Warung "Leko"


Warung "Leko," tempat makan berkonsep resto nyaman, yang merupakan anak cabang dari warung-warung "Leko" lainnya yang sudah ada di kota-kota besar di Indonesia, juga telah hadir di kota Cirebon. Dengan konsep resto ini, Warung "Leko" memang tampil menawan dan berkesan bonafid.

Penulis Cirebon Kuliner menyempatkan diri untuk datang berkunjung dan mencicipi bagaimana Warung "Leko" itu. Dari luar, Warung "Leko" yang berlokasi di jalan Kesambi, sebelah kanan jalan sebelum LP Kesambi dari arah RS Gunung Jati ini nampak begitu cozy. Begitu masuk, suasana yang lebih nyaman lagi langsung singgap.

Dengan tatanan interior yang baik, menjadikan Warung "Leko" ini resto yang mempunyai nuansa tersendiri di kota Cirebon. Menu-menunya pun menu-menu kuliner yang tidak asing di lidah orang Indonesia, seperti iga penyet, ayam penyet, bebek penyet, sayur asem, sop iga, dan masih banyak lagi.



Areal smoking

Bebek Penyet ala "Leko"

Es Lemon Degan ala "Leko"

Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi bebek penyet, komplit dengan nasi, dan Lemon Degan ala Warung "Leko" sebagai minumannya. Semuanya ini tidak lebih dari Rp 30.000,-. Untuk ukuran resto senyaman Warung "Leko" dan dibandingkan dengan rasanya, harga ini sangatlah murah menurut penulis Cirebon Kuliner.

Belum lagi, masih ada area outdoor  bagi yang membutuhkan smoking area, juga ada lahan parkir yang luas, dan juga tempat khusus untuk meeting. Semua fasilitas dan kelebihan yang dimiliki Warung "Leko" ini memang menjadikan Warung "Leko" layak sebagai resto idola yang sangat dapat diandalkan di kota Cirebon.

Menurut penulis Cirebon Kuliner, yang terpenting adalah rasa tentu saja. Dan soal ini, penulis Cirebon Kuliner sudah membuktikannya sendiri. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang belum pernah coba makan di Warung "Leko" mudah-mudahan artikel ulasan dari penulis Cirebon Kuliner ini sedikit banyak dapat membantu memberi informasi referensi mengenai Warung "Leko" di jalan Kesambi kota Cirebon.

Buntut & Urat Penyet ala Warung "Leko"

Roti'O


Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang berasal dari kota besar di luar Cirebon, mungkin sudah tahu soal Roti'O. Namun bagi warga Cirebon, mungkin baru di tahun 2013 saja mengetahui soal Roti'O ini. Dan kali ini, penulis Cirebon Kuliner berkesempatan untuk membahas soal kuliner Roti'O ini.

Roti'O menawarkan roti sederhana berisi mentega, berasa manis. Di Cirebon, Roti'O ada di Grage Mall dan juga Stasiun Kereta Api Kejaksan kota Cirebon. Yang penulis Cirebon Kuliner kunjungi adalah Roti'O yang ada di Stasiun Kereta Api Kejaksan kota Cirebon.

Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan 3 buah roti ala Roti'O. Dengan harga Rp 7.000,- Roti'O ini memang tergolong lumayan enak. Namun mungkin bagi yang tidak terlalu suka rasa manis dan mentega, akan terasa agak enek, ketika terlalu banyak mengkonsumi Roti'O ini. Namun bagi yang suka, Roti'O ini bisa dijadikan pilihan cemilan.





Untuk itu, menurut penulis Cirebon Kuliner, Roti'O ini sangat cocok dijadikan cemilan penahan lapar. Selain penampilannya yang cukup menggiurkan, terutama bagi penggemar kuliner roti, Roti'O ini juga memang rasanya tergolong unik, karena belum banyak roti serupa yang seperti Roti'O ini. Walaupun sederhana, namun Roti'O ini tergolong cukup sukses menarik perhatian masyarakat. 

Yang belum mencoba Roti'O, silahkan datang dan kunjungi outlet Roti'O terdekat. Di kota Cirebon, bisa datangi outlet Roti'O di Grage Mall kota Cirebon atau di Stasiun Kereta Api Kejaksan kota Cirebon.

Tape Ketan khas Kuningan


Kuningan berjarak kurang lebih 30 KM dari ke arah Selatan dari kota Cirebon. Dengan jarak tempuh kurang lebih 40-60 menit dalam kondisi normal menggunakan kendaraan bermotor, Kuningan biasa dijadikan tempat berwisata bagi warga kota Cirebon, begitu juga sebaliknya, warga Kuningan banyak juga yang berwisata ke kota Cirebon, bahkan mencari nafkah di Cirebon.

Kuningan sendiri memiliki jajanan khasnya, salah satunya adalah tape ketan. Yang membuatnya khas, selain rasanya, juga adalah penggunaan daun jambu air untuk pembungkusnya. Jika pembaca Cirebon Kuliner pernah melewati jalan di kota Kuningan, tentu banyak menemui penjual tape ketan di sisi-sisi jalan.


Iya, dahulu, tape ketan khas Kuningan tidak begitu populer, namun begitu banyak turis lokal lintas kota yang menyukai tape ketan khas Kuningan ini, penjual tape ketan khas Kuningan makin bertambah hingga kini. Rasanya yang khas, manis, sedikit asam, dan cita rasa khas dari fermentasi yang terjadi, juga sedikit aroma daun jambu air membuat tape ketan khas Kuningan kini semakin digemari.

Ada yang belum pernah mencoba? Silahkan datang kunjungi kota Kuningan, Jawa Barat, sekalian mampir ke kota Cirebon untuk berwisata kuliner.

Krupuk "Melarat"


Setiap daerah di Indonesia biasanya mempunyai jajanan khasnya masing-masing. Begitu juga di kota Cirebon, ada beberapa jajanan khas kota Udang ini. Dari mulai tahu gejrot, rujak kuah pindang, sampai krupuk "melarat." Yang terakhir inilah yang akan diulas penulis Cirebon Kuliner kali ini.

Masyarakat Indonesia tentu sudah tahu apa arti dari krupuk, makanan yang biasa dijadikan cemilan atau juga pelengkap makanan berat kita. Sedangkan "melarat" dalam kosakata bahasa Cirebon berarti "miskin." Lalu mengapa krupuk khas Cirebon yang satu ini disebut dengan krupuk "melarat"?

Singkatnya begini, krupuk ini digoreng dengan menggunakan pasir, bukan minyak goreng pada umumnya. Penggunaan pasir inilah yang menimbulkan nama "melarat" karena kesannya tidak mampu membeli minyak goreng, akhirnya menggunakan pasir yang sudah disaring bersih sebagai penghantar panasnya.



Krupuk "melarat" memang cocok dinikmati sebagai cemilan sore. Apalagi komplit dengan sambal kacang, atau sambal asam, juga rujak kuah pindang yang juga khas Cirebon. Ada yang belum pernah mencicipi krupuk "melarat" khas Cirebon? Silahkan datang ke Cirebon, atau ke toko yang menjual oleh-oleh khas Cirebon di kota pembaca Cirebon Kuliner.

Pisang Saba & Tahu Tegal "Mas Tama"


Masyarakat Indonesia memang gemar ngemil atau menyantap makanan ringan. Memang, jajanan ringan selalu menggoda untuk dinikmati diberbagai kesempatan. Di Indonesia, terdapat banyak sekali macam-macam jajanan, apalagi jajanan tradisional yang hingga saat ini masih bertahan melawan gempuran berbagai makanan-makanan modern.

Salah satu yang paling populer di Indonesia adalah pisang goreng. Nah.. di kota Cirebon, ada jajanan pisang goreng yang populer dan banyak dijajakan di pinggir jalan. Dan satu yang saat ini sedang naik daun adalah Pisang Saba & Tahu Tegal "Mas Tama" yang berlokasi di jalan Perjuangan, sebelum jalan masuk ke komplek perumahan GSP atau Griya Sunyaragi Permai.

Iya, jajanan pisang goreng saba nampaknya selalu disandingkan dengan tahu Tegal. Entah mengapa, apakah di kota Tegal juga demikian? Penulis Cirebon Kuliner tidak tahu. Yang jelas, kedua jajanan ini memang begitu menarik untuk dilahap. Coba saja, ketika kita membeli jajanan ini dan membawanya ke teman-teman kita baik di sekolahan, kampus, kantor, atau di rumah, pasti banyak sekali yang tertarik dan meminta beberapa.





Pisang Saba & Tahu Tegal "Mas Tama" mungkin termasuk yang paling sukses di Cirebon. Hal ini terlihat dari tempat berjualan yang bukan kaki 5 atau emperan, namun sudah berada di bangunan permanen, sehingga menambah kesan bersih dan higienis. Pisang Saba & Tahu Tegal "Mas Tama" menjual pisang goreng saba Rp 1.500,- per buah dan Rp 1.000,- per buah untuk tahu Tegalnya.

Harga ini tentunya masih termasuk murah, tidak jauh berbeda dengan pisang saba dan tahu Tegal lainnya di kota Cirebon yang dijual di pinggir-pinggir jalan. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang doyan makan pisang goreng saba atau tahu Tegal, silahkan coba Pisang Saba & Tahu Tegal "Mas Tama" di jalan Perjuangan kota Cirebon.

Ampas Kecap (Tauco)


Kota Cirebon memiliki cukup banyak produsen kecap lokal, dan beberapa di antaranya telah meraup kesuksesan dengan skalanya masing-masing. Produsen kecap di Cirebon sendiri paling banyak terdapat di daerah Kabupaten yang tersebar luas tidak memusat di satu daerah saja. Memang, kecap, atau soy sauce dalam bahasa Inggris sudah menjadi salah satu bahan makanan utama bagi masyarakat kita Indonesia.

Yang belum tentu diketahui seluruh masyarakat Indonesia adalah bahwa dalam pembuatan kecap yang berbahan dasar kacang kedelai terdapat ampas yang tidak dipakai dalam kecap yang matang. Di Cirebon, ampas kecap ini disebut dengan tauco. Ampas kecap atau tauco ini kemudian oleh masyarakat Cirebon biasa dimasak kembali untuk kemudian dijadikan lauk makan.

Biasanya, ampas kecap atau tauco ini dimasak menjadi tumis ampas kecap. Tumis ampas kecap khas Cirebon ini dimasak dengan cara sederhana, yaitu menumis ampas kecap dengan bumbu sederhana juga seperti bawang merah dan putih, cabai hijau dan merah, ditambah gula merah dan juga tomat. Walaupun sederhana, tumis ampas kecap khas Cirebon ini banyak digemari masyarakat Cirebon, terutama di pelosok perkampungan.

Tumis ampas kecap khas Cirebon


Tumis ampas kecap dengan nasi

Tumis ampas kecap dengan opor ayam kampung


Penulis Cirebon Kuliner juga sudah mencoba mencari informasi sederhana dan global melalui internet dan mendapati bahwa walaupun sudah berupa ampas, ampas kecap ini masih memiliki kandungan gizi yang lumayan. Untuk itu, penulis Cirebon Kuliner mencoba membuat artikel yang membahas mengenai ampas kecap dan tumis ampas kecap ini.

Nah, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang berasal dari luar kota Cirebon dan penasaran dengan ampas kecap, atau sudah pernah mencoba barangkali, namun sulit mendapatkan ampas kecap di daerah asal pembaca Cirebon Kuliner, dan ingin membeli ampas kecap khas Cirebon, pembaca Cirebon Kuliner bisa memesannya melalui penulis Cirebon Kuliner dengan menghubungi kontak yang ada di web ini. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang berminat, silahkan menghubungi penulis Cirebon Kuliner untuk memesan ampas kecap.

Nasi Jamblang "Jln. Tentara Pelajar - Pagongan"


Mungkin pembaca Cirebon Kuliner yang asli Cirebon agak bingung dengan nama nasi Jamblang yang penulis Cirebon Kuliner ulas sekarang ini. Bingung dengan lokasinya barangkali? Karena penulis Cirebon Kuliner sendiri agak bingung dengan nama jalan terusan Tentara Pelajar setelah rel kereta api yang satu jalur mengarah ke pertigaan jalan Parujakan, jalan Pagongan, dan jalan Sukalila. Penulis Cirebon Kuliner melihat di bangunan sekeliling, ada yang menulis alamat dengan jalan Pagongan, ada juga dengan nama jalan Tentara Pelajar.

Sudahlah, mari kita bahas nasi Jamblangnya saja. Yup, nasi Jamblang yang satu ini terletak di jalan ujung Tentara Pelajar sebelum persimpangan menuju jalan Parujakan dan jalan Sukalila. Lapak nasi Jamblang yang satu ini biasa ada di pagi hari. Saat penulis Cirebon Kuliner sedang berkunjung kurang lebih pukul 8 pagi saja, lauknya sudah lumayan banyak yang habis. Dan setiap kali lewat penjual nasi Jamblang ini di pagi hari, memang selalu ramai.




Ini yang membuat penulis Cirebon Kuliner tertarik untuk berkunjung, karena penjual nasi Jamblang kaki lima pinggir jalan semacam ini lebih menarik. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan dua porsi nasi Jamblang dengan 2 porsi sambal goreng, 3 tempe, 2 perkedel kentang, dan 1 panjelan atau ikan asin kering khas lauk nasi Jamblang. Semuanya ini cukup Rp 7.000,- saja!

Bukan hanya murah, rasa nasi Jamblang jalan Tentara Pelajar - Pagongan ini juga enak. Sambal gorengnya sedap, tempenya gurih, perkedel kentangnya juga enak. Tidak heran kalau setiap pagi, nasi Jamblang jalan Tentara Pelajar - Pagongan ini selalu ramai dan cepat habis. Bagi yang penasaran ingin mencoba, penulis Cirebon Kuliner sarankan untuk datang sebelum pukul 8 pagi, kalau tidak, lauknya pasti sudah banyak yang habis. Selamat mencoba.

Martabak "Kanada 2"


Sebelumnya, penulis Cirebon Kuliner pernah mengulas tentang Martabak "Kanada" yang beralamat di jalan Kesambi, dekat rel kereta api. Kini, penulis Cirebon Kuliner kembali membahas Martabak "Kanada" namun yang berada di areal Indomaret jalan Tentara Pelajar kota Cirebon, atau kini hadir dengan naman Martabak "Kanada 2."

Nampaknya, Martabak "Kanada 2" yang ada di Indomaret jalan Tentara Pelajar kota Cirebon masih merupakan satu rumpun dengan Martabak "Kanada" di Kesambi yang jauh lebih lama sudah eksis di kota Cirebon, dan menurut penulis Cirebon Kuliner, Martabak "Kanada" adalah salah satu martabak terbaik yang ada di kota Cirebon.

Untuk itu, penulis Cirebon Kuliner kembali tertarik untuk mengulas Martabak "Kanada 2" Indomaret jalan Tentara Pelajar kota Cirebon ini untuk mengetahui bagaimana kualitas dari martabak buatan Martabak "Kanada 2" ini. Saat berkesempatan berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi martabak coklat keju susu dengan ukuran loyang sedang.

Saat martabak coklat keju susu ala Martabak "Kanada 2" sudah siap santap, penulis Cirebon Kuliner segera mencicipi. Dan... memang betul, tidak menyesal penulis Cirebon Kuliner menulis bahwa Martabak "Kanada" adalah salah satu martabak terbaik di kota Cirebon, begitu juga dengan Martabak "Kanada 2" Indomaret jalan Tentara Pelajar kota Cirebon ini.






Rasa martabak coklat keju susu ala Martabak "Kanada 2" ini betul-betul lembut, harum, berbeda dengan martabak lainnya. Ada cita rasa yang begitu khas dari adonan Martabak "Kanada 2" ini. Dengan harga Rp 28.000,- untuk satu porsi ukuran loyang sedang marabak coklat keju susu Martabak "Kanada 2" kita bisa menikmati satu porsi martabak dengan rasa yang begitu khas dan lezat.

Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang gemar menyantap martabak, Martabak "Kanada 2" merupakan satu yang harus anda coba! Silahkan datang kunjungi Martabak "Kanada 2" dan pilih sendiri martabak manis atau asin sesuai selera pembaca Cirebon Kuliner.

Soto Tauji "Mang Zi'ong"


Saat pertama kali mendengar soto tauji, penulis Cirebon Kuliner penasaran dan bertanya-tanya karena baru pertama kali penulis Cirebon Kuliner mendengar nama kuliner soto tauji. Apakah kuliner khas Cirebon yang sudah langka dan lama menghilang? Atau kuliner khas dari kota lain yang coba dihadirkan di kota Cirebon? Atau hanya salah satu dari sekian banyak hasil kreativitas para pebisnis kuliner di kota Cirebon saat ini?

Iya, pembaca Cirebon Kuliner juga mungkin baru pertama kali mendengar nama kuliner soto tauji kan? Baiklah, dibaca ya ulasan dari penulis Cirebon Kuliner ini. Adalah Soto Tauji "Mang Zi'ong" di jalan Pekiringan yang masih satu lapak dengan Mie Koclok "Mang Sam" seberang Apotik Pasar Balong. Dan penulis Cirebon Kuliner pun berkesempatan datang berkunjung untuk mencicipi dan mengetahui lebih banyak apa itu soto tauji.

Setelah sedikit menggali informasi, soto tauji adalah sejenis soto dengan kuah yang terbuat dari tauco, atau ampas kecap. Tauco, atau ampas kecap adalah olahan bahan makanan yang terbuat dari kacang kedelai. Isiannya, soto tauji menggunakan daging sapi yang dipotong ukuran kecil. Dilengkapi dengan mie, bihun, tauge, dan nasi atau lontong sebagai pilihan sumber karbohidratnya.




Soto Tauji itu sendiri ternyata bisa dikatakan adalah sedikit inovasi dari pebisnis kuliner di kota Cirebon, karena soto tauji ini mungkin ada kesamaan dengan soto Pekalongan ataupun juga soto Tegal. Mungkin karena penggunaan tauco itu tadi. Rasanya? Segar, gurih, cocok sekali jika dinikmati hangat-hangat di malam hari, terlebih jika cuaca sedang dingin atau hujan.

Nah, di Cirebon sendiri, soto tauji baru ada satu, yaitu Soto Tauji "Mang Zi'ong" di jalan Pekiringan, seperti yang sudah diungkapkan penulis Cirebon Kuliner di awal artikel ini. Selain enak, Soto Tauji "Mang Zi'ong" ini juga murah, tidak lebih dari Rp 10.000,- seporsinya. Jadi silahkan, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang ingin mencoba kuliner yang baru untuk makan malam, bisa coba Soto Tauji "Mang Zi'ong" di jalan Pekiringan, seberang Apotik Pasar Balong, masih satu lapak dengan Mie Koclok "Mang Sam" jalan Pekiringan.


Es Pisang Ijo "Teh Mehong" (LAPAK Cipto)


Ada yang belum tahu tentang kuliner yang satu ini? Kuliner asal Makasar ini sudah populer di beberapa kota besar di Indonesia. Di Cirebon sendiri, baru ada beberapa saja penjual es pisang ijo ini, padahal rasanya, segar dan nikmat sekali. Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah mengulas beberapa penjual es pisang ijo di kota Cirebon, walaupun ada satu yang sudah tidak berjualan lagi, sangat disayangkan.

Dan yang hingga kini masih bertahan - dan yang paling enak menurut penulis Cirebon Kuliner - adalah Es Pisang Ijo "Teh Mehong" yang dulu juga sudah pernah diulas penulis Cirebon Kuliner, yang lapak Bima. Iya, menurut selera penulis Cirebon Kuliner, Es Pisang Ijo "Teh Mehong" ini rasanya memang segar dan nikmat sekali. Pisangnya enak, adonan ijo pembungkus pisangnya juga enak, bubur sumsumnya pas, ditambah sirup Tjampolay khas Cirebon yang menambah nikmatnya Es Pisang Ijo "Teh Mehong" ini.

Dengan harga Rp 10.000,- per porsinya, Es Pisang Ijo "Teh Mehong" ini memang layak dicoba! Walaupun Es Pisang Ijo "Teh Mehong" masih belum memiliki lokasi sendiri untuk berjualan, namun tidak menjadikan Es Pisang Ijo "Teh Mehong" ini sepi penggemar. Seperti di lokasi jalan Cipto, yang biasa dijadikan Es Pisang Ijo "Teh Mehong" untuk melapak dan menjajakan es pisang ijo kreasinya. Tepatnya di depan Carrefour, pembaca Cirebon Kuliner bisa datang dan icipi kelezatan es pisang ijo ala "Teh Mehong."


Hidangan kuliner seperti es pisang ijo semacam ini memang pas sekali dinikmati dikala cuaca sedang panas menyengat, atau juga cocok untuk dijadikan menu berbuka puasa disaat bulan Puasa Ramadhan tiba. Tentu, kota Cirebon cocok sekali untuk menikmati es pisang ijo. Yang belum coba dan penasaran, silahkan datang dan icipi Es Pisang Ijo "Teh Mehong" bisa di hari Minggu pagi di komplek Stadion Bima kota Cirebon, atau di depan Carrefour jalan Cipto setiap hari di siang hari.

Nasi Goreng "Kartini"


Di sepanjang jalan Kartini kota Cirebon mungkin terdapat beberapa penjual nasi goreng, tapi yang menetap di lokasi yang sama dan selalu ramai setiap malam mungin hanya ada dua, yaitu Nasi Goreng "Pak Gun" yang pernah diulas penulis Cirebon Kuliner, dan satu lagi yang sedang diulas penulis Cirebon Kuliner saat ini, Nasi Goreng "Kartini."

Penulis Cirebon Kuliner sendiri awalnya bingung akan memberi nama apa pada nasi goreng yang satu ini karena tidak "merk" atau plang nama di depannya. Oleh karena itu penulis Cirebon Kuliner namai saja sesuai  nama jalan tempat nasi goreng ini berlokasi.

Baik Nasi Goreng "Pak Gun" dan juga Nasi Goreng "Kartini" ini sama-sama menggunakan bara api sebagai sumber panas untuk memasak hidangan-hidangannya. Metode ini tentu memberi daya tarik tersendiri kepada para pelanggannya. Karena selain berkesan unik, metode penggunaan bara api ini juga dipercaya memberi cita rasa yang khas pada hasil hidangan yang dimasaknya.





Ini yang membuat cita rasanya khas. Penggunaan bara api sebagai sumber panasnya.

Indikasinya mungkin mudah saja, terlihat dari para pelanggan yang selalu datang meramaikan Nasi Goreng "Kartini" di malam hari. Saat penulis Cirebon Kuliner datang berkunjung pun begitu, sedang ramai oleh para pelanggannya. Penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi nasi goreng ala Nasi Goreng "Kartini."

Dari rasa, walaupun penulis Cirebon Kuliner bukan penggemar nasi goreng, tapi nasi goreng ala Nasi Goreng "Kartini" ini memang bercita rasa berbeda dibangingkan dengan nasi goreng yang dimasak dengan menggunakan gas elpiji sebagai sumber panasnya. Jadi, bagi yang penasaran, silahkan datang dan icip nasi goreng "Kartini" di jalan Kartini, sebelum rel kereta api dari arah alun-alun Kejaksan. Oiya, satu porsi nasi goreng di sini hargaya Rp 9.000,-.

Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.