Waroeng Sosis, Jln. DR. Cipto


Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang sedang mencari bisnis kuliner bersistem franchise atau waralaba, ini dia satu lagi informasi dari penulis Cirebon Kuliner. Adalah Waroeng Sosis, yang kini biasa buka lapak tenda kaki lima di depan SMAN 2 jalan Cipto kota Cirebon. Dari namanya, pembaca Cirebon Kuliner tentu sudah dapat menebak kuliner apa yang coba ditawarkan Waroeng Sosis ini.

Betul, sosis. Sosis bratwurst ala Jerman adalah kuliner yang dihadirkan Waroeng Sosis. Sebelum membahas lebih jauh soal sosisnya, mari bicara sedikit dahulu mengenai Waroeng Sosis itu sendiri. Waroeng Sosis adalah merk bisnis franchise asal kota Bandung yang sudah ada cabang di beberapa kota di Indonesia, termasuk Cirebon. Bahkan, penulis Cirebon Kuliner mendapatkan informasi langsung dari sang pemilik Waroeng Sosis di jalan Cipto kota Cirebon bahwa, beliau ini selain franchisee atau pembeli franchise Waroeng Sosis dari Bandung, juga sebagai Master Dealer.

Artinya, pemilik Waroeng Sosis di Cirebon ini adalah semacam agen tunggal Waroeng Sosis. Artinya lagi, bagi siapa saja masyarakat yang tertarik dengan Waroeng Sosis dan ingin membeli franchise-nya untuk membuka cabang di lokasi tertentu, pemiliki Waroeng Sosis di Cirebon ini adalah the man to talk to. Okey, sekarang mari bahas menu kulinernya.



Waroeng Sosis menawarkan menu kuliner sosis bratwurst ala Jerman. Dimana, sosis daging sapi disajikan dengan dipanggang dengan cita rasa rempah-rempah yang khas. Selain sosis daging sapi, Waroeng Sosis juga menyediakan sosis bratwurst dari daging ayam. Variannya, Waroeng Sosis menawarkan empat pilihan sosis bratwurst, yaitu Cheezy, German, Blackpepper, dan Chicken. Masing-masing bisa dipesan dengan pilihan ukuran, small, large, dan jumbo.

Saat berkunjung, yang penulis Cirebon Kuliner pesan adalah Cheezy Bratwurst ukuran large seharga Rp 16.000,-. Saat pesanan datang dan mencicipi, menurut penulis Cirebon Kuliner Cheezy Bratwurst ala Waroeng Sosis ini enak rasanya. Cukup lezat, walaupun hadir tanpa elemen pelengkap lainnya dalam makanan, misalnya, kentang sebagai sumber karbohidratnya, dan juga sayuran sebagai sumber vitaminnya. Walaupun begitu, tetap enak kok. Dan dengan alasan ini juga, penulis Cirebon Kuliner mengkategorikan Waroeng Sosis ini dalam kategori "Makanan Ringan/Jajanan Berat" karena tidak ada unsur karbohidrat dan vitamin/serat, hanya protein saja dari sosis.

Sehingga menurut penulis Cirebon Kuliner, Waroeng Sosis paling cocok dijadikan pilihan bagi para kawula muda yang ingin mencari tempat tongkrongan kaki lima yang cukup nyaman, dengan pilihan menu cemilan yang agak mengenyangkan dan harga cukup terjangkau. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang ingin mencicipi sosis dengan cita rasa ala Jerman, silahkan datang dan cicipi berbagai varian sosis bratwurst ala Jerman di Waroeng Sosis jalan DR Cipto kota Cirebon, tepatnya persis di depan SMAN 2. Buka dari sore sekitar pukul 17:00 hingga tengah malam.

 




UPDATE 3 Maret 2013

Penulis Cirebon Kuliner berkesempatan kembali mengunjungi Waroeng Sosis di jalan DR Cipto, depan SMAN 2 kota Cirebon. Kali ini, penulis Cirebon Kuliner datang atas undangan langsung dari sang pemilik. Dengan senang hati dan bangga, tentunya penulis Cirebon Kuliner datang berkunjung kembali.

Di kesempatan kedua ini, penulis Cirebon Kuliner disajikan dua porsi sosis Bratwurst khas Jerman ala Waroeng Sosis ukuran jumbo, dengan rasa blackpepper dan cheezy. Melihat ukurannya saja, penulis Cirebon Kuliner sudah sangat yakin kalau dua porsi sosis Bratwurst khas Jerman ala Waroeng Sosis ini akan sangat mengenyangkan.

Sebelumnya, penulis Cirebon Kuliner mencoba sosis Bratwurst ukuran large dengan rasa Cheezy atau keju. Saat menghirup aroma sosis Bratwurst khas Jerman ala Waroeng Sosis dengan rasa blackpepper, aromanya memang menggoda sekali, begitu juga dengan penampilannya, khas sosis bakar dari negara Jerman.


Dan rasanya, sesuai penampilan dan aromanya, enak. Harganya pun relatif murah, Rp 19.000,- saja. Waroeng Sosis memang sengaja memenuhi kebutuhan para penggemar sosis, khususnya sosis Bratwurst khas Jerman yang disajikan dengan dibakar, dengan aroma rempah yang khas. Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang paham, tentu tahu bahwa harga sosis Bratwurst khas Jerman, yang disajikan di restoran, dengan penampilan yang lebih menarik, dan bahan makanan pendukung lainnya seperti kentang, sayuran, dan lain-lainnya, akan berharga cukup tinggi.

Mungkin, itu adalah satu dari beberapa background hadirnya Waroeng Sosis. Supaya masyarakat bisa menikmati lezatnya sosis Bratwurst khas Jerman. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang ingin menikmati kelezatan sosis Bratwurst khas Jerman dengan harga terjangkau, silahkan coba di Waroeng Sosis yang biasa mangkal di depan SMAN 2, jalan DR Cipto kota Cirebon.

Martabak "Favorit"


Sudah cukup banyak ya kuliner martabak yang dibahas penulis Cirebon Kuliner? Satu lagi martabak Bangka Belitung di kota Cirebon yang menurut penulis Cirebon Kuliner recommended karena rasanya yang memang lezat sekali. Adalah Martabak Babel (Bangka Belitung) "Favorit" di jalan Ciremai Raya, Perumnas kota Cirebon.

Sebelum berkunjung ke Martabak "Favorit" di Perumnas ini, penulis Cirebon Kuliner sudah memperhatikan bahwa warung Martabak "Favorit" ini setiap malam selalu ramai dikunjungi para pelanggannya dari berbagai daerah di Cirebon. Iya, nampaknya Martabak "Favorit" ini memang sudah cukup populer di hati para penggemar martabak di kota Cirebon.

Akhirnya, penulis Cirebon Kuliner menyempatkan diri untuk mengunjungi Martabak "Favorit." Dan saat berkunjung, selalu, Martabak "Favorit" diramaikan oleh para pelanggannya yang hendak menikmati kelezatan martabak asin maupun manis. Terpaksa, mau tidak mau, penulis Cirebon Kuliner harus ikut mengantri menunggu waktu sampai martabak manis keju susu kesukaan penulis siap dinikmati.


Soal harga, Martabak "Favorit" tidak mematok harga yang tinggi walaupun sangat laris dibeli setiap malam oleh para penikmat martabak yang setia membeli martabak di Martabak "Favorit." Martabak "Favorit" mematok harga yang menurut penulis Cirebon Kuliner relatif standar seperti martabak-martabak lainnya di Cirebon, bahkan mungkin bisa dibilang relatif murah.

Untuk martabak keju susu pesanan penulis Cirebon Kuliner dengan adonan biasa, cukup Rp 25.000,- saja. Iya, Martabak "Favorit" menawarkan tiga jenis adonan untuk martabak yang dipesan pembeli, adonan ekonomis, biasa, dan special. Yang terakhir tentunya adalah yang paling tinggi harganya. Namun, dengan adonan biasa saja, martabak keju susu ala Martabak "Favorit" yang penulis beli, rasanya sudah lezat sekali. Menurut penulis Cirebon Kuliner, Martabak "Favorit" adalah salah satu martabak terbaik di kota Cirebon selain Martabak "Kanada" atau juga Martabak "Queen" dan Martabak "Sinar Bulan" yang juga pernah diulas penulis Cirebon Kuliner.

Jadi, bagi para pembaca Cirebon Kuliner penggemar martabak yang belum mencicipi Martabak "Favorit" silahkan coba. Lokasi Martabak "Favorit" ada di jalan Ciremai Raya F8, sebelah kiri jalan, setelah jembatan Larangan, dari arah lampu merah By Pass - Perumnas kota Cirebon.


Sukasuki


Cirebon semakin ramai oleh munculnya tempat-tempat makan baru yang mencoba menawarkan berbagai kelebihan atau keunggulan. Salah satu yang baru-baru ini muncul adalah rumah makan yang mencoba menawarkan hidangan kuliner Jepang, yaitu Sukasuki, berlokasi di jalan Sukalila Selatan, sebelah kanan jalan, setelah Roti dan Pisang Bakar "Golden" dari arah jalan Siliwangi.

Sebelum berkesempatan mencicipi hidangan kuliner di resto Sukasuki, penulis Cirebon Kuliner sudah lama tertarik untuk berkunjung karena penampilan restonya yang cozy dan ada nuansa romance dengan cahaya-cahaya lampu yang sedikit temarang. Sukasuki, menawarkan tempat makan yang nyaman, nuansa rumahan, juga ada pilihan outdoor dengan nuansa berbeda.



Saat akhirnya berkunjung, penulis Cirebon Kuliner mendapati bahwa menu andalan Sukasuki adalah shabu-shabu, yaitu kuliner khas Jepang yang berisi irisan tipis daging ataupun sayuran, yang kemudian dimasak sendiri oleh pengunjung yang memesan dan akan menikmati shabu-shabu. Di Sukasuki, shabu-shabu khas Jepang yang ditawarkan cukup lengkap, namun penulis Cirebon Kuliner hanya memesan satu prosi crab roll.

Menu lain yang penulis Cirebon Kuliner pesan adalah kentang lada hitam, nasi goren gila, dan chicken katsu. Jujur, penulis Cirebon Kuliner agak terkejut dengan minimnya menu kuliner Jepang lainnya selain shabu-shabu, tapi justru ada cukup banyak varian menu kuliner lainnya, seperti nasi goreng, kwetiauw, dan lain-lain. Namun, menurut penulis Cirebon Kuliner, keunggulan Sukasuki dibanding resto lainnya adalah harga! Iya, harga menu-menu kuliner di Sukasuki ini tergolong sangat murah, mulai dari di bawah Rp 10.000-an saja!

Untuk yang penulis Cirebon Kuliner pesan saja, semuanya tidak sampai Rp 60.000,-. Harga ini tentunya murah mengingat kelebihan lain yang dimiliki Sukasuk, yaitu tempat yang nyaman, dan satu lagi, pelayanan para pramusajinya yang begitu ramah dan welcoming kepada setiap pengunjung Sukasuki yang datang. Jadi, bagi para pembaca Cirebon Kuliner yang ingin mencoba shabu-shabu khas Jepang atau menu lainnya, silahkan coba Sukasuki di jalan Sukalila Selatan kota Cirebon, buka setiap hari kecuali hari Senin, dari sekitar pukul 16:00 sampai dengan 23:00, dan untuk weekend Sukasuki buka hingga lewat tengah malam.




Bubur Ayam "Wahidin"


Nampaknya, bisnis kuliner bubur ayam dengan konsep kaki lima semi permanen sedang digemari masyarakat Cirebon, terbukti dengan semakin banyaknya bisnis-bisnis serupa yang menjual produk kuliner untuk sarapan. Sebelumnya, penulis Cirebon Kuliner sudah membahas tentang Bubur Ayam "Lurah" yang terletak di jalan Pemuda kota Cirebon, kini penulis mencicipi kuliner serupa dengan beda brand, yaitu Bubur Ayam "Wahidin."

Sesuai namanya, Bubur Ayam "Wahidin" terletak di jalan Wahidin kota Cirebon. Tepatnya di sebelum lampu merah persimpangan jalan Wahidin - jalan Pilang Raya, di sebelah kanan jalan, sekitaran seberang kantor PT. Taspen. Bubur Ayam "Wahidin" menyediakan kuliner bubur ayam lengkap dengan sate ati ampela, juga usus ayam.


Kuliner bubur ayam seperti ini memang cocok sekali untuk dijadikan sebagai sarapan. Terutama bagi masyarakat yang agak malas atau kesulitan mencari sarapan ringkas di sekitaran pukul 6 pagi, Bubur Ayam "Wahidin" memang bisa dijadika solusi. Karena selain menu kulinernya yang cocok untuk sarapan, juga bisa dimakan di tempat, karena Bubur Ayam "Wahidin" menyediakan meja dan kursi untuk para pengunjungnya menikmati bubur ayam.

Jadi, bagi para pembaca Cirebon Kuliner yang bingung mencari sarapan di luar rumah yang enak, bersih, praktis, silahkan coba Bubur Ayam "Wahidin" di jalan Wahidin kota Cirebon, dengan menu bubur ayam komplit dengan sate ati ampela dan usus, dengan harga Rp 7.000,- untuk bubur ayamnya saja.


Bebek Blengong Jln. Tuparev


Kota Cirebon memang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kota pemuas nafsu para pecinta kuliner di seluruh Indonesia. Terbukti dengan setiap akhir minggu Cirebon sudah semakin sesak dengan kedatangan para wisatawan dari luar kota Cirebon yang ingin mengunjungi Cirebon dengan berbagai tujuan wisata. Dari mulai wisata religi, budaya, hingga kuliner tentunya.

Dunia kuliner Cirebon memang semakin ramai dan variatif, dari kelas pikulan, gerobak dorong, kaki lima, hingga restoran atau rumah makan yang tergolong mewah. Salah satunya yang mulai ramai penggemarnya, warung makan kaki lima Bebek Blengong khas Brebes, yang lapaknya terletak di jalan Tuparev, persis di seberang dealer motor Suzuki, sebelum lampu merah Gunung Sari, biasa buka sore hingga malam hari.


Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner mendapati warung ini semakin ramai penggemar semenjak kemunculannya beberapa waktu lalu. Hal ini mungkin dikarenakan menu kuliner yang tergolong baru, yaitu bebek blengong. Penulis Cirebon Kuliner sendiri baru mendengarnya. Untuk itu, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi bebek blengong, supaya bisa berbagi pengalaman dengan para pembaca Cirebon Kuliner lainnya.

Bebek Blengong rupanya adalah kuliner khas Brebes, kota tetangga Cirebon. Bebek Blengong menyajikan daging bebek yang dibakar, kemudian di potong kasar beberapa bagian saja. Yang kemudian dilumuri semacam bumbu kacang yang gurih dan sedap. Satu porsi bebek blengong ini dijual dengan harga Rp 18.000,- dengan satu porsi nasi. Harga yang cukup pasaran untuk ukuran bebek kaki lima.

Rasa bebek blengong menurut penulis Cirebon Kuliner mirip-mirip seperti sate, mungkin karena penggunaan teknik bakar, dan penggunaan bumbu kacang sebagai bumbu utamanya. Rasanya gurih, sedap, cocok sekali dinikmati di malam hari sebagai hidangan makan malam di Cirebon. Pembaca Cirebon Kuliner kini mempunyai satu lagi alternatif lain untuk makan malam, yaitu di warung makan Bebek Blengong di jalan Tuparev di seberang warung sate "H. Herman."



Mie "Bahagia"


Buat penggemar kuliner mie, khususnya di Cirebon, satu lagi warung makan mie di Cirebon yang sudah penulis Cirebon Kuliner cicipi dan akan diulas sekarang ini, Mie "Bahagia." Dari namanya, pembaca Cirebon Kuliner yang warga asli Cirebon, tentu sudah dapat menerka dimana letak warung makan mie ini.

Betul, Mie "Bahagia" terletak di jalan Bahagia kota Cirebon, tepatnya di tempat fitness Mastra yang sudah lama ada di Cirebon. Mie "Bahagia" menyediakan menu mie yamin dengan isian ayam, jamur, baso, pangsit, tahu siomay, dan irisan perkedal ayam yang digoreng crispy.




Iya, ini yang membedakan Mie "Bahagia" dengan mie lainnya. Mie yamien ala Mie "Bahagia" ini dilengkapi dengan irisan perkedel campur daging yang digoreng kering dengan tepung, rasanya enak sekali, gurih asin, pas sekali dikombinasikan dengan mie yamien ala Mie "Bahagia" yang juga nikmat.

Soal tempat, Mie "Bahagia" ini cukup nyaman dengan kebersihan yang cukup dan tempat yang bisa menampung beberapa pengunjung.Hidangan kuliner mie di Mie "Bahagia" ini berharga kisaran Rp 10.000,- sampai dengan Rp 17.000,-. Menurut penulis Cirebon Kuliner, mie yamien di Mie "Bahagia" ini layak dicoba.


"FUGO" Snack Station


Setiap kita tentu memiliki memori-memori tertentu mengenai hal-hal tertentu, yang seringkali tidak dapat kita lupakan. Dan biasanya, baik disengaja atau tidak, seringkali dengan seketika teringat akan memori-memori tersebut ketika melihat/merasakan sesuatu. Memori-memori ini tentunya bisa dalam berbagai hal, lagu, tempat, aroma tertentu, acara televisi, apa saja. Dan tentu, yang ingin penulis Cirebon Kuliner bahas kali ini adalah memori mengenai kuliner masa lalu.

Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang mengalami masa kecil di tahun 1980 s/d 1990-an, tentunya memiliki ingatan, kenangan, atau memori tersendiri mengenai jajanan atau snack ringan yang biasa dibeli dan dinikmati sewaktu kecil dulu. Sebut saja, Krip-krip, Anak Mas, Fuji, Ribut, atau jajanan-jajanan kampung seperti gulali balon, sawang-sawangan, klitik, dan masih banyak lagi. Hehehe... siapa yang sampai kalimat ini, langsung terbayang masa kecil dulu?

Kenangan-kenangan yang kita rasakan saat mengingat jajanan-jajanan itu tentu berbeda-beda, namun apapun dan bagaimanapun memori itu, tentunya memiliki makna tersendiri bagi kita, dan mudah-mudahan, indah. Nah.. untuk mencari jajanan-jajanan tersebut, saat ini tentu sudah susah susah gampang. Namun di "FUGO" Snack Station yang terletak di jalan Ampera kota Cirebon, kita masih bisa berkesempatan untuk menemui, melihat, bahkan merasakan kembali memori-memori itu melalui rasa dari snack yang kita gemari.




Yup, "FUGO" Snack Station adalah sebuah toko kecil di jalan Ampera yang menyediakan, dan menjual makanan-makanan ringan, yang kebanyakan adalah jajanan jadul atau yang sudah sulit kita temui, walaupun tentunya ada juga snack yang modern yang kini banyak digemari masyarakat. Sang founder dari "FUGO" Snack Station ini memang memiliki niatan berbisnis dengan latar belakang motivasi yang unik dan baik sekali, berbisnis sekaligus melestarikan makanan-makanan ringan atau jajanan jaman dulu yang mungkin sudah langka!

Penulis Cirebon Kuliner sendiri secara pribadi tentu sangat mendukung motivasi para pendiri "FUGO" Snack Station ini. Penulis Cirebon Kuliner berharap, "FUGO" Snack Station dapat menjalankan bisnis dan niatannya sekaligus, sehingga "FUGO" Snack Station tetap dapat bertahan, begitu juga jajanan-jajanan jadul nan langka pun dapat dilestarikan sampai generasi-generasi berikutnya. Yuk, kita kunjungi "FUGO" Snack Station di jalan Ampera kota Cirebon!
















Ayam Panggang "Alas Demang"


Di kota Cirebon, ada sebuah rumah makan kecil yang menawarkan ayam panggang sebagai menu utamanya. Itu dulu sekali, kini, rumah makan kecil nan sempit itu telah berubah menjadi restoran yang cukup besar dan masih bertahan hingga saat ini, "Alas Demang."

Yup, yang merasa orang asli Cirebon, tentu tahu dong Rumah Makan Ayam Panggang "Alas Demang"? Rumah Makan Ayam Panggang "Alas Demang" ini menawarkan menu ayam panggang sebagai menu andalannya, lengkap dengan lalab dan sambal tentunya. Selain itu, Rumah Makan Ayam Panggang "Alas Demang" juga menyediakan menu ayam goreng, usus goreng, sayur asem, dan menu-menu lainnya.

Rumah Makan Ayam Panggang "Alas Demang" terletak di jalan Kebon Belimbing kota Cirebon. Rumah Makan Ayam Panggang "Alas Demang" memiliki fasilitas tempat makan yang cukup nyaman dan besar. Hingga saat ini, Rumah Makan Ayam Panggang "Alas Demang" masih memiliki penggemar setianya, dan masih terus bertambah tentunya.



Penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi ayam panggang dan ayam goreng. Setelah mencicipi, rasanya masih sama enaknya, bahkan sambalnya pun tidak berubah! Masih seperti dahulu ketika penulis Cirebon Kuliner masih anak-anak bersama keluarga menyantap ayam panggang di sini. Satu potong (paha/dada saja) ayam panggang atau goreng ala Rumah Makan Ayam Panggang "Alas Demang" ini berharga Rp 15.000,- saja.

Menurut penulis Cirebon Kuliner, harga ini tentu tergolong murah untuk ukuran rumah makan yang sudah berpengalaman dan tetap eksis di Cirebon, rumah makan yang sudah cukup tua, dengan kualitas rasa yang tetap terjaga kelezatannya. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang penasaran, silahkan datang dan icipi ayam panggang dari Rumah Makan Ayam Panggang "Alas Demang" di jalan Kebon Belimbing kota Cirebon.

Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.