"Vanilla" Cafe


Kota Udang, Cirebon, kota kecil di pesisir Utara pulau Jawa Barat, perbatasan Jawa Tengah ini semakin menunjuk potensinya, terutama di sektor pariwisata, lebih spesifik lagi, di dunia kulinernya. Iya, saat ini, semakin banyak tempat makan bermunculan di kota Wali ini. Salah satu yang terbaru muncul di kota Cirebon adalah "Vanilla" Cafe yang terletak di jalan Cangkring II, tidak jauh dari warung Nasi Jamblang "Ibu Nur".

"Vanilla" Cafe mencoba menawarkan sesuatu yang baru untuk masyarakat kota Cirebon. Dengan konsep cafe sederhana yang berlokasi di jalan Cangkring II, yang sebetulnya bukan merupakan jalan utama kota Cirebon, "Vanilla" Cafe hadir dengan nuansa berbeda di kota Cirebon. Terletak di jalan Cangkring II, "Vanilla" Cafe menjadi berkesan eksklusif karena tidak terletak di pusat keramaian kota Cirebon. Bagi penggila fashion di kota Cirebon, seharusnya tidak asing dengan nama "Vanilla" sebelumnya yang hadir di bisnis butik. Dan kali ini juga, "Vanilla" Cafe hadir dengan "Vanilla" Boutique yang terletak di lokasi yang sama.

Hal ini tentunya menjadi nilai lebih sendiri bagi "Vanilla" Cafe. Bagi kawula muda kota Cirebon yang doyan belanja fashion, "Vanilla" Cafe bisa menjadi tempat berlabuh untuk memanjakan diri, karena setalah puas berbelanja pakaian, bisa langsung santai di "Vanilla" Cafe sambil menikmati menu makanan dan minuman yang ada. "Vanilla" Cafe mencoba menawarkan menu nusantara dan Eropa, seperti sop buntut, nasi goreng, dan juga pasta ala Italia. Sedangkan elemen lain yang juga patut dibanggakan masyarakat kota Cirebon adalah minuman kopinya.










Iya, "Vanilla" Cafe juga menawarkan minuman kopi ala Cafe. Kopi yang dihadirkan adalah kopi "serius", terlihat dengan adanya mesin espresso untuk membuat berbagai espresso-based coffee beverages seperti Espresso, Americano, Cafe Latte, Cappuccino, Machiato, dan Mochacino. Ini adalah minuman-minuman kopi yang dibuat khusus dengan mesin espresso. Dan di kota Cirebon, sudah ada beberapa coffee shop lokal milik orang Cirebon asli, yang menghadirkan kedai kopi dan minuman kopi well-prepared bagi penikmati kopi yang ingin menikmati good coffee dengan nuansa tempat yang good  pula. Dan "Vanilla" Cafe hadir untuk melengkapi pilihan tempat bagi masyarakat kota Cirebon yang ingin menikmati kopi di tempat yang nyaman, bisa nongkrong lama bersama teman-teman ataupun keluarga. Selain itu juga, "Vanilla" Cafe buka non-stop 24 jam penuh!

Saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner datang di pagi hari sekitar jam 08:00. Dan yang dipesan penulis Cirebon Kuliner adalah Cappuccino dan pisang bakar ala "Vanilla" Cafe. Untuk dua menu ini, penulis Cirebon Kuliner cukup membayar seharga Rp 25.000,-. Harga yang murah untuk tempat yang nyaman. Ke depannya, penulis Cirebon Kuliner akan mencoba menu makanan dan minuman lainnya supaya pembaca Cirebon Kuliner bisa mendapatkan informasi yang lengkap tentang "Vanilla" Cafe. Silahkan datang kunjungi "Vanilla" Cafe di jalan Cangkring II kota Cirebon.



Bakso Malang "Nusantara"


Ini pertama kalinya penulis Cirebon Kuliner mengulas kuliner bakso khas Malang. Sebelumnya, sudah lumayan banyak kuliner bakso yang diulas penulis Cirebon Kuliner, terlebih mie baso yamien, karena kota Cirebon memang memiliki banyak sekali penjual mie yamien. Sedangkan bakso khas Malang, baru satu yang  penulis Cirebon Kuliner temukan yang sudah berbentuk warung, selebihnya, masih dijual secara khas tradisional dengan gerobak keliling.

Adalah Mie Bakso Malang "Nusantara" yang berlokasi di kawasan jalan Pecilon (masuk dari jalan Cipto) yang penulis Cirebon Kuliner akan bahas kali ini. Lokasi Mie Bakso Malang "Nusantara" tidak terlalu jauh dari CSB Mall kota Cirebon. Dengan tempat makan yang sudah berbentuk warung semi permanen, tentunya memberi nilai lebih tersendiri dibandingkan dengan mie bakso khas Malang yang masih dijual secara keliling dengan menggunakan gerobak dorong.



Saat penulis Cirebon Kuliner datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi komplit mie bakso khas Malang ala warung Mie Bakso Malang "Nusantara" jalan Pecilon. Perbedaan mie bakso khas Malang dengan mie bakso khas lainnya adalah, selain cita rasanya tentunya, juga isiannya. Mie bakso khas Malang biasanya berisi tiga macam bakso yaitu bakso urat, bakso daging, dan bakso ikan. Serta ada tambahan bakwan basah dan kering, tahu goreng, dan mie itu sendiri tentunya.

Satu porsi mie bakso khas Malang komplit di warung Mie Bakso Malang "Nusantara" jalan Pecilon kota Cirebon ini dijual hanya seharga Rp 13.000,- saja. Murah, enak, dan cukup kenyang tentunya. Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang gemar menyantap kuliner mie bakso, khususnya mie bakso khas Malang, boleh coba mie bakso khas Malang di warung Mie Bakso Malang "Nusantara" jalan Pecilon kota Cirebon, tidak begitu jauh dari CSB Mall kota Cirebon.


Bakso khas Malang ala warung Bakso Malang "Nusantara"

Juice "IT" & Mie Yamien "Mang Pardi"


Bisa dikatakan, kota Cirebon memiliki banyak penjual mie yamien. Dan sudah banyak juga mie yamien dan mie-mie lainnya yang dibahas penulis Cirebon Kuliner. Kini, satu lagi warung penjual mie yamien yang tergolong baru di kota Cirebon, yaitu Mie Yamien "Mang Pardi" yang satu lapak dengan Juice "IT" di jalan Tentara Pelajar, persis setelah jembatan (bekas warung Nasi Jamblang "Ibu Nur").

Di warung Mie Ayam "Mang Pardi" dan Juice "IT" ini pembaca Cirebon Kuliner tentu bisa memesan mie yamien yang komplit dengan siomay basah, tahu, dan bakso, serta minuman jus berbagai pilihan sesuai selera. Saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu posi mie yamien dan satu jus stroberi.




Satu porsi mie yamien dan jus stroberi di lapak Mie Yamien "Mang Pardi" & Juice IT ini hanya Rp 16.000,- saja. Dari sisi rasa, rasa mie yamiennya juga tergolong lumayan enak, begitu juga dengan jus-nya, segar. Tempatnya pun walapun kecil, namun cukup nyaman bagi pengunjung.

Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang penasaran, silahkan datang dan cicipi sendiri Mie Yamien "Mang Pardi" dan berbagai pilihan jus dari Juice "IT" di jalan Tentara Pelajar kota Cirebon, persis setelah jembatan (bekas warung Nasi Jamblang "Ibu Nur" sebelum pindah ke jalan Cangkring).


Warung "Uun", Jln. Lemahwungkuk


Kawasan jalan Lemahwungkuk kota Cirebon memang salah satu kawasan yang ramai, karena selain terdapat Pasar Tradisional Kanoman juga terdapat pusat perbelanjaan yang walaupun tidak seramai dulu, tetap disukai masyarakat kota Cirebon, yaitu Cirebon Mall.

Di sekitaran jalan Lemahwungkuk ini juga pembaca Cirebon Kuliner dapat menemukan beberapa kuliner, yang banyak di antaranya juga telah diulas penulis Cirebon Kuliner. Dan ini satu lagi, Warung "Uun" yang biasa buka pagi hari menjual berbagai menu masakan rumahan yang sederhana untuk sarapan pagi.

Penulis Cirebon Kuliner pun mencoba berkunjung untuk mencoba salah satu menu yang ada di Warung "Uun" jalan Lemahwungkuk ini. Dari suasananya, cukup membumi, terlihat dari beberapa pelanggan Warung "Uun" yang datang cukup akrab dengan pemilik Warung "Uun" ini. Suasana akrab ini ditambah dengan kondisi warung yang sederhana, yang tentunya menambah suasana tersendiri, apalagi dipagi hari.



Dari menunya, penulis Cirebon Kuliner melihat ada beberapa, seperti lontong sayur, opor ayam, sambal goreng, oreg kering, dan beberapa macam sayuran. Yang penulis Cirebon Kuliner pesan adalah nasi dengan opor ayam, oreg kering, dan perkedel kentang. Dengan tambahan 4 buah krupuk, penulis Cirebon Kuliner cukup membayar Rp 16.000,- saja. Kenyang dan murah, ditambah suasana pagi hari dan keakraban yang mungkin tidak didapat di tempat-tempat yang lebih modern.

Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang ingin mencari sarapan pagi dengan suasana rumahan dan tradisional, bisa coba makan pagi di Warung "Uun" di jalan Lemahwungkuk kota Cirebon, sebelum Pasar Tradisional Kanoman.

Cafe "Sheryl"


Perkembangan kota Cirebon memang pesat sekali, terutama di sektor pariwisata. Terlihat dari pesatnya pertumbuhan elemen-elemen pariwisata seperti hotel, mall, dan tempat makan tentunya. Salah satu tempat nongkrong terbaru dengan konsep cafe adalah Cafe Sheryl yang terdapat di jalan Wahidin nomor 26 kota Cirebon, tepatnya di seberang Bank Sinarmas kota Cirebon.

Cafe Sheryl ini termasuk unik, karena menggunakan tenda semi permanen yang kemudian ditata sedemikian rupa sehingga cukup nyaman untuk dijadikan sebuah cafe. Penulis Cirebon Kuliner pun menyempatkan diri untuk datang mengunjungi Cafe Sheryl. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner melihat penampilan yang cukup menarik, selain dari warnanya, yaitu ungu dan kuning, juga dari penataan cahaya lampu hias dan tanaman hiasnya.

Begitu masuk, ada dua set sofa yang tampak cukup nyaman di depan layar besar yang biasanya digunakan untuk komunitas fans club sepakbola untuk rutin nobar di Cafe Sheryl. Dari menu, penulis Cirebon Kuliner melihat ada beberapa menu yang cukup familiar dan menarik untuk dicicipi. Yang penulis Cirebon Kuliner pesan saat datang berkunjung adalah Iga Bakar ala Cafe Sheryl, dan minuman coklat panas yang memang cocok sekali dinikmati di malam hari.




Dari sisi penampilan dan rasa, menu dari Cafe Sheryl Cafe ini cukup menarik, dan rasanya juga lumayan. Begitu juga dengan harga, cukup terjangkau. Plot Cafe Sheryl ini memang cocok untuk muda-mudi yang ingin nongkrong bersama teman-teman atau komunitas hobi. Atau bersama pasangan, karena suasana Cafe Sheryl cukup romantis. Walaupun tempatnya tidak besar, namun cukup untuk menampung beberapa orang, dan nyaman.

Ke depannya, penulis Cirebon Kuliner akan menyempatkan diri lagi untuk datang dan berkunjung kembali ke Cafe Sheryl dan mencoba menu-menu lainnya supaya informasi mengenai Cafe Sheryl lebih lengkap lagi. Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang penasaran, silahkan datang kunjungi Cafe Sheryl di jalan Wahidin nomor 26 kota Cirebon.


Docang "Ibu Sukarti" Kasepuhan


Satu lagi ulasan kuliner khas Cirebon, Docang, yang ingin diulas penulis Cirebon Kuliner. Kali ini adalah Docang "Ibu Sukarti" yang biasa nge-lapak di kawasan wisata Keraton Kasepuhan. Penulis Cirebon Kuliner berkesempatan mengunjungi warung Docang "Ibu Sukarti" dipagi hari sembari sekalian mencari menu sarapan pagi.

Kawasan wisata Keraton Kasepuhan memang salah satu andalan kota Cirebon dalam aspek wisata. Keraton Kasepuhan juga memang menjadi salah satu tujuan utama wisatawan lokal dan mancanegara yang ketika datang berkunjung ke kota Cirebon. Dan di sekitaran Keraton Kasepuhan ini, terdapat banyak sekali penjual kuliner, baik makanan maupun minuman.

Salah satu yang ada di pagi hari adalah Docang "Ibu Sukarti". Selain menu Docang, warung Docang "Ibu Sukarti" ini juga menjual Nasi Lengko yang juga merupakan kuliner khas dari kota Cirebon. Saat berkunjung, penulis memesan satu porsi Docang khas Cirebon ala warung Docang "Ibu Sukarti".


Kuliner murah meriah dari Cirebon ini memang tidak se-populer "saudara-saudaranya" seperti Empal Gentong atau juga Nasi Jamblang. Namun begitu, tetap saja tidak Docang adalah salah satu kuliner khas Cirebon yang dicari, di pagi hari ataupun di sore dan malam hari, paling tidak, oleh warga asli kota Cirebon.

Satu porsi Docang "Ibu Sukarti" ini hanya Rp 6.000,- saja. Murah, kenyang, pas sekali untuk sarapan. Jadi, bagi anda pembaca Cirebon Kuliner yang kebetulan sedang berkunjung ke kota Cirebon dan ada rencana mengunjungi Keraton Kasepuhan, bisa sekalian mencicipi salah satu kuliner khas dan otentik dari kota Cirebon, Docang, di warung Docang "Ibu Sukarti".

Oiya, Docang adalah salah satu kuliner khas kota Cirebon yang berisi lontong, daun singkong, tauge, parutan kelapa, dan disiram dengan kuah dage. Dage adalah tempe yang kembali mengalami proses penjamuran sehingga menghasilkan penampilan, aroma, dan cita rasa yang berbeda. Ada beberapa versi mengenai latar belakang sejarah Docang. Versi pertama menyebutkan bahwa pada awalnya, Docang dibuat untuk meracuni para Wali dan Pangeran dari Cirebon. Sedangkan versi lainnya menyebutkan Docang berasal dari makanan sisa para Wali yang diolah kembali menjadi kuliner baru, yaitu Docang.

Nasi Kuning Jln. Pekalangan


Setiap negara pasti memiliki menu sarapannya masing-masing yang juga berciri khas dan berkarakter masing-masing. Pun demikian halnya dengan Indonesia, negara kita ini memang termasuk yang banyak memiliki varian untuk menu sarapan, dari mulai bubur ayam, sampai nasi kuning. Dan nasi kuning adalah salah satu yang paling populer di seluruh Indonesia.

Walaupun sebetulnya nasi kuning juga digunakan untuk berbagai keperluan, terutama dalam acara-acara tertentu, nasi kuning juga banyak dicari masyarakat Indonesia untuk menu sarapan pagi, juga makan malam sebetulnya. Hampir pasti, di setiap kota di Indonesia memiliki masing-masing penjual nasi kuning favorit masyarakat kotanya.

Di kota Cirebon, ada beberapa penjual nasi kuning yang populer dan laris manis karena rasanya yang enak sehingga selalu dicari para pelanggan setianya. Salah satu yang pernah dibahas penulis Cirebon Kuliner adalah Nasi Kuning Ibu Mar yang terletak di jalan Kesambi, persis sebelum rel kereta. Jika Nasi Kuning Ibu Mar laris manis dinikmati masyarakat kota Cirebon di malam hari, maka nasi kuning yang akan diulas penulis Cirebon Kuliner kali ini, Nasi Kuning jalan Pekalangan, berjualan di pagi hari.

Sesuai namanya, Nasi Kuning jalan Pekalangan berlokasi di salah satu sudut jalan Pekalangan kota Cirebon, tepatnya di pinggir jalan di sudut jalan persimpangan jalan Pekalangan dan jalan Pandesan, di samping sebuah toko perlengkapan bayi. Jika pembaca Cirebon Kuliner tinggal tidak jauh dari lapak Nasi Kuning jalan Pekalangan tentunya sudah tahu tentang kepopuleran Nasi Kuning jalan Pekalangan ini.



Iya, seperti yang sudah diungkapkan penulis Cirebon Kuliner, Nasi Kuning jalan Pekalangan banyak dikunjungi penggemarnya di pagi hari. Begitu juga ketika penulis Cirebon Kuliner sengaja berburu kuliner pagi hari untuk sarapan. Setelah hunting, perhatian penulis Cirebon Kuliner tertuju saat melewati jalan Pandesan, dan berhenti di warung Nasi Kuning jalan Pekalangan ini.

Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner melihat bahwa tidak hanya nasi kuning saja yang dijual di lapak Nasi Kuning jalan Pekalangan ini, melainkan juga ada nasi uduk, dan bubur kacang ijo. Menu-menu makan yang ringan, cocok untuk sarapan. Yang penulis Cirebon Kuliner pesan adalah satu porsi nasi kuning dengan lauk utama telor bumbu pedas. Dengan harga tidak sampai Rp 10.000,- tentu tidak heran jika Nasi Kuning jalan Pekalangan ini digemari banyak masyarakat Cirebon.

Namun yang terpenting tentunya adalah rasanya. Dan rasanya, memang enak, nikmat. Pas sekali dinikmati pagi hari sebagai sarapan. Jadi, bagi warga kota Cirebon yang sedang mencari menu sarapan baru, atau ingin menikmati nasi kuning nikmat di pagi hari, bisa coba datangi warung Nasi Kuning jalan Pekalangan kota Cirebon.

Sate Ayam "Mangga Kersa"


Sate adalah salah satu kuliner Nusantara Indonesia yang mana di setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas masing-masing dalam kuliner sate khasnya. Salah satu yang paling populer adalah sate khas Madura. Penjual sate ayam atau kambing khas Madura menyebar di banyak kota di Indonesia. Di Cirebon pun begitu, penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah banyak mengulas kuliner sate ayam yang terdapat di kota Udang ini. Dan ini satu lagi kuliner sate ayam di kota Cirebon yang ingin diulas penulis Cirebon Kuliner.

Sebelumnya, penulis Cirebon Kuliner ingin menyampaikan informasi bahwa Sate Ayam "Mangga Kersa" jalan Tentara Pelajar kota Cirebon yang akan diulas penulis Cirebon Kuliner ini memiliki latar belakang cerita yang berkaitan dengan warung sate ayam Madura lainnya di kota Cirebon, yaitu Sate Madura "Cirebon Plaza" jalan Kartini kota Cirebon.


Iya, Sate Ayam "Cirebon Plaza" jalan kartini kota Cirebon adalah warung sate ayam khas Madura yang sudah ada cukup lama di kota Cirebon. Dahulu, hanya ada 1 Sate Ayam Madura "Cirebon Plaza" yaitu yang berada persis di seberang Hotel Cirebon Plaza kota Cirebon, dimiliki pasangan suami istri asli Madura yang kini sudah tiada. Kemudian membuka 4 cabang yang dikelola keluarganya, dan kini masih bersisa 3 lapak, yaitu yang berlokasi di seberang Hotel Cirebon Plaza jalan Kartini, di seberang Toko Aneka Buah jalan Kartini, dan di jalan Tentara Pelajar yang satu lapak dengan Bubur Sop Ayam "M. Kapi". Ketiga lapak sate ayam Madura ini sekarang dikelola secara terpisah oleh masing-masing "pewaris" dari pemilik pertama.

Dan warung Sate Ayam Madura "Mangga Kersa" adalah yang berlokasi di jalan Tentara Pelajar kota Cirebon, sebelum jembatan (siang hari merupakan toko sepeda "Bengawan"). Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah berlangganan dengan sate Madura "Cirebon Plaza" semenjak dulu, baik yang di seberang Hotel Cirebon Plaza, maupun yang di seberang toko buah "Aneka Buah". Dan penulis Cirebon Kuliner baru saja mencoba Sate Ayam Madura "Mangga Kersa" yang konon masih satu "warisan" dari Sate Ayam Madura "Cirebon Plaza".




Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan 15 tusuk sate ayam dengan lontong seharga tidak sampai Rp 20.000,-. Soal rasa, memang tidak jauh berbeda dengan "saudaranya" di jalan Kartini, enak. Hanya saja, tempat makan yang lebih luas dan lebih nyaman adalah nilai lebihnya. Selain itu, ada juga pilihan kuliner lain yang masih satu lokasi, yaitu Bubur Sop Ayam "M. Kapi" khas Cirebon yang populer juga dan sudah ada ulasannya di web ini. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang belum pernah coba Sate Ayam Madura "Mangga Kersa" jalan Tentara Pelajar, silahkan datang dan kunjungi.

Es Teler 77


Es Teler 77 adalah merk dagang bisnis kuliner dengan sistem franchise atau waralaba asal Indonesia yang sudah merambah ke luar negeri seperti, Australia, Singapura, dan Malaysia. Pada awalnya sebelum seperti saat ini, sekitar tahun 1981. Es Teler 77 hanyalah warung sederhana milik Ibu Murniati Widjaja di pelataran pertokoan Duta Merlin (sekarang Carrefour Harmony). Baru pada tahun 1987 Es Teler 77 sudah bersistem waralaba.

Cerita sebelumnya lagi berawal dari kiprah Ibu Murniati Widjaja yang berhasil memenangkan lomba membuat Es Teler di Jakarta. Es Teler itu sendiri adalah salah satu jajanan es khas Indonesia yang berisi buah-buahan segar yaitu alpukat, kelapa, dan nangka. Dan kini, Es Teler 77 tidak hanya menyajikan Es Teler saja, tetapi juga menyajikan berbagai makanan dan minuman dengan resep yang orisinil.

Kini, Es Teler 77 sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia, dan Cirebon adalah salah satunya tentu. Sebetulnya, dahulu bertahun-tahun yang lalu, Es Teler 77 sudah ada di kota Cirebon di daerah Kesambi, namun lama menghilang dan kini hadir lagi di beberapa mall di kota Cirebon, salah satunya di salah satu gerainya di Grage Mall kota Cirebon. Penulis Cirebon Kuliner pun menyempatkan diri untuk datang berkunjung.




Kunjungan penulis Cirebon Kuliner ini tentunya seperti biasa untuk membuat berita ulasan berdasarkan pengalaman langsung penulis saat mengunjungi dan mudah-mudahan dengan informasi berita dari penulis Cirebon Kuliner ini dapat memberi informasi bagi siapapun yang membutuhkan.

Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner melihat penampilan Es Teler 77 yang menarik, karena cerah dan terbuka, seperti kebanyakan tempat makan di mall tentunya. Saat masuk ke dalam, penulis melihat ada beberapa menu makanan dan minuman, di antaranya adalah nasi goreng, mie goreng, mie ayam, roti bakar, pisang bakar, kopi, dan tentu, es teler itu sendiri.

Penulis Cirebon Kuliner memesan menu paket, yaitu mie ayam pedas istimewa dan minuman teh dalam kemasan botol, seharga Rp 26.000,-. Dan tentu satu porsi es teler ukuran medium (lebih kecil dari reguler) seharga Rp 16.000,-. Harga standar untuk ukuran tempat makan di sebuah mall. Soal penampilan dan rasa, tergolong cukup menarik dan lumayan enak tentunya.

Tempat makan seperti ini memang paling cocok untuk makan bersama keluarga di akhir pekan. Jadi, bagi keluarga Cirebon yang belum pernah mencoba Es Teler 77, bisa datang kunjungi Es Teler 77 di Grage Mall kota Cirebon jalan Tentara Pelajar, atau di mall lainnya di kota Cirebon.


Mie Ayam Pedas Istimewa ala Es Teler 77

Es Teler

Pempek Jln. Lemahwungkuk


Bagi kita masyarakat Indonesia, tentu sudah sangat akrab dengan salah satu kuliner khas dari kota Palembang, yaitu Pempek. Ketenaran Pempek sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Hampir di setiap kota di Indonesia terdapat penjual pempek, baik yang asli dimiliki orang asli Palembang, maupun hanya warga lokal di kota.

Di kota Cirebon sendiri, pempek masih bisa dihitung jumlah penjualnya, terlebih yang rasa pempeknya enak. Salah satu yang pernah dibahas penulis Cirebon Kuliner adalah Pempek 99 yang terletak di jalan Bahagia kota Cirebon. Nah.. Tidak terlalu jauh dari Pempek 99, ada satu lagi penjual pempek khas Palembang yang juga sudah lama berjualan di Cirebon dan masih bertahan hingga artikel ulasan ini dibuat, yaitu Pempek di jalan Lemahwungkuk kota Cirebon.


Warung berukuran kecil di jalan Lemahwungkuk kota Cirebon ini sudah lama berjualan pempek khas Palembang. Pemiliknya pun warga keturunan yang dari logatnya jelas berasal dari Palembang. Hingga saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung ke warung Pempek jalan Lemahwungkuk, pemiliknya yang kini sudah berusia senja masih setia melayani langsung. Penulis Cirebon Kuliner sendiri memang sudah mengetahui keberadaan warung Pempek jalan Lemahwungkuk ini semenjak lama bertahun-tahun yang lalu. Dan kini berkesempatan untuk membuat ulasannya agar warung Pempek jalan Lemahwungkuk lebih dikenal masyarakat Cirebon.

Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi pempek kapal selam dan satu porsi pempek lenjer. Sambil berbincang-bincang dengan pemiliknya, penulis Cirebon Kuliner menikmati hidangan pempek dari warung Pempek jalan Lemahwungkuk ini. Rasanya masih sama dengan saat dahulu penulis Cirebon Kuliner masih berlangganan pempek di warung ini.

Walaupun sederhana, namun pempek jalan Lemahwungkuk kota Cirebon ini cukup istimewa karena daging ikan yang terdapat dalam pempeknya sangat terasa. Artinya, pempek di jalan Lemahwungkuk ini membuat pempek tidak dengan sembarang cara dan asal jadi, tapi tetap mengutamakan kepuasan pembelinya dengan memberi porsi daging ikan yang cukup banyak sehingga menghasilkan cita rasa yang nikmat. Begitu juga dengan kuahnya, pas rasanya.

Satu porsi pempek kapal selam dan satu porsi pempek lenjer ini seharga Rp 17.000,-. Harga yang cukup terjangkau jika dibandingkan rasa pempek yang disajikan. Tentu, berbeda dengan pempek yang dijual di pinggir jalan atau di sekolah-sekolah anak-anak yang berharga murah karena daging ikannya yang tidak terlalu banyak juga.

Jadi, bagi warga Cirebon dan pembaca Cirebon Kuliner yang ingin menikmati pempek asli Palembang dengan rasa yang enak dan harga terjangkau, silahkan kunjungi warung Pempek khas Palembang di jalan Lemahwungkuk kota Cirebon.

Nasi Lengko "Bahagia"


Kembali, penulis Cirebon Kuliner mengulas salah satu tempat makan penjual kuliner khas Cirebon, nasi lengko. Kali ini adalah warung Nasi Lengko "Bahagia". Masyarakat Cirebon tentunya sudah tahu mengapa dinamakan Nasi Lengko "Bahagia". Iya, karena terletak di jalan Bahagia kota Cirebon. Atau dalam istilah trendnya, jalan Belgia atau 'Belokan Bahagia'.

Dan seperti kebanyakan warung nasi lengko khas Cirebon, warung Nasi Lengko "Bahagia" di jalan Bahagia ini juga menjual sate kambing sebagai pendamping nasi lengko khas Cirebon. Nasi lengko khas Cirebon, memang paling nikmat dinikmati dipagi hari sebagai sarapan. Oleh karena alasan itu juga penulis Cirebon Kuliner datang mengunjungi Nasi Lengko ""Bahagia" ini di pagi hari.





Saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan setengah porsi nasi lengko khas Cirebon dan 5 tusuk sate kambing. Semuanya ini tidak sampai Rp 20.000,-. Harga yang cukup terjangkau mengingat ada sate kambing dalam menunya. Apalagi ditambah rasanya yang nikmat, terutama aroma khas dari nasi lengko khas Cirebon yang merpakan perpaduan dari aroma gurihnya gorengan tempe dan tahu, dipadu sayuran dan bawang goreng.

Nasi lengko khas Cirebon memang salah satu kuliner khas Cirebon yang paling sehat karena isiannya yang terdiri dari protein nabati (tahu tempe) dan juga ada sayuran seperti tauge dan mentimun, serta bumbu kacang. Walaupun isiannya terbilang sederhana dan semua orang bisa membuatnya, namun tetap saja tidak semuanya bisa membuat nasi lengko yang sedap. Dan salah satu warung nasi lengko yang menjual nasi lengko yang sedap adalah di warung Nasi Lengko "Bahagia". Silahkan mencoba.

Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.