebon Kuliner saja yang bilang demikian, ini sudah terbukti dengan kenyataan bahwa pecel bebek di tempat ini cepat habis sebelum waktu terlalu malam sudah tiba. Begitu juga dengan warungnya, selalu ramai disesaki para pelanggan setianya yang ingin menikmati pecel bebek andalannya atau juga pecel lainnya, lele atau ayam.

Bebek "Evakuasi," begitulah sebagian besar masyarakat kota Cirebon menyebut warung makan ini. Sebetulnya, warung makan ini sama saja dengan warung pecel lele ala Lamongan yang ada di kebanyakan kota di Indonesia, termasuk di Cirebon. Warung ini, secara "resmi" diberi nama "Dewi Sari" oleh pemiliknya. Dan yang paling terkenal di warung pecel Lamongan "Dewi Sari" ini adalah bebek gorengnya. Dari situ, bebek goreng menjadi menu paling laris yang habis setiap hari di warung ini. Dan karena kebetulan letaknya yang berlokasi di jalan Evakuasi kota Cirebon, maka masyarakat Cirebon lebih suka menyebutnya dengan sebutan singkat "Bebek Evakuasi."

Sebagaimana istimewanyakah bebek goreng di warung Bebek "Evakuasi" ini? Penulis Cirebon Kuliner yang juga kebetulan adalah penggemar bebek goreng, atau pecel bebek ala Lamongan, tentu antusias untuk mencoba. Dan saat berkunjung di sore hari - warung ini sudah buka semenjak sore sekitar pukul 16:00 - warung ini sudah ramai dikunjungi para pelanggannya, luar biasa! Penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi bebek goreng.



Pecel Bebek ala Pecel Lamongan "Dewi Sari" jalan Evakuasi Cirebon

Dahsyat! Bebek goreng di  warung pecel Lamongan "Dewi Sari' ini memang sedap sekali! Dari tampilannya saja, bebek goreng ala Bebek "Evakuasi" ini sudah menggoda, dengan tampilan kulit bebeknya yang lembut dan nampak begitu gurih, serta sambalnya juga menggoda. Daging bebeknya pas sekali, teksturnya atau tingkat ke-empukannya pas tidak lebih tidak kurang. Kualitas menggorengnya juga pas, tidak terlalu lama, tidak juga kurang lama, sehingga daging bebek tidak terlalu kering, tidak juga mentah. Empuk, gurih, asinnya pas. Sambalnya pun mantap, tidak terlalu pedas, tidak juga terlalu manis, pas sekali!

Menurut selera penulis Cirebon Kuliner, bebek goreng di warung Bebek "Evakuasi" ini adalah yang paling lezat di kota Cirebon. Oiya, penulis Cirebon Kuliner sendiri sampai tambah nasi 1 porsi lagi saat menikmati bebek goreng di sini. Dan dengan satu teh tawar hangat, semuanya Rp 21.000,-. Harga yang menurut penulis Cirebon Kuliner tidak terlalu mahal untuk kualitas bebek goreng dan sambalnya yang mantap! Silahkan coba pecel bebek atau pecel lele atau juga pecel ayam di warung pecel Lamongan "Dewi Sari" di jalan Evakuasi kota Cirebon, seberang kantor Pajak.

Nasi Goreng "Pak No" jalan Pagongan


Nasi goreng bisa dikatakan sebagai kuliner Nusantara yang sederhana namun banyak penggemarnya. Di setiap kota di Indonesia nampaknya sudah barang pasti ada puluhan penjual nasi goreng, dari mulai yang memakai gerobak dorong, mangkal kaki lima, sampai di mall atau restoran mahal, nasi goreng selalu ada dan mudah dicari.

Di kota Cirebon sendiri ada beberapa penjual nasi goreng yang cukup populer karena rasanya yang enak, terlihat dari konsistensi keramaiannya setiap malam. Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah beberapa kali mengulas kuliner nasi goreng, dan kali ini satu lagi penjual nasi goreng yang cukup ramai dikunjungi pelanggannya setiap malam, yaitu Nasi Goreng "Pak No" yang biasa mangkal di ujung jalan Pagongan, sebelah kanan.



Selain menu nasi goreng, Pak No juga menyediakan menu kuliner lainnya, seperti, bihun goreng, otokowok, dan bakmi Jawa. Yang penulis Cirebon Kuliner pesan saat berkunjung adalah satu porsi nasi goreng. Saat mencicipi, cita rasa nasi goreng ala Pak No ini memang tergolong lumayan. Rasa nasi goreng pinggir jalan atau kaki lima semacam ini memang serupa tapi tak sama, namun bagi penggemar nasi goreng, tentu berbeda  satu sama lain.

Nasi goreng ala Pak No ini dijual dengan harga Rp 8.000,- per porsi, harga yang standar untuk kelas kaki lima. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang hobi menyantap nasi goreng di malam hari, silahkan coba nasi goreng Pak No di jalan Pagongan kota Cirebon.

"Bullet" Resto, IMY



Bagi warga Indramayu, khususnys Indramayu wilayah Barat, tepatnya di wilayah Kecamatan Haurgeulis, ada satul lagi referensi tempat makan yang sudah dicoba penulis Cirebon Kuliner, yaitu Resto "Bullet." Resto ini menyediakan beberapa menu yang sederhana namun enak dan patut dicoba. "Bullet" Resto terletak kurang lebih 2 KM sebelum pusat keramaian Kecamatan Haurgeulis (alun-alun Haurgeulis).

Bagi warga perantau, baik yang menetap maupun sementara, memang relatif agak sulit unutk menemukan tempat makan yang enak dan nyaman dengan harga terjangkau. Dan nampakya, "Bullet" Resto hadir dengan jawaban dari kebutuhan masyarakat tersebut. "Bullet" Resto hadir menawarkan menu makanan sederhana, namun tetap enak, dan tentu dengan harga yang masih terjangkau.




"Bullet" Resto terletak di area depan dari "Bullet" Batik, yaitu toko batik dengan nama yang sama, tentunya memang dengan pemilik yang sama. Jadi, selain bisa menikmat menu kulinernya, pengunjung juga dapat berbelanja batik yang harganya berkisar dari mulai Rp 30.000,- sampai yang di atas Rp 100.000,- pun ada.

Menu kuliner andalan "Bullet" Resto adalah Oseng Mercon. Oseng Mercon ala "Bullet" Resto adalah kuliner berbahan dasar daging sapi yang dimasak berkuah agak kental dan berminyak, dengan rasa yang super pedas, sesuai namanya tentu.  Ketika penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penulis memesan satu porsi nasi Oseng Mercon seharga Rp 13.000,- dan satu porsi nasi ayam goreng sambal korek seharga Rp 18.000,-.


Oseng Mercon ala "Bullet" Resto




Ayam Goreng Sambal Korek ala "Bullet" Resto
Rasa dari kedua menu "Bullet" Resto ini enak sekali, mantap di lidah. Oseng Merconnya betul-betul sesuai dengan namanya, meledak di mulut dengan rasa pedas yang tinggi, cocok sekali untuk para penggemar masakan pedas. Daging sapinya pun enak, tingkat keempukannya cukup, pas sekali. Sedangkan ayam goreng sambal koreknya juga mantap, ayamnya gurih asin dengan kualitas penggorengan yang baik. Dan sambal koreknya pun rasa pedas-nya khas Jawa, enak sekali.

Menurut penulis Cirebon Kuliner, dengan harga yang ditawarkan, "Bullet" Resto layak dikunjungi dan dicoba, walaupun tempat makannya tidak mampu menampung banyak pengunjung, tapi cukup nyaman kok. Terlebih, di wilayah Kecamatan Haurgeulis, tidak ada lagi tempat makan dengan kualitas seperti ini. Jadi, layak sekali dikunjungi.


Sate Kambing Pikulan Jln. Pandesan


Di sudut belokan jalan Pekiringan menuju jalan Pandesan kota Cirebon, ada pemandangan yang menarik minat penulis Cirebon Kuliner. Adalah penjual sate kambing "kampung" yang biasa mangkal di malam hari yang menarik perhatian penulis Cirebon Kuliner untuk datang berkunjung dan mencicipi. Selain tertarik karena sang penjual masih menggunakan pikulan kampung yang sudah agak sulit ditemui, terlebih di kota, penulis Cirebon Kuliner juga tertarik karena hampir setiap malam lapak sate kambing pikulan ini ramai oleh pelanggannya.

Penulis Cirebon Kuliner pun akhirnya berkesempatan mengunjungi lapak sate kambing pikulan di tikungan jalan Pandesan-Pekiringan kota Cirebon ini. Penulis Cirebon Kuliner memesan 7 tusuk sate kambing dengan nasi. Dengan tambahan air minum dalam kemasan gelas, semuanya Rp 18.000,-. Bagi penggemar sate kambing, khususnya warga Cirebon asli yang tinggal bukan di wilayah kota, mungkin tahu bahwa cita rasa sate kambing "kampung" atau pikulan ini berbeda dengan sate kambing ala Madura.




Betul, sate kambing pikulan seperti ini rasanya lebih gurih, berbeda dengan sate kambing Madura yang relatif lebih manis, mungkin pengaruh bumbu kacang dan kecap yang digunakan. Sate kambing khas Madura biasanya menggunakan kecap kental manis, sedangkan sate kambing pikulan semacam ini biasanya menggunakan kecap Cirebon yang relatif lebih encer dan lebih asin. Ini soal selera, pembaca Cirebon Kuliner bebas menentukan mana yang lebih enak.

Yang jelas, menurut penulis Cirebon Kuliner, sate kambing yang penulis icip di tikungan jalan Pandesan-Pekiringan ini enak! Terbukti dengan pelanggan-pelanggannya yang selalu datang kembali setiap saat mereka sedang ingin menikmati sate kambing ala kampung. Selain itu, suasana malam di kawasan jalan Pandesan-Pekiringan juga menambah suasana tersendiri yang berbeda sambil menikmati sate kambing pikulan di malam hari. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang belum coba sate kambing pikulan, boleh datang dan icipi Sate Kambing Pikulan jalan Pandesan.


Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.