Mie Bakso "Mas Yono" Jln. Perjuangan


Bakso lagi... Bakso lagi.. Ga papa dong.. Toh.. banyak diantara pembaca Cirebon Kuliner yang masih butuh ulasan berbagai warung bakso di kota Cirebon kan? Terutama, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang gemar sekali menyantap kuliner mie bakso. Kali ini yang diulas penulis Cirebon Kuliner adalah warung mie bakso yang ada di kawasan jalan Perjuangan kota Cirebon, yaitu Warung Mie Bakso "Mas Yono."

Iya, sebelumnya, penulis Cirebon Kuliner sudah banyak sekali mengulas warung-warung yang menjual kuliner berbahan dasar mie, dari mie bakso, mie ayam, sampai mie yamien atau bakmi. Bagi yang masih bingung apa perbedaan mie bakso, mie ayam, dan mie yamien, silahkan cari di beberapa ulasan mengenai mie bakso mie yamien di Cirebon Kuliner, karena penulis juga sudah beberapa kali menulis apa perbedaannya.



Warung Mie Bakso "Mas Yono" jalan Perjuangan kota Cirebon ini menjual kuliner mie bakso dan mie ayam. Mie Baksonya, tentunya dengan gaya Solo atau Jawa Tengah. Dari penampilan gerobak, sampai penampilan mie baksonya itu sendiri, sangat Solo. Dan kebetulan saat berkunjung, yang penulis Cirebon Kuliner coba juga adalah mie bakso dari Warung Mie Bakso "Mas Yono" ini.

Satu porsi mie bakso di Warung Mie Bakso "Mas Yono" jalan Perjuangan kota Cirebon ini dijual seharga Rp 10.000,- saja. Harga ini, untuk mie bakso dengan porsi yang cukup besar, dengan baso yang besar pula, dan rasanya yang enak, tentunya sangatlah terjangkau. Tempatnya pun cukup strategis, terutama untuk kalangan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat Cirebon di sepanjang jalan Perjuangan, di sekitaran SMAN 7 kota Cirebon. Penasaran? Silahkan datang dan coba sendiri.

Bakso "Sidodadi Wonogiri" Jln. Pamitran


Mie Bakso, siapa yang tidak suka? Kuliner yang satu ini memang tidak ada matinya, segala usia menyukainya, segala kalangan juga memfavoritkannya. Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah berkali-kali menulis ulasan kuliner baso ini, dari mulai mie baso, mie ayam, sampai mie yamien. Kali ini, satu lagi warung makan penjual hidangan mie baso yang sudah cukup lama berada di kota Cirebon dan selalu ramai dikunjungi para penggemar mie baso di kota Cirebon.

Adalah warung Bakso "Sidodadi Wonogiri" Jalan Pamitran kota Cirebon yang kali ini akan diulas penulis Cirebon Kuliner. Bakso "Sidodadi Wonogiri" berada di jalan Pamitran kota Cirebon, di sekitaran PGC (Pusat Grosir Cirebon) atau yang dulu lebih populer dengan sebutan Pasar Pagi. Iya, memang area PGC ini cukup banyak penjual berbagai macam makanan. Dan Bakso "Sidodadi Wonogiri" Jalan Pamitran kota Cirebon ini adalah salah satu yang bertahan hingga kini.

Seperti nama warungnya, Bakso "Sidodadi Wonogiri" Jalan Pamitran kota Cirebon menjual mie bakso sebagai menu utamanya. Dari dulu hingga kini, warung Bakso "Sidodadi Wonogiri" Jalan Pamitran kota Cirebon selalu ramai oleh para penggemarnya. Penulis Cirebon Kuliner pun menyempatkan diri untuk datang berkunjung dan mencoba mie basonya. Satu porsi mie baso di warung Bakso "Sidodadi Wonogiri" Jalan Pamitran kota Cirebon ini dijual dengan harga hanya Rp 10.000,- saja.



Pesanan pun datang, dan penulis Cirebon Kuliner pun langsung menyantap. Dari penampilan, terlihat ada sedikit perbedaan dengan isian dari mie baso pada umumnya, yaitu adanya suwiran daging ayam di atasnya sebagai topping tambahan. Namun tetap tidak menjadikan mie baso ala warung Bakso "Sidodadi Wonogiri" Jalan Pamitran kota Cirebon seperti mie ayam, tidak juga seperti mie yamien. Yup, penulis Cirebon Kuliner sudah berkali-kali menulis perbedaan mie baso, mie ayam, dan mie yamien (bakmi).

Mie yamien adalah kuliner mie yang diberi bumbu, bisa manis, bisa asin, disajikan kering dengan topping suwiran daging ayam yang tidak begitu berbumbu basah seperti mie ayam. Biasanya, mie yamien versi lengkap hadir dengan topping siomay kukus, siomay goreng, tahu baso, dll. Kemudian disandingkan dengan kuah dalam mangkok terpisah berisi baso, dll. Sedangkan mie ayam, memiliki topping suwiran daging ayam yang lebih berbumbu, dan lebih "basah" dibanding mie yamien, dan tidak memiliki kuah. Bumbu untuk mie nya pun biasanya berbeda. Dan mie baso, seperti yang kita kenal ada mie baso Solo, juga ada mie baso Malang. Disajikan langsung dengan kuahnya, lengkap dengan sayuran sesim, tauge, ada pilihan mie kuning, so'un, dan juga bihun, komplit dengan baso. Terkadang hadir pilihan baso urat, dan tulang ayamnya.

Nah, warung Bakso "Sidodadi Wonogiri" Jalan Pamitran kota Cirebon ini bisa digolongkan ke dalam mie baso khas Solo. Warung Bakso "Sidodadi Wonogiri" Jalan Pamitran kota Cirebon ini menyajiakn mie baso yang sangat tipikal Solo, dari penampilan, hingga aroma kuahnya, juga rasanya tentunya. Dengan harga Rp 10.000,-, penulis Cirebon Kuliner rasa memang tergolong enak dan murah. Tidak heran kalau warung Bakso "Sidodadi Wonogiri" Jalan Pamitran kota Cirebon ini setiap waktu selalu ramai oleh para pelanggannya. Yang penulis Cirebon Kuliner suka adalah warung Bakso "Sidodadi Wonogiri" Jalan Pamitran kota Cirebon ini juga menghadirkan krupuk aci putih berukuran besar. Jadi, bagi penggemar mie baso di kota Cirebon, silahkan coba datang dan icipi mie baso ala warung Bakso "Sidodadi Wonogiri" Jalan Pamitran kota Cirebon, di sekitaran PGC (Pusat Grosir Cirebon).


Mie Baso ala warung Bakso "Sidodadi Wonogiri" Jln. Pamitran kota Cirebon

Lele Cobek "21"


Ikan lele merupakan salah satu bahan pangan untuk teman lauk makan nasi yang rasanya lezat, dan harganya murah, sehingga tidak heran jika lele goreng banyak digemari masyarakat Indonesia. Selain itu, konon daging ikan lele juga memiliki nutrisi yang cukup baik untuk kita konsumsi. Paling banyak, ikan lele hadir di warung pecel lele khas Lamongan.

Di kota Cirebon, ikan lele nampaknya semakin populer dengan kehadiran rumah makan Lele Cobek "21" yang terletak di jalan DR Cipto kota Cirebon. Lele Cobek "21" jalan Cipto kota Cirebon menghadirkan hidangan lele goreng lengkap dengan sambal dan lalaban dengan harga yang sangat terjangkau, terlebih, dengan konsep tempat yang sudah tergolong rumah makan.




Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung ke Lele Cobek "21" jalan DR Cipto kota Cirebon, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi lele goreng lengkap dengan sambal dan lalab, ditambah es teh tawar, harga yang harus dibayar tidak lebih sampai Rp 20.000,-. Tergolon murah, mengingat rasanya yang tergolong lumayan enak, tempat yang nyaman, dan bandingkan dengan pecel lele yang dijual di warung-warung tenda pinggir jalan khas pecel lele khas Lamongan.

Selain lele goreng, Lele Cobek "21" jalan DR Cipto kota Cirebon juga menawarkan beberapa menu lainnya seperti ayam goreng/bakar, ikan nila, dan ikan etong. Semuanya dihadirkan dengan harga yang cukup terjangkau. Tidak heran, rumah makan Lele Cobek "21" ini hampir selalu ramai dikunjungi pelanggannya, baik yang berasal dari kota Cirebon maupun yang berasal dari luar kota. Soal pelayanan, Lele Cobek "21" jalan DR Cipto kota Cirebon ini tergolong cukup baik untuk ukuran rumah makan sederhana. Layak dicoba, silahkan datang berkunjung.


Lele Goreng ala LELE COBEK "21"

Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.