Rujak Gado-Gado khas Cirebon "Parujakan"


Dari namanya, mungkin sedikit membingungkan. Penulis Cirebon Kuliner sendiri agak bingung saat pertama membacanya. Penulis Cirebon Kuliner pun berkesempatan mengunjungi warung Rujak Gado-gado "Parujakan" ini. Warung ini terletak di seberang stasiun Kereta Api Parujakan kota Cirebon. Warung Rujak Gado-gado "Parujakan" ini hampir setiap saat ramai dipadati para pelanggannya, terutama di jam-jam makan siang, dan agak sore.

Saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner datang di pagi hari, warung ini belum begitu ramai, tapi sudah ada beberapa pengunjung yang datang. Penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi kuliner yang disebut sebagai "rujak" gado-gado khas Cirebon ini. Melihat dari cara pembuatan dan isiannya, nampaknya sebetulnya sama saja dengan gado-gado uleg (bukan gado-gado kuah).




Namun dari rasanya, ada sedikit perbedaan memang, dibandingkan dengan gado-gado uleg, "rujak" gado-gado ini terasa lebih "cair" atau encer bumbunya. Dari isian, tidak jauh berbeda, ada lontong (opsional), kentang, beberapa macam sayuran, tahu, dan telur, serta krupuk udang sebagai pelengkapnya. Harganya, Rp 14.000,- per porsi. Lumayan tinggi, tapi sebanding kok  dengan rasanya yang memang nikmat.

Bagi penggemar gado-gado, terutama gado-gado uleg, warung Rujak Gado-gado "Parujakan" ini sangat layak dicoba, selai rasanya yang enak, tempatnya juga cukup nyaman, dan pelayanannya pun ramah. Pas sekali dinikmati sebagai makan siang atau saat sore hari.


"Rujak" Gado-Gado Parujakan, Cirebon

"Juragan" Coffee Jln. Kartini (Masjid At-Taqwa)


Kopi, minuman yang disukai sebagian besar masyarakat di seluruh dunia. Bahkan kini, sudah menjadi budaya meminum kopi. Lebih jauh lagi, minuman kopi yang dihadirkan dalam bentuk kedai-kedai kopi yang menarik, semakin menambah kenikmatan dalam meminum kopi. Apapun jenis minuman kopinya, dari kopi tubruk tradisional, sampai kopi dengan dasar espresso yang dibuat dengan menggunakan mesin espresso.

Di kota Cirebon, kedai kopi atau coffee shop sedang sangat menjamur, mulai dari kedai kopi bertaraf internasional yang sudah bersistem franchise atau waralaba, hingga kedai kopi lokal asli kota Cirebon. Yang level lokal Cirebon saja, penulis Cirebon sudah menghitung ada kurang lebih 5 kedai kopi berbentuk "cafe", belum kedai kopi sederhana dengan bentuk warung tenda kaki lima. Dan kini, satu lagi yang baru hadir di tahun 2014 ini, yaitu "Juragan" Coffee.

Pada awalnya, yang penulis Cirebon Kuliner tahu, "Juragan" Coffee hadir dalam konsep mobile atau berkeliling dengan menggunakan mobil. Namuns secara tidak sengaja, penulis Cirebon Kuliner menemukan "Juragan" Coffee juga sudah membuka cafe permanennya di komplek Masjid At-Taqwa, jalan Kartini kota Cirebon.



Cukup unik memang, di pertengahan komplek sebuah masjid besar di kota Cirebon bisa menemukan sebuah kedai kopi kecil berkonsep sederhana. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memeperhatikan bahwa "Juragan" Coffee menggunakan mesin espresso sederhana standar rumahan, bukan standar cafe. Namun begitu, apapun "level" mesin espresso yang digunakan, tidak menjadi pokok bahasan utama. Mungkin, yang terpenting adalah secara keseluruhan kedai kopinya itu sendiri, dan beserta kopi racikannya tentunya.

Penulis Cirebon Kuliner melihat, "Juragan" Coffee di komplek Masjid At-Taqwa jalan Kartini kota Cirebon ini cukup serius menjalanka bisnisnya. Dengan konsep yang sederhana, kedai kopi "Juragan" Coffee ini cukup menarik, baik bagi penikmat kopi biasa, maupun yang sudah sangat menggemari kopi, khususnya minuman kopi dengan dasar espresso dengan menggunakan mesin espresso.

Minuman kopi yang disajikan di "Juragan" Coffee ini diantaranya espresso, cappuccino, caffe latte, americano (tidak ada macchiato yang juga sebenarnya ber-basic dari espresso). "Juragan" Coffee juga menawarkan berbagai pilihan biji kopi dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Toraja, Flores, Bali, sampai jenis kopi Luwak.

Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan hot cappuccino dengan pilihan biji kopi Toraja, dengan cemilan sosis. Satu cangkir cappuccino panas ala "Juragan" Coffee ini dijual dengan harga Rp 11.000,- saja, sedangkan sosisnya Rp 13.000,-, cukup terjangkau. Hasilnya, dengan menggunakan mesin espresso standar rumahan, tentunya berbeda dengan mesin espresso standar cafe, namun, tentu ini soal selera. Karena menurut penulis Cirebon Kuliner, minuman kopi itu bagaikan pakaian. Masing-masing penimun kopi memiliki style atau gayanya masing-masing untuk kopi pilihannya.

Maksudnya? Ada yang menyukai kopi sachet seharga Rp 1.000,- sampai Rp 1.500,-, ada juga yang menykai kopi yang dibuat dengan mesin espresso ber-standar cafe. Tentu, terlalu naif jika kita mengganggap kopi paling enak adalah yang dibuat dengan mesin espresso mahal, sedangkan kopi sachet tidak nikmat sama sekali, karena sekali lagi, ini soal selera terhadap minuman kopi.

Oke, kembali lagi ke "Juragan" Coffee. Menurut penulis Cirebon Kuliner, cappuccino ala "Juragan" Coffee ini cukup nikmat. Sangat layak dijadikan opsi pilihan bagi penikmat kopi yang ingin menikmati kopi cappuccino yang bukan sachet, yang dibuat dengan mesin espresso ala cafe. Jadi, apabila ada pembaca Cirebon Kuliner yang gemar meminum kopi, tentu harus coba racikan kopi dari "Juragan" Coffee di komplek Masjid At-Taqwa jalan Kartini kota Cirebon ini.

Cappuccino ala "Juragan" Coffee

Ayam Goreng Bahagia "Ibu Ramlah" Jln. Yos Sudarso


Bagi masyarakat kota Cirebon, mungkin sudah mengerti maksud dari ayam goreng "Bahagia" dalam artikel ulasan ini. Yup, kawasan jalan Bahagia kota Cirebon sudah sejak lama terkenal dengan rumah makannya yang menyediakan ayam goreng kampung khas Cirebon. Dahulu, ada beberapa rumah makan kecil yang menjual ayam goreng kampung, kini di jalan Bahagia kota Cirebon hanya ada satu saja penjual ayam goreng kampung "Bahagia". Penjual-penjual lainnya kini sudah menyebar ke berbagai wilayah di kota Cirebon, dan sudah pernah diulas penulis Cirebon Kuliner juga tentunya.

Nah, salah satu penjual yang "menyebar" itu adalah Ibu Ramlah yang kini berjualan ayam kampung goreng "Bahagia" khas jalan Bahagia kota Cirebon. Tepatnya, di kawasan jalan Yos Sudarso kota Cirebon, Ibu Ramlah membuka lapak jualan Ayam Goreng Bahagia "Ibu Ramlah." Bagi masyarakat kota Cirebon, ayam kampung goreng khas jalan Bahagia kota Cirebon ini memiliki cita rasa khas yang nikmat.


Penulis Cirebon Kuliner pun menyempatkan diri datang berkunjung ke warung Ayam Goreng Bahagia "Ibu Ramlah" jalan Yos Sudarsono kota Cirebon ini. Di warung tenda kaki lima nan sederhana ini, pembaca Cirebon Kuliner tentu dapat menikmati ayam kampung goreng khas jalan Bahagia kota Cirebon, tentunya dengan harga yang lebih miring.

Penulis Cirebon Kuliner memsesan satu porsi ayam kampung goreng bagian paha, yang dijual dengan harga Rp 14.000,- saja per porsinya. Lengkap dengan nasi dan teh tawar hangat, harga yang harus dibayar masih di bawah Rp 20.000,-, harga yang cukup terjangkau tentunya. Soal rasa, sebetulnya soal selera penikmatnya,. Yang pasti, menurut penulis Cirebon Kuliner, setelah mencicipi langsung, patut dicoba!

Jadi bagi penggemar ayam kampung goreng khas kawasan jalan Bahagia kota Cirebon, ada alternatif warung penjual ayam kampung goreng ini, yaitu warung Ayam Goreng Bahagia "Ibu Ramlah" jalan Yos Sudarsono. Selamat menikmati!


Ayam Kampung Goreng khas kawasan jalan Bahagia ala warung "Ibu Ramlah" jalan Yos Sudarso kota Cirebon

Gado-Gado Jln. Winaon


Untuk yang ke sekian kalinya, penulis Cirebon Kuliner membuat ulasan mengenai penjual gado-gado di kota Cirebon. Setelah beberapa warung gado-gado yang populer di kota Cirebon, kini satu lagi warung penjual gado-gado di kota Cirebon yang menurut penulis Cirebon Kuliner patut dicoba, yaitu warung Gado-Gado Jln.Winaon.

Sesuai namanya, warung Gado-Gado Jln.Winaon terletak di kawasan jalan Winaon kota Cirebon, tepatnya di emperan jalan Winaon sebelah kanan jalan dari arah lampu merah menuju pasar traisional Kanoman kota Cirebon. Warung Gado-Gado Jln.Winaon ini menjual gado-gado siram atau kuah, bukan gado-gado uleg. Selain itu, warung Gado-Gado Jln.Winaon ini juga menjual beberapa menu lainnya seperti sop dengkil sapi, sop buntut, sop daging, dan nasi lengko khas Cirebon.

Satu porsi gado-gado ala warung Gado-Gado Jln.Winaon ini dijual dengan harga Rp 10.000,- saja. Dengan isian yang cukup komplit, ada suwiran daging ayam, dan beberapa sayuran, gado-gado siram ini memang paling cocok dijadikan sarapan pagi. Namun begitu, tetap nikmat untuk makan siang bagi yang ingin. Jadi, bagi masyarakat kota Cirebon yang tinggal tidak jauh dari jalan Winaon dan ingin mencari gado-gado atau sop daging, sop dengkil sapi, atau sop buntut, boleh coba di warung Gado-Gado Jln.Winaon kota Cirebon ini.




Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.