Pusat Jajanan Jln. Panjunan



Makanan ringan atau jajanan di Indonesia banyak sekali macamnya, dan hampir setiap orang menyukai jajanan. Di setiap kota, biasanya ada spot-spot tertentu yang terkenal sebagai pusat jajanan. Di Cirebon, ada beberapa spot atau kawasan yang di jam-jam tertentu berfungsi sebagai pusat jajanan. Salah satunya adalah pusat jajanan yang terletak di kawasan jalan Panjunan kota Cirebon.

Pusat Jajanan jalan Panjunan ini mungkin lebih terkenal dengan sebutan pusat jajanan Hero. Hal ini dikarenakan karena dulu, di seberang pusat jajanan ini ada supermarket terkenal yang sekarang sudah tidak ada, Hero, walaupun bangunan mallnya - Cirebon Mall - masih ada sampai sekarang. Iya, Pusat Jajanan jalan Panjunan memang sudah ada dari puluhan tahun yang lalu.


Sampai saat ini, kawasan ini terbilang masih ramai, terutama di malam hari. Karena memang Pusat Jajanan jalan Panjunan mulai buka sore sekitar pukul 16:00. Di Pusat Jajanan jalan Panjunan, pembaca Cirebon Kuliner bisa menemukan beberapa macam jajanan, dari mulai tahu tegal, bolang-baling, berbagai macam gorengan, sampai martabak. Harganya pun tentunya terjangkau.

Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang sedang mencari jajanan ringan yang enak dan terjangkau, Pusat Jajanan jalan Panjunan bisa dijadikan pilihan.

Keripik Sukun "Uswatun Hasanah," IMY


Makanan ringan disukai banyak masyarakat Indonesia. Keripik adalah salah satu dari sekian banyak makanan ringan atau cemilan yang ada di Indonesia. Saat ini, keripik itu sendiri memiliki banyak variasi dilihat dari bahan baku pembuatannya. Yang paling populer mungkin adalah keripik pisang dan keripik singkong. Dan ada satu varian lagi dari keripik yang saat ini sedang naik daun, yaitu keripik sukun.

Keripik sukun adalah keripik yang dibuat dari buah sukun.Buah sukun itu sendiri tidak memiliki biji, dan ada bagian yang empuk seperti roti, oleh karena itu orang-orang Eropa menyebut buah sukun dengan Bread Fruit (bread dalam bahasa Inggris berarti 'roti' dalam bahasa Indonesia). Saat ini, mungkin belum terlalu banyak masyarakat Indonesia yang membuat keripik sukun. dan penulis Cirebon Kuliner menemukan salah satu dari pembuat keripik sukun di Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu.



Keripik Sukun "Uswatun Hasanah" namanya. Penulis Cirebon Kuliner sempat berkunjung langsung ke tempat produksi Keripik Sukun "Uswatun Hasanah." Dan memang, untuk wilayah Indramayu bagian Barat, Keripik Sukun "Uswatun Hasanah" banyak dicari, tentunya karena kualitas produksinya. Memang, setelah penulis Cirebon Kuliner mencicipi keripik sukun buatan "Uswatun Hasanah" ini rasanya enak, gurih, tidak terlalu banyak penyedap, dan tidak memakai bahan pengawet.


Empal Gentong "Putra Mang Mul"


Bagi pembaca Cirebon Kuliner penggemar kuliner khas Cirebon empal gentong, kini ada satu lagi pilihan makan empal gentong khas Cirebon. Adalah Empal Gentong "Putra Mang Mul" yang ada di jalan Cipto kota Cirebon, tepatnya di tempat yang dulunya adalah Puyi Takoyaki yang juga pernah diulas Cirebon Kuliner.

Empal Gentong "Putra Mang Mul" tampil dengan konsep yang lebih nyaman dan modern dibanding warung makan empal gentong lainnya di Cirebon. Iya, tempat makan Empal Gentong "Putra Mang Mul" ini cukup nyaman, tidak panas, ditambah lagi lokasinya yang berada di tengah kota Cirebon.



Terlepas dari itu, yang terpenting tentulah rasa dari empal gentong ala "Putra Mang Mul" itu sendiri. Menurut penulis Cirebon Kuliner, rasa empal gentong "Putra Mang Mul" yang harganya hanya Rp 15.000,- per porsi ini tergolong enak, empal gentong banget pokoknya. Karena ada beberapa penjual empal gentong yang kuah dan kualitas dagingya kurang baik. Berbeda dengan Empal Gentong "Putra Mang Mu" yang memang tampaknya mengedepankan kualitas empal dan juga tempat makannya.

Saat mengunjungi Empal Gentong "Putra Mang Mul," penulis Cirebon Kuliner tidak hanya memesan satu porsi empal gentong saja, tapi juga minuman yang terbuat dari sirup khas dari Cirebon juga, yaitu sirup Tjampolay. Dan di Empal Gentong "Putra Mang Mul" ini, es sirup Tjampolau disajikan dengan apik sehingga semakin menarik untuk dicoba. Rasanya, tentu menyegarkan sekali, pas banget dengan cuaca kota Cirebon yang panas.



Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang ingin menikmati empal gentong khas Cirebon namun tidak ingin jauh-jauh dari pusat kota Cirebon, Empal Gentong "Putra Mang Mul" ini cocok sekali untuk dicoba, berlokasi di jalan Cipto kota Cirebon, sebelah kiri jalan setelah SMAN 2 Cirebon, seberang Puyi Takoyaki.


Es Sirup Tjampolay khas Cirebon ala Empal Gentong "Putra Mang Mul"

Bebek Goreng "Jadi Mulya"



Ada yang doyan bebek goreng? Di Cirebon, ada banyak pilihan tempat makan dengan sajian bebek goreng, di antaranya adalah Pecel Bebek Bima, Pecel Bebek Tuparev, Pecel Bebek Tentara Pelajar, Bebek H. Slamet, dan Bebek Judes. Dan satu lagi yang ingin penulis Cirebon Kuliner ulas di sini, Bebek Goreng "Jadi Mulya."

Dari penampilannya, mungkin akan banyak dari kita yang meremehkan, itu mungkin wajar saja, namun sebetulnya, bebek goreng di "Jadi Mulya" ini layak dicoba. Warung Bebek Goreng "Jadi Mulya" ini menyediakan tidak hanya bebek goreng, ada juga burung dara goreng. Di warung yang terletak di jalan raya Cirebon-Karangampel (Indramayu) di daerah Klayan tepatnya, sebelum Pertamina Klayan, sebelah kiri dari arah lampu merah Siliwangi.


Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang memang gemar dengan bebek goreng, warung Bebek Goreng "Jadi Mulya" ini bisa anda jadikan pilihan untuk makan bebek goreng dengan harga murah. Namun rasanya, tidak mengecewakan. Daging bebeknya tidak terlalu empuk, tapi tidak alot juga, jadi masih memberi "perlawanan" atau maish bertekstur, jadi cita rasa bebeknya dapet banget. Dan harganya, Rp 13.000,- kita sudah bisa menikmati satu porsi bebek goreng dengan nasi dan es jeruk. Murah sekali kan?


Jadi bagi pembaca Cirebon Kuliner yang ingin menikmati bebek goreng dengan harga murah, silahkan coba Bebek Goreng "Jadi Mulya" di kawasan Klayan kota Cirebon, buka dari pukul 4 sore sampai malam hari.

Roti & Pisang Bakar "Golden"


Penulis Cirebon Kuliner telah beberapa kali mengulas mengenai kuliner roti dan pisang bakar yang ada di kota Cirebon, seperti Calvary, Mickey Mouse, dan kali ini, satu lagi, Roti & Pisang Bakar "Golden" yang ada di jalan Kalibaru nomor 25 kota Cirebon.

Roti & Pisang Bakar "Golden" sudah ada di Cirebon sejak sekitar tahun 1982. Betul, Roti & Pisang Bakar "Golden" adalah yang paling tua di Cirebon, pelopornya bisnis yang menyajikan kuliner pisang bakar dan roti bakar serta susu murni. Dan penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah menjadi pelanggan di Roti & Pisang Bakar "Golden" ini semenjak sekitar tahun 2000-an.


Saat berkunjung kembali, suasana Roti & Pisang Bakar "Golden" ini tidak jauh berbeda dengan dahulu saat penulis Cirebon Kuliner masih sering berkunjung kemari. Menunya pun tidak jauh berbeda, masih pisang bakar dan roti bakar serta susu murni sebagai andalan utamanya.

Seperti yang pernah dibahas penulis Cirebon Kuliner, saat ini sudah banyak warung tenda pinggiran di Cirebon yang menyajikan kuliner pisang dan roti bakar. Walaupun kuliner yang disajikan adalah sama, dan dari warung-warung yang menyajikan kuliner-kuliner ini yang pernah penulis Cirebon Kuliner coba, "Golden" adalah yang terbaik. Roti yang digunakan untuk roti bakarnya lebih enak dari para pesaingnya, begitu juga pisang bakarnya, meses coklat dan kejunya pas sekali porsinya, pisangnya juga tentunya. Rasanya pas, tidak berlebihan, tidak juga kekurangan.


Rp 20.500,- adalah harga yang harus dibayar penulis Cirebon Kuliner untuk satu porsi pisang bakar, roti bakar, susu murni hangat, dan teh tawar hangat. Warung Roti & Pisang Bakar "Golden" ini buka setiap malam, cocok sekali untuk kawula muda atau juga keluarga yang ingin mencari warung sederhana dengan kuliner cemilan yang sederhana, dengan harga yang terjangkau tentunya.


Bakmi "Mie-Kita" Jln. Veteran


Sebelum membahas lebih jauh mengenai Bakmi "Mie-Kita," mari bahas dulu mengenai bakmi itu sendiri. Bakmi adalah makanan sumber karbohidrat dari jenis mi. Mi itu sendiri konon sejarahnya beraawal dari pedagang-pedagang Cina yang membawa mi ke Indonesia. Adapun penulisan mie adalah ejaan bahasa Belanda. Bakmi juga sering disebut sebagai Yamien. Jadi, bisa dibilang, bakmi dan yamien adalah jenis kuliner yang sama.

Ada beberapa varian bakmi di Indonesia, yang paling umum adalah yang terbuat dari tepung terigu atau bakmi kuning, atau mungkin masyarakat Indonesia lebih umum menyebutnya dengan mi kuning. Jenis lainnya adalah yang terbuat dari beras dengan bentuk sedikit berbeda, lebih tipis dan lebih lebar, kwetiaw.

Apabila dibahas lebih jauh, Cina, Italia, dan Arab adalah negara-negara yang mengklaim sebagai negara asal mi. Istilah mi itu sendiri sebetulnya sebutan masyarakat Indonesia saja, sebagaimana masyarakat dari negara lain memiliki sebutan untuk kuliner yang satu ini, misalnya, orang Eropa menyebutnya pasta, dan dalam bahasa Inggris, disebut noodle untuk pasta dalam bentuk panjang. Sedangkan perbedaan jenis-jenis mi ada karena terdapat beberapa perbedaan bahan baku dasar dan teknik pengolahan, misalnya, kwetiaw (tepung beras), bihun (tepung beras), soun (tepung kacang hijau), udon (mi asal Jepang, dari tepung terigu), makaroni (mi asal Italia yang berbentuk pendek, melengkung dan memiliki lubang di tengahnya).


Okei, sekarang mari kita bahas Bakmi "Mie-Kita." Bakmi "Mie-Kita" adalah tempat makan yang sudah bersistem franchise atau waralaba, berasal dari Jakarta, dan menyajikan berbagai varian dari kuliner bakmi, seperti mi ayam, mi baso, mi yamin, kwetiaw, dan beberapa menu lainnya seperti nasi goreng, kuliner olahan ayam, sapi, dan gurame.


Saat berkunjung ke Bakmi "Mie-Kita" jalan Veteran nomor 43 C kota Cirebon, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi Mie Yamin Komplit, dan satu porsi Mie Yamien Bakso. Mie Yamien Komplit berisi topping jamur dan ayam, lengkap dengan baso dan pangsit goreng. Sedangkan Mie Yamien Bakso memiliki topping ayam.

Mie Yamien Bakso ala Bakmi "Mie-Kita" (Rp 13.500,- ukuran reguler)

Rasa kedua menu Bakmi "Mie-Kita" ini memang berbeda dengan bakmi atau mi di pinggir jalan tentunya. Mie Yamien Komplit ala Bakmi "Mie-Kita" ini berharga Rp 17.500,- untuk ukuran reguler, dan Rp 21.500,- untuk ukuran jumbo. Sedangkan Mie Yamien Bakso ala Bakmi "Mie-Kita" berharga Rp 13.500,- ukuran reguler, dan Rp 17.500,- untuk ukuran jumbo. Harga menu-menu yang ada di Bakmi "Mie-Kita" ini memang tergolong murah dengan kualitas makanan dan nyamannya tempat makannya.

Mie Yamien Komplit ala Bakmi "Mie-Kita" (Rp 17.500,- ukuran reguler)

Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang ingin merasakan berbagai varian kuliner mi, silahkan coba di Bakmi "Mie-Kita" yang ada di jalan Veteran nomor 43 C kota Cirebon, sebelah kanan dari arah lampu merah alun-alun kota Cirebon. Oiya, Bakmi "Mie-Kita" ini ada di sebelah Angkringan Nasi Kucing "Luluk" yang juga pernah diulas penulis Cirebon Kuliner.

Uno's Pizza


Pizza adalah satu dari banyak kuliner internasional yang banyak digemari masyarakat Indonesia, termasuk di Cirebon. Salah satu indikasi paling mudah untuk membuktikan hal ini adalah dengan selalu ramainya restoran cepat saji yang menyajikan pizza sebagai menu utamanya, Pizza Hut misalnya. Saat ini, di Cirebon yang kecil saja sudah ada dua restoran Pizza Hut, di jalan Kartini dan di CSB Mall di jalan Cipto.

Namun begitu, nampanya tidak semua kalangan dapat menikmati kuliner khas Italia ini. Salah satu faktor penentunya adalah harga. Iya, bagi yang doyan, pizza memang lezat sekali, tapi sampai saat ini, masih sedikit tempat makan yang menjual pizza dengan harga yang dapat dijangkau semua kalangan. Salah satu dari pizza yang dijual dengan harga terjangkau adalah pizza ala Uno's Pizza yang akan penulis Cirebon Kuliner bahas ini.


Penulis Cirebon Kuliner masih belum mendapatkan informasi yang jelas, Uno's Pizza yang berjualan dengan sistem waralaba dengan outlet-outlet di minimarket seperti Indomaret ini berasal dari mana. Yang pasti, outlet yang penulis Cirebon Kuliner kunjungi adalah outlet Uno's Pizza yang ada di Indomaret di Kalitanjung, sebelah kiri jalan dari arah Kanggraksan, setelah lampu merah Evakuasi.


Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner hanya mendapatkan sedikit informasi saja mengenai Uno's Pizza ini, dan karena masih belum jelas, penulis belum berani untuk memaparkannya saat ini. Penulis memesan satu porsi pizza sapi mozarella seharga Rp 18.000,-. Penampilan pizza memang selalu menggoda selera makan bagi yang melihatnya. Dan rasa pizza ala Uno's Pizza ini lumayan saja untuk kuliner kaki 5.

Iya tentunya, kita tidak bisa membandingkan Uno's Pizza kaki 5 ini dengan pizza-pizza di restoran yang jelas lebih mapan. Namun, Uno's Pizza ini jelas bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang mungkin kurang mampu untuk bisa menikmati pizza di restoran cepat saji yang memang harganya tidak rendah, karena pizza ala Uno's ini memiliki kisaran harga antara Rp 11.000,- sampai Rp 21.000,-. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang ingin menikmati pizza dengan harga terjangkau silahkan coba Uno's Pizza di Indomaret Kalitanjung.

Sate Ayam Madura "Bang Udin" Jln. Kalibaru Selatan


Penulis Cirebon Kuliner memperhatikan warung Sate Ayam Madura "Bang Udin" yang terletak di jalan Kalibaru Selatan ini hampir setiap hari di malam hari selalu ramai dikunjungi para pelanggannya. Dari situ penulis Cirebon Kuliner memutuskan untuk mencoba Sate Ayam "Bang Udin" ini.

Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner melihat bahwa tempat makan ini tidak hanya menyediakan sate ayam saja, tetapi juga ada sate kambing dan juga soto. Dan yang penulis Cirebon Kuliner pesan adalah 10 tusuk sate ayam Madura ala "Bang Udin" dengan lontong sebagai karbohidratnya.


Dan rasa penasaran penulis Cirebon Kuliner pun terjawab, tidak heran warung Sate Ayam Madura "Bang Udin" ini selalu dipadati para pelanggannya, karena memang rasanya enak. Selain itu, harganya pun murah, untuk 10 tusuk sate ayam Madura, dengan 1 porsi lontong dan teh tawar hangat, cukup Rp 13.000,- saja.



Ke depannya, penulis Cirebon Kuliner akan mencoba menu lain di warung makan ini agar pembaca Cirebon Kuliner bisa mendapatkan informasi yang menyeluruh mengenai menu yang ada di warung Sate Ayam Madura "Bang Udin" jalan Kalibaru Selatan ini.

Gado-gado "M. Daud" Jagasatru


Gado-gado, adalah kuliner khas Nusantara yang kini digemari banyak orang dari berbagai kalangan, tua ataupun muda, bahkan gado-gado sudah terkenal sampai ke luar negeri layaknya nasi goreng. Walaupun sampai saat ini masih belum jelas bagaimana asal-usul gado-gado, namun Betawi masih dipercaya sebagai daerah asal-usul gado-gado. Gado-gado memang berbeda dengan hidangan kuliner serupa seperti ketoprak, pecel, lotek, ataupun karedok. Dan tentu, masing-masing memiliki cita rasa sendiri-sendiri.

Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah mengulas mengenai beberapa gado-gado yang terkenal di Cirebon, ada Gado-gado Ampera, Gado-gado Uleg jalan Pekalangan Tengah, dan masih ada beberapa lagi gado-gado yang masih belum sempat diulas penulis Cirebon Kuliner. Dan pada kesempatan ini, penulis Cirebon Kuliner ingin kembali mengulas tentang salah satu gado-gado yang terkenal akan kelezatannya di kota Cirebon dan selalu ramai dikunjungi para pelanggannya, Gado-Gado "M. Daud" atau yang lebih populer dengan sebutan Gado-Gado "Jagasatru."


Iya, Gado-gado "M. Daud" memang lebih terkenal dengan sebutan Gado-Gado "Jagasatru" karena letaknya yang ada di depan Pasar Jagasatru jalan Kutagara kota Cirebon. Gado-gado "Jagasatru" ini biasa buka setiap hari dari pukul 6:00 pagi hari sampai siang hari se-habisnya gado-gado yang dijual sang penjualnya. Harga se-porsi Gado-Gado "Jagasatru" ini adalah Rp 8.000,-.

Gado-gado yang ditawarkan di sini adalah gado-gado ayam, lengkap dengan telur, suwiran daging ayam, dan kentang serta sayuran seperti tauge dan mentimun layaknya gado-gado kebanyakan, dan kemudian disiram kuah kaldu dan bumbu kacang. Gado-gado semacam ini memang berbeda dengan gado-gado uleg yang bumbu kacangnya lebih kental.

Jika gado-gado uleg lebih cocok untuk makan siang, maka gado-gado ayam atau siram seperti Gado-gado "Jagsatru" ini lebih cocok untuk makan pagi atau sarapan. Tidak heran, warung Gado-gado "Jagasatru" buka sedari pagi hari dan selalu ramai di pagi hari dikunjungi para pelanggnannya yang ingin mencari gado-gado siram untuk sarapan paginya.


Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang kebetulan tinggal tidak jauh dari warung Gado-gado "Jagasatru," atau sekedar penasaran ingin mencicipi, silahkan coba Gado-gado "Jagasatru" di jalan Kutagara depan Pasar Jagasatru.

Mie Koclok "Mang Sam" Jln. Pekiringan


Mie Koclok khas kota Cirebon memang memiliki keunikan tersendiri. Salah satu keunikan yang dimiliki mie koclok khas Cirebon adalah dari kuah kentalnya yang disiram di atas mie dan bahan makanan lainnya. Jika kuliner khas Cirebon lainnya seperti empal gentong, nasi jamblang, dan nasi lengko mudah sekali ditemukan karena penjualnya memang banyak sekali, beda halnya dengan kuliner khas Cirebon, docang, dan juga mie koclok. Iya, penjual mie koclok khas Cirebon yang terkenal karena kelezatannya bisa dibilang masih dapat dihitung dengan jari.

Salah satu yang paling populer di Cirebon adalah Mie Koclok "Mang Sam" yang ada di jalan Pekiringan kota Cirebon, tepatnya di sebuah gang kecil menuju kios di seberang Apotik Pasar Balong. Sebelum membahas lebih jauh tentang Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan ini, penulis Cirebon Kuliner ingin menyampaikan informasi bahwa di jalan Lawanggada kota Cirebon ada juga penjual mie koclok yang ber-'merk' sama, "Mang Sam." Namun yang perlu digaris bawahi adalah bahwa mie koclok Mang Sam yang ada di jalan Lawanggada BUKAN CABANG dari Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan!

Pembakarannya menggunakan bara, bukan kompor gas.

Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan adalah salah satu penjual mie koclok khas Cirebon yang tertua karena sudah ada di Cirebon sebelum tahun 1970. Awalnya, menurut informasi yang didapat penulis Cirebon Kuliner langsung dari pengelola Mie Koclok "Mang Sam" saat ini yang merupakan generasi ke-3 atau cucu langsung dari Mang Sam sendiri, Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan sudah ada semenjak sebelum tahun 1970.

Sebelum tahun 1970, Mie Koclok "Mang Sam" berjualan di area yang saat ini menjadi ex Pasar Balong. Iya,  dulu sebelum area tersebut dibangun menjadi Pasar Balong, di situlah Mie Koclok "Mang Sam" pertama berjualan. Dan semenjak Pasar Balong mulai dibangun, yaitu sekitar tahun 1970-an, Mie Koclok "Mang Sam" pindah di sebuah gang kecil yang terletak di jalan Pekiringan - masih dekat Pasar Balong - di seberang Apotik Pasar Balong, atau di seberang jalan Petratean.


Dan seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan saat ini sudah sampai di generasi ke-3, yaitu cucu langsung dari Mang Sam. Dan sekali lagi, sampai ulasan ini ditulis penulis Cirebon Kuliner, Mie Koclok "Mang Sam" belum membuka cabang sama sekali, artinya mie koclok yang ber-'merk' sama, Mang Sam yang ada di jalan Lawanggada bukanlah cabang dari Mie Koclok "Mang Sam" ASLI di jalan Pekiringan!

Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung ke Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan, tempat makannya yang terletak di sebuah gang kecil ini sedang ramai dkunjungi pelanggannya. Memang, yang penulis Cirebon Kuliner perhatikan, Mie Koclok "Mang Sam" ini selalu ramai dikunjungi para pelanggannya setiap harinya. Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan ini mulai buka dari pukul 15:30 di depan pusat kebugaran BilGym di jalan Pekiringan, kemudian sekitar pukul 17:30 pindah ke gang kecil di seberang Apotik Pasar Balong jalan yang masih di jalan Pekiringan kota Cirebon, dan tutup sekitar pukul 23:00.

Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan tidak hanya menjual mie koclok khas Cirebon lho... Di sini, ada juga Bihun Koclok, dan juga Gado-gado. Yang penulis Cirebon Kuliner pesan saat berkunjung tentunya adalah mie koclok khas Cirebon, biar tahu dulu bagaimana rasa dari Mie Koclok "Mang Sam" yang legendaris ini. Dan rasanya memang enak sekali. Kuah mie nya tidak begitu kental seperti kebanyakan mie koclok khas Cirebon lainnya, sehingga bagi yang tidak begitu menyukai santan, mungkin tidak akan eneg begitu mencicipi Mie Koclok "Mang Sam" ini. Selain itu, yang unik dari MIe Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan adalah penggunana bara untuk pembakarannya.


Bahan makanan yang biasa terdapat di mie koclok khas Cirebon tentunya ada di Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan. Harga satu porsi Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan ini cuman Rp 10.000,- lho... Begitu juga untuk menu-menu lainnya, Bihun Koclok, dan Gado-gado, sama juga Rp 10.000,- per porsinya. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang asli Cirebon, atau yang berasal dari luar kota Cirebon yang kebetulan sedang berada di Cirebon dan penasaran ingin tahu bagaimana rasa dari mie koclok khas Cirebon, Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan adalah pilihan yang tepat untuk mencicipi.



UPDATE 23-11-2012

Saat berkunjung kembali, penulis Cirebon Kuliner memesan dua menu lainnya di Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan yang belum dicoba penulis, yaitu Bihun Koclok dan Gado-gado. Iya, selain mie koclok sebagai menu utama dan menu andalannya, Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan juga menyediakan Bihun Koclok dan Gado-gado. Mie Koclok khas Cirebon mungkin sudah umum, tapi kalo Bihun Koclok mungkin masih banyak yang belum nyoba, bahkan mungkin baru dengar.

Nah, bagi yang ingin baca ulasannya dulu sebelum mencicipi Bihun Koclok atau Gado-gado di Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan, ini penulis Cirebon Kuliner hadirkan ulasannya. Pada dasarnya, yang membedakan Mie Koclok dengan Bihun Koclok adalah tentunya sumber karbohidratnya, mi dan bihun. Yup, Bihun Koclok menggunakan bahan-bahan yang sama dengan Mie Koclok, kecuali mi-nya diganti dengan bihun.




Dan soal rasanya pun tentu sama lezatnya karena semua bahannya sama, hanya mungkin sensasi di mulut saat menikmati bihunnya, karena jelas bihun dengan mi memiliki rasa yang berbeda, tekstur yang berbeda juga. Jadi bagi penggemar bihun, boleh dicoba nih Bihun Koclok ala Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan. Sedangkan Gado-gadonya, rasanya juga tidak kalah lezat dengan Mie Koclok dan Bihun Kocloknya. Gado-gado ayam  ala "Mang Sam" ini memiliki kuah siram yang agak berbeda dengan gado-gado ayam kuah siram lainnya karena sedikit lebih encer, namun tetap lezat tentunya.

Iya, itulah ketiga menu andalan Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan, Mie Koclok, Bihun Koclok, dan Gado-gado. Silahkan mencoba.



UPDATE 15-Juni-2013

Lagi, penulis Cirebon Kuliner berkesempatan mengunjungi warung Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan, seberang Apotik Pasar Balong. Kali ini, penulis tertarik untuk mencoba sesuatu yang baru di warung Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan, yaitu tersedianya menu baru, wedang ronde dan berbagai macam jus.

Wedang ronde tentu adalah yang menarik penulis Cirebon Kuliner untuk dicoba karena minuman ini terbilang masih jarang penjualnya di kota Cirebon. Minuman hangat asal Solo ini memang sudah populer di berbagai kota di Indonesia. Dan mudah-mudahan, kota Cirebon tidak lama lagi juga akan menggemari minuman hangat yang satu ini.

Wedang ronde berisi isian yang mirip dengan kue moci, berisi kacang teng-teng, yang disiram dengan kuah sirup yang terbuat dari jahe. Sudah bisa diperkirakan, rasa dari wedang ronde adalah segar dan menghangatkan, cocok dinikmati dimalam hari, terlebih saat cuaca dingin.

Wedang ronde ala Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan ini juga selain murah, tentu enak, cocok dinikmati di malam hari. Cukup Rp 5.000,- saja per porsinya. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang sudah menjadi penggemar Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan semenjak lama, kini ada menu baru yang juga layak dicoba, yaitu wedang ronde. Oiya, ada satu lagi yang baru di lapak Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan, Soto Tauji "Mang Zi'ong" silahkan baca artikel ulasannya di sini.





"Boss" Kopi


Saat ini, di Cirebon sedang banyak bermunculan tempat ngopi dengan berbagai konsep, dari yang mewah, cafe, sampai yang unik seperti "Boss" Kopi. Yup, "Boss" Kopi adalah tempat ngopi pertama di Cirebon yang berkonsep mobile karena menggunakan mobil sebagai sarana utamanya, namun tentu meja dan kursi untuk pengunjung tetap ada.

"Boss" Kopi menggunakan mobil VW Combi sebagai daya tarik utama masyarakat untuk datang berkunjung ke "kedai" kopinya. Hal ini tentunya adalah sebuah keunikan tersendiri yang hadir di kota Cirebon. Si "Boss" ini biasa hadir di areal parkir dealer motor Suzuki di jalan Kartini, sebelah kiri dari arah Masjid At-Taqwa, setelah rel kereta api, di seberang Bebek H. Slamet. Dan kehadiran "Boss" Kopi semakin meramaikan jalan Kartini kota Cirebon. Berbagai kuliner di jalan Kartini yang pernah diulas penulis Cirebon Kuliner ada di sini.



"Boss" Kopi tentunya menawarkan minuman kopi sebagai menu utama dan andalannya. Ada beberapa pilihan minuman kopi di "Boss" Kopi, baik dingin maupun panas. Selain itu, si "Boss" juga menawarkan minuman teh bagi yang ingin menikmati teh di suasana malam kota Cirebon. Minuman semacam smoothies dan juga yang bersoda ada di "Boss" Kopi. Sedangkan untuk cemilannya, di "Boss" Kopi ada kentang goreng, sosis goreng, otak-otak, roti bakar, siomay.



Dari konsep dan menu yang ditawarkan "Boss" Kopi memang sangat cocok untuk muda mudi yang mencari tempat tongkrongan yang unik dengan makanan dan minuman ringan sebagai teman kongkow atau nongkrong terutama di malam minggu. Mungkin yang perlu diantisipasi si "Boss" adalah hujan. Karena saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, tidak ada atap yang melindungi para pengunjung andaikata hujan turun.


Terlepas dari itu semuanya, penulis Cirebon Kuliner secara pribadi bangga sekali akan kota Cirebon yang terus berkembang. Penulis Cirebon Kuliner juga tentunya bangga sekali dengan rekan-rekan pebisnis kuliner yang semakin hari semakin banyak bermunculan di Cirebon dengan berbagai ide dan inovasi yang semakin hari juga semakin berani dan kreatif.



Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.