Gudeg "H. Akim"


Negara kita Indonesia memang surganya kuliner, berbagai macam kuliner dari berbagai daerah di Indonesia memiliki cita rasa khasnya masing-masing. Dari cita rasa yang pedas, gurih, sampai cita rasa yang manis. Salah satu daerah di Indonesia yang memilki cita rasa manis yang khas pada berbagai kulinernya adalah daerah Yogyakarta. Dan pembaca Cirebon Kuliner tentu sudah tahu bahwa kuliner khas Yogyakarta yang paling populer sampai ke luar Yogyakarta adalah Gudeg Jokja.

Di Cirebon sendiri, sudah ada beberapa penjual gudeg khas Jokja yang enak. Dan pada kesempatan ini, penulis Cirebon Kuliner ingin mengulas mengenai satu penjual gudeg yang terhitung masih baru di Cirebon, namun sudah berjualan dengan cara masa kini, yaitu dengan menggunakan armada sepeda motor roda tiga. Adalah Gudeg "H. Akim" yang akan penulis Cirebon Kuliner bahas.

Gudeg "H. Akim" dimiliki oleh warga asli Cirebon yang beristri asli orang Yogyakarta. Gudeg "H. Akim" biasa mangkal dipagi hari di jalan Siliwangi, tepatnya di kawasan alun-alun Kejaksan kota Cirebon. Iya, kuliner Jokja yang satu ini memang pas sekali dinikmati di pagi hari. Seperti gudeg Jokja pada umumnya, Gudeg "H. Akim" ini berisi isian makanan khasnya, di antaranya yaitu telur semur, cecek, sayur nangka, dan bumbu khas gudeg yang berasa manis. Dan yang istimewa, Gudeg "H. Akim" menawarkan ayam kampung sebagai lauk utamanya.



Saat berkesempatan mencicipi, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi gudek Jokja ala Gudeg "H. Akim" dengan daging ayam kampung. Rasanya tentu khas gudeg Jokja, manis dan lezat. Berisi isian makanan berat, namun rasanya ringan, cocok sekali untuk sarapan. Satu porsi gudeg komplit dengan ayam kampung ini berharga Rp 20.000,-. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang menggemari kuliner khas Jokja yang satu ini, silahkan cicipi Gudeg "H. Akim" di sekitaran alun-alun Kejaksan kota Cirebon.

"BBG" (Biang Bebek Goreng)


Buat penggemar bebek, ini ada satu referensi tempat makan bebek goreng yang highly recommended di kota Cirebon. Adalah BBG atau Biang Bebek Goreng yang berlokasi di jalan Diponegoro 23, kota Cirebon. Mengapa penulis Cirebon Kuliner berani bilang BBG sangat recommended? Banyak alasannya, dan penulis Cirebon Kuliner yakin pembaca setuju bahwa BBG adalah tempat makan yang recommended sekali.

"BBG" (Biang Bebek Goreng) menawarkan menu bebek goreng sebagai menu kuliner andalannya. Selain itu "BBG" (Biang Bebek Goreng) juga menawarkan berbagai menu kuliner lainnya seperti ayam kampung goreng, sate kambing muda balibul atau "bawah lima bulan" juga ada seafood, iga bakar, gepuk, ikan nila, dan masih banyak lagi.

Fasilitas tempat makan "BBG" (Biang Bebek Goreng) sungguh memuaskan, dari mulai tempat makan yang nyaman, bersih, toilet bersih, wastafel bersih, lesehan nyaman di lantai atas, beberapa meja makan di teras, juga ada ruangan ber-AC untuk pertemuan formal. Dan satu lagi, bagi muslim, "BBG" (Biang Bebek Goreng) juga menyediakan musholla yang bersih dan nyaman.








Terlepas dari semua fasilitas tempat makan di "BBG" (Biang Bebek Goreng) yang ada, yang terpenting tentunya adalah kualitas menu kuliner yang ditawarkan. Dan penulis Cirebon Kuliner akan membahas paling tidak yang sudah penulis Cirebon Kuliner pesan dan cicipi sendiri. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu paket bebek goreng, dan satu paket ayam kampung goreng.

Hal pertama yang menyenangkan dari menu kuliner yang ditawarkan "BBG" (Biang Bebek Goreng) adalah harganya. Paket bebek goreng dan juga ayam kampung goreng ala "BBG" (Biang Bebek Goreng) masing-masing hanya Rp 21.000,- saja lengkap dengan lalaban, sambal 2 macam, dan 1 teh botol Sosro, serta 1 porsi nasi. Harga ini, menurut penulis Cirebon Kuliner sangatlah murah mengingat fasilitas tempat makan "BBG" (Biang Bebek Goreng) dan tentu rasa dari bebek goreng dan ayam kampung gorengnya.

Yup, rasa dari bebek goreng dan ayam kampung goreng ala "BBG" (Biang Bebek Goreng) cukup istimewa. Tingkat ke-empukan bebek gorengnya menurut penulis Cirebon Kuliner pas, tidak terlalu amoh tidak juga terlalu keras, rasa dagingnya asin gurih, enak sekali. Begitu juga ayam kampung gorengnya, lembut, gurih, lezat. Sambalnya pun fine. Ada dua pilihan, sambal pada umumnya, dan yang satu lagi sambal mentah yang unik rasanya. Dua-duanya enak.










Itu adalah dua menu yang penulis Cirebon Kuliner coba saat pertama kali berkunjung ke "BBG" (Biang Bebek Goreng). Berikutnya, penulis Cirebon Kuliner akan mencoba untuk berkunjung kembali dan mencoba menu kuliner lainnya dan share kembali untuk pembaca Cirebon Kuliner.

Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang ingin menikmati makan enak, lezat, dengan fasilitas tempat makan yang cukup mewah, nyaman, bersih, ada pilihan meja makan biasa, lesehan nyaman di lantai atas, juga makan di teras sambil menikmati pemandangan jalan raya, namun tetap dengan harga terjangkau, silahkan coba "BBG" (Biang Bebek Goreng) di jalan Diponegoro nomor 23 kota Cirebon.







UPDATE 26 MARET 2013

Iga Bakar ala BBG


"Aussy" Burger


Satu lagi info bisnis kuliner bersistem franchise yang baru-baru ini muncul di kota Cirebon, yaitu "Aussy" Burger yang terletak di jalan Moh. Toha kota Cirebon. Sebelum membahas lebih jauh bagaimana menu yang ada di "Aussy" Burger, penulis Cirebon Kuliner ingin berbagi sedikit informasi dari mana asal "Aussy" Burger itu.

Mungkin banyak dari pembaca Cirebon Kuliner yang menebak "Aussy" Burger berasal dari Australia, karena mungkin dari namanya. Padahal, "Aussy" Burger berasal dari sebuah PT di Indonesia yang ingin memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan makanan cepat saji, namun bukan junkfood. Yup, "Aussy" Burger mengklaim bahwa menu kuliner buatannya bukan junkfood karena daging sapi yang digunakan dalam menu kulinernya adalah daging sapi berkualitas hasil olahan perusahaan mereka sendiri.

"Aussy" Burger sudah berjalan semenjak 2005, dengan outlet pertama ada di daerah Jakarta Selatan. Dan di tahun 2011, "Aussy" Burger akhirnya menetapkan sistem franchise seiring permintaan yang tinggi, dan juga sudah semakin matangnya pengalaman yang dimiliki. Dan hingga saat ini, "Aussy" Burger sudah memiliki puluhan outlet yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, salah satunya tentunya adalah Cirebon.




Penulis Cirebon Kuliner sendiri mengtahui informasi soal "Aussy" Burger dari beberapa spanduk yang tersebar di jalan-jalan utama di kota Cirebon. Dan saat berkesempatan mengunjungi "Aussy" Burger di jalan Moh. Toha kota Cirebon, penulis memesan beberapa menu yang ada, yaitu Adelaide (creamy cheese burger) dan Harbour Bridge (double beef & cheese burger). Iya, menu-menu di "Aussy" Burger ini diberi nama daerah (Negara Bagian, Ibu Kota, sungai, dll). Secara garis besar, menu kuliner yang ditawarkan "Aussy" Burger adalah burger dan hotdog, serta beberapa cemilan ringan, dan menu minuman.

Yang dipesan penulis Cirebon Kuliner, Adelaide dan Harbour Bridge berharga di kisaran Rp 20.000 s/d Rp 30.000-an. Harga yang lumayan tinggi memang, tapi menurut penulis Cirebon Kuliner, harga ini masih sepadan dengan kenyamanan dan pelayanan yang diberikan "Aussy" Burger. Dan tentunya, yang terpenting adalah rasanya. Iya, yang penulis Cirebon Kuliner rasakan, kedua burger yang penulis pesan ini selain enak, juga mengenyangkan.

Betul, selain daging burger yang merupakan bahan makanan utama dalam kuliner burger, bahan makanan lain dalam menu "Aussy" Burger ini memang berkualitas baik. Rotinya yang empuk, sayuran yang segar, dan tentu, daging sapi burger olahan sendiri (home made) yang rasanya gurih, empuk, dan lezat. Dengan hasil kunjungan ini, penulis Cirebon Kuliner cukup puas dengan apa yang didapat penulis.

"Aussy" Burger memang bisa dijadikan pilihan bagi pembaca Cirebon Kuliner yang menginginkan makanan cepat saji modern ala Barat namun bukan junkfood, sehingga tetap sehat. Dengan mengeluarkan uang sedikit lebih banyak, pembaca Cirebon Kuliner sudah mendapatkan makanan cepat saji yang modern, ala Barat, lezat, mengenyangkan, namun tetap sehat. Sekaligus, pembaca juga mendapatkan tempat yang nyaman, bersih, dan......bergengsi tentunya. Silahkan mencoba.



Docang "Pak Kumis"


Setelah Docang "Siliwangi" dan Docang "Kesambi" ada satu lagi penjual Docang yang sudah cukup populer di kota Cirebon, yaitu Docang "Pak Kumis" yang biasa berjualan pagi hari di jalan Tentara Pelajar, tepatnya di seberang Toko Kue dan Roti "Ruby."

Kuliner khas Cirebon yang satu ini memang bisa disantap di pagi hari maupun di malam hari. Dan Docang"Pak Kumis" ini biasa berjualan di pagi hari. Dan setiap pagi, Docang "Pak Kumis" ini memang selalu dikunjungi para pelanggannya yang sudah tahu kelezatan Docang "Pak Kumis."

Satu porsi Docang "Pak Kumis" ini dijual dengan harga Rp 5.000,- saja. Harga yang cukup murah untuk sarapan pagi, dengan porsi yang cukup juga dipagi hari tentunya. Memang, kuliner khas Cirebon yang satu ini biasa disajikan dengan porsi sedang-sedang saja dengan isian potongan lontong, daun singkong, tauge, dan parutan kelapa, yang kemudian disiram dengan kuah dage atau oncom menurut kosa kata Sunda, dan kemudian dilengkapi dengan krupuk yang khas biasa dipakai untuk konsumsi Docang.



Jika menilik sejarah terciptanya Docang memang agak unik. Konon, Docang tercipta dari bahan makanan sisa dari makanan yang disantap para wali. Dari sisa-sisa makanan ini, kemudian diolah lagi dengan kuah dage dan terciptalah kuliner khas Cirebon yang hingga kini digemari cukup banyak orang, Docang. Walaupun untuk beberapa orang, Docang dianggap memiliki aroma yang aneh.

Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang sedang mencari sarapan dipagi hari dengan kuliner khas Cirebon, silahkan cicipi Docang "Pak Kumis" yang biasa mangkal di jalan Tentara Pelajar, di sebelah kiri jalan dari arah Grage Mall di seberang Toko Kue dan Roti "Ruby."

Bubur Sop Ayam "M. Djohar"


Selain Empal Gentong, Empal Asem, Nasi Lengko, Nasi Jamblang, Docang, Mie Koclok, Tahu Gejrot, ada satu lagi kuliner khas Cirebon yang mungkin masih kurang populer dibanding kawan-kawannya itu, yaitu Bubur Sop Ayam. Penulis Cirebon Kuliner sendiri baru mengulas beberapa saja kuliner Bubur Sop Ayam khas Cirebon, yaitu Bubur Sop Ayam "M. Kapi" dan Bubur Sop Ayam "M. Jamhari." Dan ini dia, salah satu Bubur Sop Ayam yang tertua di Cirebon, Bubur Sop Ayam "M. Djohar."

Bubur Sop Ayam "M. Djohar" ini berlokasi di sekitaran Yogya lama, di sebelah kiri jalan (deretan Yogya lama) dari arah lampu merah Alun-alun Kejaksan. Bubur Sop Ayam "M. Djohar" sudah ada semenjak kurang lebih tahun 50-an dan pertama kali dibangun, dimiliki dan dikelola oleh Alm. Bapak M. DJohari yang meninggal pada tahun 70-an.

Bubur Sop Ayam "M. Djohar" kemudian dikelola oleh seorang putranya, dan kemudian semenjak kurang lebih 5 tahun terakhir dikelola oleh adik dari putra Almarhum yang pertama kali mengelola. Kini, Bubur Sop Ayam "M. Djohar" masih bertahan dan masih memiliki pelanggan tetapnya yang masih setia menikmati bubur sop ayam khas Cirebon ala "M. Djohar."




Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi bubur sop ayam khas Cirebon, komplit. Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang belum tahu tentang bubur sop ayam, penulis Cirebon Kuliner ingin menginformasikan bahwa bubur sop ayam adalah kuliner khas kota Cirebon yang berisi bubur, suwiran daging ayam, kacang, bihun, beberapa macam sayuran, kemudian disiram kuah sop ayam yang gurih.

Itulah yang membedakan bubur sop ayam khas Cirebon dengan bubur ayam pada umumnya yang kering tanpa siraman kuah apa pun. Bubur Sop Ayam "M. Djohar" ini memang lezat, cocok sekali dinikmati di malam hari, apalagi bila cuaca sedang mendukung, hujan misalnya. Bubur sop ayam khas Cirebon memang tidak se-populer kuliner-kuliner khas Cirebon lainnya, seperti yang sudah diungkapkan penulis Cirebon Kuliner di awal artikel ini.

Namun begitu, penulis Cirebon Kuliner yakin, jika masyarakat baik dari Cirebon dan dari luar Cirebon sudah mencoba bubur sop ayam khas Cirebon, bubur sop ayam khas Cirebon akan lebih banyak digemari dan akan lebih dikenal luas. Penulis Cirebon Kuliner juga berharap melalui tulisan singkat ini, pembaca Cirebon Kuliner dari luar kota Cirebon dapat lebih mengenal bubur sop ayam khas Cirebon. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang berasal dari luar Cirebon, ayo ke Cirebon dan icipi bubur sop ayam khas Cirebon.

Rujak Kuah Pindang "Bi 'Ndun"


Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang gemar menyantap rujak, harus coba rujak yang satu ini, Rujak Kuah Pindang. Mungkin pembaca Cirebon Kuliner bertanya-tanya seperti apa Rujak Kuah Pindang itu. Penulis Cirebon Kuliner sengaja meliput kuliner yang satu ini, karena nampaknya di Cirebon sendiri saja, hanya ada satu penjual rujak seperti ini. Iya, Rujak Kuah Pindang berlokasi di Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru Kidul, Kabupaten Plered.

Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang tidak familiar dengan daerah ini, Desa Setu Wetan terletak di kawasan Plered, kurang lebih 5 KM ke arah Barat dari pusat kota Cirebon. Kurang lebih beberapa ratus meter sebelum lampu merah Plered dari arah kota, ada Pasar Kueh di sebelah Utara (sebelah kanan jalan). Nah.. Di seberang Pasar Kueh ini ada jalan, itulah jalan menuju Desa Setu Wetan. Dan Rujak Kuah Pindang ini terletak di sebelah kiri jalan, tidak jauh dari kantor Desa Setu Wetan.

Dahulu, penjual Rujak Kuah Pindang adalah seorang Nenek yang biasa dipanggil Bi 'Ndun. Bi Ndun biasa berjualan di lokasi yang sama, yaitu di teras rumahnya. Dan jika rujak jualannya belum habis disiang hari sekitar jam 11:30, Bi 'Ndun akan berkeliling kampung menjajakan Rujak Kuah Pindang buatannya ini. Betul, Rujak Kuah Pindang buatannya ini memang sangat populer, paling tidak di kawasan Desa Setu Wetan ini.





Kini, Bi 'Ndun nampaknya sudah tidak sekuat dulu, sehingga digantikan oleh anak perempuannya. Namun, dari lokasi penjualan, cara berjualan, dan rasa rujaknya, masih sama enaknya. Rujak Kuah Pindang Bi 'Ndun ini berisi beberapa bahan makanan yang bisa dipilih oleh pembeli. Di antaranya adalah kangkung, pare, krupuk 'Mlarat' khas Cirebon, dan olahan jantung pisang, serta dilengkapi dengan mie kuning, so'un, sambal, dan tentunya, kuah pindang buatan Bi 'Ndun.

Iya, pembaca Cirebon Kuliner dapat memilih sendiri isian rujak sesuai selera. Namun yang paling khas tentu adalah air atau kuah pindang yang rasanya asin gurih ini. Entah, apakah ada unsur ikan pindang dalam proses pembuatan kuah pindang ini atau tidak, yang pasti, rasanya asin dan gurih. Dan saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan rujak dengan isian mie kuning, kangkung, dan krupuk Mlarat khas Cirebon, kemudian di siram sambal dan kuah pindang tentunya.

Yang penulis Cirebon Kuliner pesan ini berharga Rp 2.500,- saja. Jajanan ringan dari kampung seperti ini memang selalu menarik dan bisa membawa kenangan tersendiri bagi orang-orang tertentu. Rasa dari Rujak Kuah Pindang Bi 'Ndun ini memang enak, khas sekali. Ada pedas, ada asin, ada gurih, betul-betul tipe jajanan tradisional dari kampung. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang penasaran, silahkan datang dan icip Rujak Kuah Pindang 'Bi Ndun di Desa Setu Wetan, kawasan Plered, Kabupaten Cirebon.

RM "Klapa Manis"


Setiap kota biasanya memiliki spot tertentu yang menarik untuk dikunjungi, baik karena pemandangannya, atau suasana malamnya. Di kota Cirebon, ada satu wilayah datarang tinggi yang sudah lama populer dijadikan para muda-mudi untuk menikmati malam minggu, daerah Gronggong namanya. Iya, kawasan Gronggong adalah kawasan yang terletak di jalan raya Cirebon menuju kota Kuningan yang terletak di kawasan yang lebih tinggi dari Cirebon. Sudah tentu, kawasan Gronggong adalah kawasan dataran tinggi kota Cirebon, sehingga dari kawasan Gronggong ini, bisa dilihat pemandangan indah kota Cirebon, dan akan lebih indah lagi jika dilihat saat malam hari.

Di kawasan Gronggong ini, terdapat banyak penjual jagung bakar untuk menemani para pengunjung menikmati pemandangan yang indah. Dan kini, Gronggong sudah memiliki restoran atau rumah makan yang cukup mewah dan luas, cocok sekali untuk kunjungan bersama keluarga, atau hanya berdua bersama pasangan. Karena rumah makan ini tentunya memiliki fasilitas tempat yang nyaman, dan pemandangan kota Cirebon di malam hari yang indah.

Adalah Rumah Makan "Klapa Manis" yang terletak tidak jauh dari tanjakan Gronggong. Warga asli kota Cirebon tentu sudah semuanya mengetahui tentang keberadaan RM "Klapa Manis" ini. RM "Klapa Manis" ini memang dianggap tempat yang cukup mewah. Dan penulis Cirebon Kuliner berkesempatan mengunjungi RM "Klapa Manis" yang terkenal ini. Dari luar, RM "Klapa Manis" ini memang nampak begitu menonjol di kawasan tanjakan Gronggong karena penampilannya yang cukup gemerlap, ditambah parkiran yang luas, sehingga semakin menambah penasaran untuk berkunjung karena melihat parkiran yang penuh disesaki mobil para pengunjung.






Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner sengaja mengunjunginya dimalam hari. Saat memasuki, memang menarik sekali, dilihat dari interior dan desain rumah makannya. Dan beberapa gambar yang diambil penulis Cirebon Kuliner adalah belum semua bagian dari RM "Klapa Manis" ini, karena masih banyak bagian atau area dari RM "Klapa Manis" ini yang belum sempat difoto oleh penulis RM "Klapa Manis." Saat berkunjung penulis Cirebon Kuliner memesan beberapa menu, di antaranya, Iga Bakar Sambal Dabu Dabu, Mie Godok Jawa, Nasi Timbel Komplit, dan beberapa menu lainnya.

Walaupun harga menu kuliner di RM "Klapa Manis" ini tergolong agak tinggi, namun menurut penulis Cirebon Kuliner masih di batasan yan wajar, mengingat fasilitas rumah makan yang sepadan degan harganya. Soal rasa, menu-menu makanan di RM "Klapa Manis" juga menurut penulis Cirebon Kuliner sebetulnya lumayan saja, not bad. Oiya, di RM "Klapa Manis" juga ada fasilitas live music yang cukup menghibur para pengunjung RM "Klapa Manis."

Yang terpenting menurut penulis Cirebon Kuliner adalah RM "Klapa Manis" ini tetap terkelola dengan baik, dan selalu dapat meningkatkan pelayanannya, agar bisa selalu berbanding lurus dengan penampilan dan fasilitas yang ada, sehingga masyarakat masih berminat untuk berkunjung, terlepas dari apa pun kekurangan yang mungkin dimiliki RM "Klapa Manis." Selain itu, keberadaan RM "Klapa Manis" juga membantu kota Cirebon dalam kepemilikan restoran atau tempat makan yang cukup mewah dan memiliki kelebihan tersendiri yang didapat dari lokasinya. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang belum pernah berkunjung silhakan coba kunjungi RM "Klapa Manis" di jalan raya Cirebon-Kuningan, di  kawasan tanjakan Gronggong, sebelah kiri jalan dari arah kota Cirebon.

Nasi Timbel Komplit ala RM "Klapa Manis"

Mie Godok Jawa ala RM "Klapa Manis"

Iga Bakar Dabu-Dabu ala RM "Klapa Manis"

Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.