RM "Tiara"


Tanah Air kita Indonesia memang sangat kaya akan berbagai macam hal, dari mulai suku bangsa, bahasa, hingga kulinernya. Dan nampaknya, Jawa Barat adalah Provinsi yang selalu dijadikan barometer dalam berbagai macam aspek di Indonesia, dan sekali lagi, termasuk aspek kulinernya. Banyak kota di Jawa Barat yang memiliki kekayaan kuliner, yang paling populer dan digemari nampaknya adalah kuliner dari Tanah Sunda.

Di berbagai kota di Indonesia, kuliner khas Sunda semakin mudah ditemukan, dan banyak disukai masyarakat sekitar. Salah satu ciri khas masakan Sunda adalah cita rasanya yang cenderung manis dan sedap, walaupun karakter manisnya berbeda dengan manis yang ada pada kuliner Jawa Tengah seperti Jogjakarta ataupun Solo misalnya. Kuliner khas Sunda yang banyak terdapat di rumah makan-rumah makan khas Sunda adalah nasi Timbel, nasi Tutug Oncom, dengan lauk pauk khasnya seperti ikan Gurame, ikan Nila atau Mas, lalaban, sambal, sayur asem ala Sunda yang cenderung manis, sayur leuncah, dan masih banyak lagi tentunya.

Bagaimana dengan kota Cirebon? Di kota Cirebon, tentu tidak sedikit rumah makan yang menyajikan kuliner Sunda. Beberapa ada yang sudah populer di luar kota, namun yang dimiliki warga asli Cirebon keturunan Sunda, dan sudah termasuk populer di Cirebon adalah Rumah Makan "Tiara" yang berlokasi di jalan Kartini nomor 8, di sebelah kiri jalan, setelah rel kereta api, sebelum Masjid At-Taqwa, dari arah lampu merah Gunung Sari kota Cirebon.

Rumah Makan "Tiara" sudah berdiri semenjak tahun 2000. Pada awalnya, kegiatan usahanya hanya melayani pesanan cathering untuk hajatan, atau acara lainnya. Ketika usaha yang dimiliki warga asli Cirebon ini semakin maju dan menemukan jalannya untuk berkembang, baru pada tahun 2000 usaha cathering  ini menjadi Rumah Makan "Tiara" di jalan Kartini kota Cirebon.





Seperti halnya rumah makan khas Sunda lainnya, Rumah Makan "Tiara" menyajikan berbagai macam kuliner khas Sunda. Menu andalan dari Rumah Makan "Tiara" adalah nasi Rames, nasi Timbel, nasi Bakar, nasi Tutug Oncom, dengan lauk pauknya seperti ayam goreng, gepuk goreng, tahu dan tempe goreng, ikan asin, sayur asem atau sayur lodeh, lalab & sambal. Rumah Makan "Tiara" juga menyediakan nasi Tumpeng apabila ada masyarakat Cirebon atau pihak-pihak ingin memesan. Dengan harga yang terjangkau, yaitu sekitar Rp 20.000,- sampai Rp 25.000,-an untuk paket komplit nasi Rames/Timbel/Bakar/Tutug Oncom, paket nasi dari Rumah Makan "Tiara" ini tentu tidak heran apabila banyak masyarakat kota Cirebon dan sekitarnya yang menjadi pelanggan setia Rumah Makan "Tiara" jalan Kartini ini.

Selain itu, Rumah Makan "Tiara" juga menerima pesanan nasi kotak dengan pilihan paket-paket nasi tersebut di atas tadi, untuk memenuhi kebutuhan makan siang kantoran, sekolah, atau pihak-pihak lain yang membutuhkan. Rumah Makan "Tiara" ini memang sudah sangat terbiasa dan profesional dalam melayani kebutuhan nasi kotak di wilayah kota Cirebon dan sekitarnya. Tidak heran jika Rumah Makan "Tiara" ini semakin maju, dan tidak pernah sepi pelanggan, baik yang datang dan makan di tempat, yang dibawa pulang, maupun yang pemesanan seperti nasi kotak.

Jam sibuk di Rumah Makan "Tiara" adalah jam-jam makan siang, yaitu sekitar jam 12 siang hingga jam 14 menjelang sore hari. Berbagai kalangan banyak mendatangi Rumah Makan "Tiara" jalan Kartini untuk makan siang, dari mulai karyawan swasta hingga pegawai negeri. Yang membuat Rumah Makan "Tiara" ini selalu ramai dikunjungi pelanggannya, selain karena menu masakannya yang memang enak dan harganya yang relatif murah adalah lahan parkir yang cukup luas, daya tampung rumah makan yang juga mencapai 50 orang-an, pelayanan yang cukup baik, serta adanya fasilitas WiFi bagi pengunjung Rumah Makan "Tiara" yang membutuhkan koneksi internet.

Penulis Cirebon Kuliner sendiri tentu sudah berkesempatan datang berkunjung untuk mencicipi sendiri masakan dari Rumah Makan "Tiara" jalan Kartini nomor 8 ini. Saat berkunjung, yang penulis Cirebon pesan adalah satu porsi nasi Bakar komplit berisi daging gepuk, tempe, ikan asin, sambal, lalab, dan satu buah pisang. Dengan harga tidak sampai Rp 25.000,-, rasa yang enak, porsi yang lebih dari cukup, tentu pantas jika pelanggan Rumah Makan "Tiara" selalu datang dan datang lagi.

Rumah Makan "Tiara" beroperasi dari mulai pukul 8 pagi hingga 20:30. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner warga Cirebon dan sekitarnya yang berencana mampir, silahkan jangan ragu untuk datang kunjungi Rumah Makan "Tiara" jalan Kartini nomor 8 kota Cirebon, persis setelah rel kereta api sebelum Masjid At-Taqwa. Dan bagi yang berencana memesan nasi kotak untuk kebutuhan makanan kantoran atau lainnya, silahkan hubungi langsung Rumah Makan "Tiara" di nomor 0231-208548, 2525000, atau di 087829134710.

Nasi Tumpeng ala RM "Tiara"

Nasi Timbel ala RM "Tiara"

Nasi Bakar ala RM "Tiara"






Nasi Kotak ala RM "Tiara"

Kue Apem Jln. Lemahwungkuk


Kue Apem adalah salah satu jajanan Nusantara Indonesia yang digemari banyak masyarakat Indonesia dan sangat mudah ditemukan, terutama di pasar-pasar tradisional di berbagai kota di Indonesia. Tidak terkecuali di Cirebon, kue apem pun tidak sulit ditemui.

Salah satu penjual kue apem di kota Cirebon yang memiliki lokasi mangkal tetap adalah kue apem di jalan Lemahwungkuk, persis di sebelah Kue Tapel "Ibu Oom". Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah mencoba langsung rasa dari Kue Apem jalan Lemahwungkuk ini.

Kue Apem jalan Lemahwungkuk kota Cirebon ini menjual kue apem kukus dan juga panggang. Tinggal pilih sesuai selera dan kebutuhan. Kue Apem jalan Lemahwungkuk kota Cirebon ini juga menerima pesanan, apabila ada di antara pembaca Cirebon Kuliner masyarakat kota Cirebon yang sedang membutuhkan kue apem dalam jumlah tertentu untuk dipesan.

Lapak Kue Apem jalan Lemahwungkuk kota Cirebon ini buka dari pagi hari hingga siang atau sore hari. Jadi, bisa dinikmati sebagai sarapan pagi, atau bisa juga untuk jajanan di siang atau sore hari. Rasanya enak, harganya juga terjangkau. Silahkan datang dan coba kue apem di lapak Kue Apem jalan Lemahwungkuk kota Cirebon.

Pancake Durian "d'Time"


Nampaknya, kuliner pancake durian semakin digemari di kota Cirebon. Semenjak kehadirannya di kota Cirebon, kini bertambah lagi satu pilihan merk penjual pancake durian, yaitu Pancake Durian "d'Time" yang berlokasi di CSB Mall kota Cirebon.

Kuliner yang dibuat dari daging buah durian Medan dan dibalut adonan pancake ini memang menggugah selera, terlebih bagi para pecinta durian. Pancake durian Medan memang cocok sekali dijadikan cemilan, terlebih apabila dinikmati di siang hari saat panas, ketika pancake durian masih dingin baru dikeluarkan dari pendingin.


Pancake Durian "d'Time" sendiri menghadirkan pancake durian dengan satu rasa original, yaitu berisi daging durian asli Medan, dengan ukuran seperti kebanyakan pancake durian. Dijual dengan harga Rp 13.000,- per piece, atau Rp 60.000,- per pack isi 5 pcs pancake durian.

Bagi pecinta pancake durian di kota Cirebon, tentu sudah tahu merk apa saja yang available di kota Cirebon. Dan kini bertambah satu lagi pilihan pancake durian bagi penggemar pancake durian di kota Cirebon. Penasaran? Silahkan coba Pancake Durian "d'Time" di CSB Mall kota Cirebon.


Kupat Tahu Ciamis Jln. Siliwangi


Tanah Air kita Indonesia memang memiliki kekayaan yang melimpah, termasuk di dalam aspek kuliner pun begitu, satu jenis makanan saja bisa berbeda satu sama lain di masing-masing daerah. Misalnya saja kuliner semacam kupat tahu, tahu tek-tek, ketoprak. Ketiganya memang serupa, namun tak sama. Ketoprak, konon, berasal dari daerah Jawa, asal nama ketoprak berasal dari bunyi makanan yang tidak sengaja terjatuh yaitu "ketuprak" dan pelafalan menjadi ketoprak karena masyarakat Jawa lebih 'nyaman' mengucapkan 'ketoprak' untuk makanan ketimbang 'ketuprak'.

Berbeda dengan ketoprak, kupat tahu 'dianggap' berasal dari tanah Sunda, dengan perbedaan bumbu kacang yang sudah jadi ketika akan dijajakan, sedangkan bumbu kacang dalam ketoprak biasanya dadakan diuleg oleh sang penjual. Bumbu kupat tahu pun biasanya lebih encer (cair) dibanding ketoprak. Selain itu, kupat tahu tidak menggunakan bihun dalam isiannya. Nah, tahu tek-tek juga berbeda, tahu tek-tek isiannya sama dengan kupat tahu, hanya bumbunya terasa lebih gurih, dan tahunya biasanya digoreng sangat kering, sehingga menimbulkan efek renyah dan kriuk-kriuk ketika dinikmati. Dan tahu tek-tek berasal dari Jawa Timur.

Di Cirebon, lebih banyak penjual ketoprak dibanding kupat tahu, apalagi tahu tek-tek. Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah beberapa kali mengulas mengenai ketiga makanan ini. Tahu tek-tek yang paling jarang ada di Cirebon, bisa ditemukan di sepanjang jalan Bode, Megu, Kabupaten Cirebon, hingga ke Desa Gombang, Plumbon, Kabupaten Cirebon. Kupat tahu dengan gaya Kuningan banyak terdapat di sepanjang jalan Kanggraksan, dipagi hari.


Sekarang, satu lagi ulasan kupat tahu, kali ini kupat tahu yang berasal dari daerah Ciamis, bukan Kuningan. Sebelumnya, penulis Cirebon Kuliner pernah membahas kupat tahu Ciamis Ibu Ade jalan Lawanggada. Sedangkan yang satu ini, penulis Cirebon Kuliner menemukannya di jalan Siliwangi, di emperan depan Hotel Langensari, tidak jauh dari alun-alun Kejaksan kota Cirebon. Satu porsi kupat tahu Ciamis ini dijual dengan harga Rp 7.000,- saja. Harga yang memang pasaran untuk hidangan ini. Cocok untuk sarapan, tidak terlalu berat, namun mengenyangkan, enak, dan murah.

Isiannya, tentu sama saja dengan kupat tahu Kuningan yang banyak terdapat di sepanjang jalan Kanggraksan kota Cirebon dipagi hari. Namun yang penulis Cirebon Kuliner rasakan, perbedaannya ada di bumbu kacangnya. Kupat tahu Kuningan terasa lebih smooth, namun tidak segurih bumbu kacang pada kupat tahu Ciamis. Entah, apakah ini merupakan hal yang memang mendasar dalam perbedaan kupat tahu Kuningan dan Ciamis, atau kebetulan saja. Paling tidak, itu yang penulis Cirebon Kuliner rasakan. Ingin coba? Silahkan  datang pagi hari di kawasan jalan Siliwangi kota Cirebon.


Kupat tahu Ciamis jalan Siliwangi kota Cirebon

Resto Iga Bakar "Tiga"


Salah satu makanan dari Barat yang cukup digemari masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat kota Cirebon adalah steak. Dan mungki salah satu kuliner Nusantara yang mirip-mirip dengan steak adalah iga bakar penyet. Nah, salah satu tempat makan di kota Cirebon yang menyajikan menu iga bakar dan juga steak adalah Resto Iga Bakar "Tiga". Bukan hanya itu tentunya, Resto Iga Bakar "Tiga" menyediakan banyak pilihan menu makanan lainnya dengan kualitas menu dan pelayanan yang lebih.

Resto Iga Bakar "Tiga" berlokasi di jalan Moh. Toha kota Cirebon. Dari penampilan luarnya, Resto Iga Bakar "Tiga" ini sangat cozy dengan adanya space outdoor yang cukup luas, ditambah ornamen-ornamen yang menambah kesan nyaman. Mungkin banyak masyarakat kota Cirebon yang sering melewati jalan Moh. Toha dan melihat sekilas Resto Iga Bakar "Tiga" dan penasaran seperti apa di dalamnya, apa saja menunya, dan tentu, berapa kisaran harganya.

Untuk memenuhi rasa penasaran masyarakat kota Cirebon itu, penulis Cirebon Kuliner datang berkunjung ke Resto Iga Bakar "Tiga" jalan Moh. Toha kota Cirebon untuk mengetahui lebih banyak mengenai resto ini, dan membuat artikel ulasannya sebagai informasi yang mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat kota Cirebon dan sekitarnya.




Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memang merasakan kenyamanan yang lebih dari cukup. Kenyamanan ini mungkin berasal dari pertama, lokasi Resto Iga Bakar "Tiga" yang tidak tepat berada di pusat kota, terlebih jalan Moh. Toha bukanlah jalan di kota Cirebon yang padat kendaraan, apalagi sampai macet. Dari sini saja, pengunjung Resto Iga Bakar "Tiga" bisa mendapatkan kemudahan, paling tidak, apabila dibandingkan jika pengunjung harus masuk mall, atau apabila mendatangi resto yang terletak di jalan utama yang padat lalu lintas atau macet.

Kedua, kenyamanan itu didapat dari interior dan suasana Resto Iga Bakar "Tiga" itu sendiri. Dan yang terakhir, tetapi yang terpenting, adalah keramahan dari para waitress di Resto Iga Bakar "Tiga" ini. Sedari datang, penulis Cirebon Kuliner sudah disambut dengan senyum dan sapa yang ramah dari crew di Resto Iga Bakar "Tiga" jalan Moh. Toha ini.

Begitu masuk ke area indoor, suasana nyaman juga masih terasa dengan adanya sofa yang terlihat sangat menggoda untuk diduduki, tentunya selain senyum dan sapa yang juga ramah dari para waitress di dalam. Dari buku menu yang disodorkan, penulis Cirebon Kuliner melihat ada berbagai menu yang bisa dipilih pengunjung Resto Iga Bakar "Tiga", diantaranya adalah iga bakar, steak, nasi goreng, berbagai pilihan sop, dan masih ada beberapa menu makanan dan minuman lainnya.


Iga Bakar Saus Lada Hitam ala Resto Iga Bakar "Tiga"

Yang paling menarik menurut penulis Cirebon Kuliner adalah pilihan steak di Resto Iga Bakar "Tiga" ini, yaitu adanya pilihan steak dengan daging lokal, Australia, dan New Zealand atau Selandia Baru. Untuk pilihan lokal, seharga Rp 80.000,-an, Australia dan Selandia Baru seharga Rp 100-200.000,-. Bagaimana dengan rasanya?

Penulis Cirebon Kuliner memesan satu iga bakar dengan saus lada hitam, dan satu steak lokal dengan pilihan saus original. Iya, ada beberapa pilihan saus ketika kita memesan steak di Resto Iga Bakar "Tiga" ini; original, teriyaki, dan lada hitam. Begitu juga dengan tingkat kematangannya, pengunjung Resto Iga Bakar "Tiga" diberi pilihan setengah matang atau matang. Penulis Cirebon Kuliner juga memesan mint tea untuk minumnya. Tidak menunggu terlalu lama, pesanan datang. Setelah mencicipi, kualitas steak ala Resto Iga Bakar "Tiga" jalan Moh. Toha kota Cirebon ini tergolong baik.

Aroma daging steak-nya cukup menggoda, dagingnya tidak terlalu alot atau keras, juga tidak terlalu empuk, masih ada sedikit "perlawanan" dari dagingnya saat dikunyah, sehingga lebih terasa cita rasa daging sapinya. Berbeda dengan daging dari iga bakarnya yang sangat empuk dan lembut, tidak perlu usaha ekstra saat harus memotongnya kecil-kecil, cukup dengan sedikit tenaga menggunakan garpu, daging iga bakar ala Resto Iga Bakar "Tiga" ini sudah terpotong.


Steak dengan daging lokal dan saus original ala Resto Iga Bakar "Tiga"

Saus original untuk steak-nya juga enak, tidak neko-neko, namun memang pas, memang begini harusnya steak dengan saus original. Kentang gorengya juga cukup enak, dengan potongan yang tidak terlalu tipis, menjadikan ukuran yang cukup untuk makan berat. Sedangkan iga bakarnya diberi pilihan karbohidrat nasi atau kentang, dengan disajikan sudah lengkap dengan kuah sop yang juga bercita rasa gurih dan enak. Secara keseluruhan, menurut penulis Cirebon Kuliner, hidangan menu yang disajikan Resto Iga Bakar "Tiga" ini cukup pas dengan harga yang ditawarkan. Oiya, pengunjung juga diberi welcoming drink gratis saat awal datang, dan juga puding gratis sebagai makanan penutupnya.

Terlebih, mengingat pelayanan dan kenyamanan yang didapat pengunjung dari Resto Iga Bakar "Tiga" ini cukup mengimbangi harga yang dipatok. Mungkin, tidak banyak masyarakat kota Cirebon yang mencari resto dengan kriteria seperti Resto Iga Bakar "Tiga" ini. Namun, tentu tetap ada masyarakat kota Cirebon yang mengidamkan resto yang nyaman, pelayanan baik, menu masakan yang enak, dan lokasi yang tidak merepotkan ketika datang berkunjung. Jadi, semuanya tergantung preferensi dan kemampuan kita masing-masing.

Jadi, bagi yang mencari resto nyaman, menu enak, pelayanan ramah, dan lokasi yang mudah, serta daya tampung cukup banyak, terutama untuk kumpul keluarga atau relasi bisnis, atau wisatawan dari luar kota, Resto Iga Bakar "Tiga" jalan Moh. Toha kota Cirebon sangat bisa dijadikan pilihan. 

Warung Makan "Ibu Juju" Jln. Arya Kemuning


Hingga saat ini, tempat makan yang didambakan sebagian masyarakat kita adalah tempat makan yang menyajikan menu makanan yang enak dengan harga terjangkau, plus bonusnya adalah kenyamanan tempat yang baik. Begitu juga di Cirebon, sebagian masyarakat kota Cirebon juga tentu mendambakan tempat makan yang bisa memenuhi kebutuhan semacam itu, menu makanan yang familiar di lidah, rasa enak, dan harga terjangkau.

Dan salah satu tempat makan di kota Cirebon yang banyak dikunjungi pencari makan - terutama makan siang - adalah Warung Makan "Ibu Juju" yang berlokasi di jalan Arya Kemuning (dari jalan Cipto, seberang CSB). Bagi masyarakat kota Cirebon yang sudah tahu mengenai Warung Makan "Ibu Juju" jalan Arya Kemuning ini, pasti tidak heran apabila Warung Makan "Ibu Juju" ini setiap siang selalu ramai disesaki para pelanggannya yang ingin membeli makan siang dengan menu masakan rumahan, rasa enak, dan harga terjangkau.


Iya, Warung Makan "Ibu Juju" ini menawarkan berbagai macam menu masakan rumahan, dari mulai tempe goreng, ayam goreng, lele goreng, mujaer, oreg tempe kering/basah, sayur asem, sayur lodeh, dan berbagai menu masakan rumahan yang memang banyak digemari dan dicari masyarakat kota Cirebon. Dengan pilihan yang banyak, rasa yang enak, dan harga yang cukup terjangkau, Warung Makan "Ibu Juju" ini banyak memiliki pelanggan dari kalangan karyawan kantoran dari berbagai kalangan.

Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah beberapa kali mampir ke Warung Makan "Ibu Juju" ini, dan kini, penulis Cirebon Kuliner berkesempatan membuat ulasannya sebagai informasi bagi masyarakat kota Cirebon yang belum tahu. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner menikmati sajian satu porsi nasi, dengan ayam goreng, telor bumbu merah, oreg basah, dua krupuk, dan es teh manis, semuanya ini seharga Rp 20.000,-. Enak, kenyang, dan terjangkau. Jadi, bagi masyarakat kota Cirebon, atau yang sedang berada di Cirebon, yang sedang mencari makan siang dengan pilihan menu masakan rumahan, rasa enak, dan harga cukup terjangkau bisa coba mampir ke Warung Makan "Ibu Juju" di jalan Arya Kemuning kota Cirebon.

New Star Kopitiam




Saat ini, tempat makan dengan plot kedai kopi nampaknya sedang menjadi tren di Indonesia. Salah satu yang populer saat ini adalah dengan konsep kopitiam. Dalam kesempatan kali ini, penulis Cirebon Kuliner ingin berbagi sedikit informasi yang menurut penulis Cirebon Kuliner penting. Kopitiam adalah bahasa Melayu dan Hokkian. Dalam kosakata Hokkian, tiam berarti warung atau kedai. Jadi, kopitiam dalam bahasa Indonesia bisa diartikan secara literal sebagai warung kopi.

Hanya saja, kopitiam lebih merujuk kepada warung kopi di daerah Melayu, khususnya Singapura, Malaysia, dan sebagian wilayah Indonesia seperti Riau, Jambi, dan Medan. Dan yang menjadi ciri khas atau identitas, atau tipikal kopitiam adalah minuman kopi dan teh, serta berbagai jajanan atau makanan ringan jaman dulu di daerah Melayu sana, dimana kopinya adalah kopi hitam tubruk, atau kopi hitam dengan pemanis gula, atau dengan susu kental manis, atau dengan susu murni cair. Sedangkan makanan tipikal kopitiam adalah jajanan ringan seperti krupuk ikan, roti tawar dengan berbagai pilihan selai atau es krim. Dan makanan beratnya adalah makanan-makanan dari Melayu, seperti nasi lemak, mie ala Melayu dengan pengaruh peranakan (turunan Tionghoa), dan lain-lain.

Di kota Cirebon sendiri, sudah ada beberapa kedai kopi dengan konsep kopitiam. Salah satunya adalah New Star Kopitiam yang berada di CSB Mall kota Cirebon. Dengan penampilan tempatnya yang menarik, New Star Kopitiam CSB Mall kota Cirebon ini memang mampu menarik para pengunjung CSB Mall kota Cirebon yang sedang mencari tempat makan dengan suasana nyaman, dan berkesan eksklusif. Penulis Cirebon Kuliner pun menyempatkan diri untuk datang berkunjung dan mencoba menunya.




Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi nasi ayam goreng asam manis, dan satu kopi susu, serta satu botol air mineral, semuanya ini seharga sekitar Rp 40.000,-an. Harga yang standar untuk tempat makan di dalam Mall. Soal rasa, menu sajian New Star Kopitiam ini tergolong lumayan enak, nyaman di lidah. Nilai utamanya adalah tempatnya itu sendiri yang memang nyaman untuk keluarga, dan individu yang membutuhkan suasana tenang, nyaman, dengan harga yang relatif terjangkau, apalagi, New Star Kopitiam ini juga memiliki fasilitas WiFi gratis yang bisa menambah kenyamanan pengunjungnya.

Bagi yang belum pernah berkunjung, New Star Kopitiam CSB Mall kota Cirebon ini paling pas untuk didatangi bersama keluarga saat liburan, atau di akhir pekan. Pengunjung bisa memesan berbagai menu makan yang familiar dengan harga yang relatif rendah, dan rasa yang lumayan enak, dan tentunya, tempat yang nyaman untuk berlama-lama bersama keluarga.

Nasi Ayam Goreng Asam Manis dan Kopi Susu ala New Star Kopitiam CSB Mall kota Cirebon

Tekwan "Ummi Tina" YOGYA Grand Jln. Karanggetas


Tekwan mungkin tidak terlalu populer di kota Cirebon, meskipun begitu, kuliner Nusantara asal kota Palembang ini memiliki cita rasa khas yang nikmat. Sebagai informasi ringan, tekwan berasal dari kota Palembang, terbuat dari ikan dan sagu, disajikan dengan kuah udang, dengan bahan makanan pelengkap lainnya seperti bihun, bengkoang, jamur, daun bawang, seledri, dan bawang goreng.

Penulis Cirebon Kuliner sendiri secara tidak sengaja menemukan penjual Tekwan di YOGYA Grand jalan Karanggetas kota Cirebon. Dengan nama Tekwan khas "Ummi Tina" lapak ini menarik perhatian penulis Cirebon Kuliner untuk mencoba. Penulis Cirebon Kuliner pun memesan satu porsi Tekwan ala "Ummi Tina". Dari penampilannya, Tekwan memang tergolong ke dalam hidangan sup. Aromanya yang gurih nan khas memang menggugah selera, apalagi jika disajikan hangat.

Bahan makanan utamanya sendiri adalah yang terbuat dari ikan dan sagu, berbentuk kecil agak bulat, dengan tekstur kenyal, dengan rasa yang gurih dari ikan. Kuahnya pun segar, apalagi disajikan dalam keadaan masih hangat, paling pas dinikmati saat cuaca mendung atau hujan. Dengan harga tidak sampai Rp 20.000,- per porsi, kuliner Tekwan khas Palembang ala "Ummi Tina" di areal foodcourt YOGYA Grand jalan Karanggetas kota Cirebon ini, memang layak dicoba.


Tekwan khas Palembang ala "Ummi Tina"

Es Serut "Mang Iwan" Panembahan


Sebelumnya, penulis Cirebon Kuliner sudah pernah mengulas tentang Es Serut "Mang Iwan" jalan Kartini kota Cirebon. Kali ini, penulis Cirebon Kuliner mengulas Es Serut "Mang Iwan" yang ada di kawasan Panembahan, kurang lebih 4 KM ke arah Barat dari kota Cirebon, tidak begitu jauh dari kawasan wisata kuliner Empal Gentong H. Apud.

Sebelumnya, bagi yang belum tahu, es Serut adalah jajanan tradisional es khas Cirebon. Dahulu, es Serut khas Cirebon ini biasa dijajakan secara keliling kampung oleh para penjualnya dengan pikulan khasnya yang memiliki tempat khusus untuk gelas-gelas yang akan digunakan untuk sajian es Serut khas Cirebon. Saat ini, es Serut khas Cirebon sudah relatif sulit ditemukan, bahkan di perkampungan pelosok Cirebon sekalipun.


Beruntung, generasi muda Cirebon dan juga wisatawan yang berkunjung ke kota Cirebon masih bisa menikmati es Serut khas Cirebon saat ini dengan mudah dengan adanya Es Serut "Mang Iwan" di jalan Kartini untuk wilayah kotanya, dan di kawasan Desa Panembahan untuk daerah Kabupatennya.

Penulis Cirebon Kuliner pun berkesempatan datang berkunjung untuk meliput sekaligus menikmati satu gelas es Serut khas Cirebon ala "Mang Iwan". Dijual dengan harga Rp 5.000,- plus 2 helai roti tawar, es Serut khas Cirebon ala "Mang Iwan" ini tentunya sangatlah menarik untuk dicoba. Selain murah tentunya, juga menyegarkan dinikmati saat kota Cirebon sedang panas-panasnya.

Es Serut khas Cirebon adalah minuman es tradisional yang dibuat dengan isian balok es yang di "serut" dengan alat khusus sehingga menghasilkan serpihan-serpihan es di dalam gelas. Isian lainnya adalah parutan kelapa, roti, agar-agar berwarna putih. Walaupun secara estetika penampilan es Serut khas Cirebon tidak bergitu berwarna - karena hanya putih pucat saja - tentunya tidak mengurangi nilai warisan kulinernya. Penasaran? Silahkan coba es Serut khas Cirebon ala "Mang Iwan" di jalan Kartini kota Cirebon, atau di kawasan Desa Panembahan kabupaten Cirebon.


Dapoer Bali Jln. Kartini


Berkali-kali penulis Cirebon Kuliner menyatakan bahwa kota Cirebon sedang mengalami perkembangan yang luar biasa pesat, terutama di sektor fasilitas publik, seperti mall, hotel, dan tempat makan. Dan satu lagi yang terbaru hadir di Cirebon, Dapoer Bali, di jalan Kartini kota Cirebon, tepatnya di seberang restoran cepat saji Mc'D, persis di belokan jalan Pancuran.

Dari namanya, tentu pembaca Cirebon Kuliner sudah dapat menebak menu apa saja yang disajikan di warung makan sederhana ini. Iya, Dapoer Bali mencoba menawarkan menu kuliner khas Bali seperti ayam Betutu, bebek Betutu, dan sate lilit. Dengan penampilan sederhana tepat di pinggir salah satu jalan utama di kota Cirebon, dan menonjolkan karakter Bali, tentu Dapoer Bali ini lumayan menarik perhatian masyarakat Cirebon yang kebetulan sedang melewati kawasan jalan Kartini kota Cirebon.




Penulis Cirebon Kuliner pun menyempatkan datang berkunjung untuk mencicipi menu kuliner khas Bali ala Dapoer Bali jalan Kartini kota Cirebon. Saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi bebek Betutu khas Bali ala Dapoer Bali jalan Kartini kota Cirebon. Dan saat pesanan datang, penulis Cirebon Kuliner dari tampilannya, bebek Betutu khas Bali ala Dapoer Bali ini masih satu tipe dengan ingkung ayam khas Jawa dengan bumbu yang tebal.

Walaupun bebek Betutu khas Bali ala Dapoer Bali jalan Kartini kota Cirebon ini tidak begitu otentik Bali, namun dari rasanya, cukup nyaman di lidah. Disajikan lengkap dengan sambal matah khas Bali dan lawar Bali, penampilan bebek Betutu ala Dapoer Bali ini cukup menarik. Satu paket dengan nasi dan es teh manis, bebek Betutu ala Dapoer Bali jalan Kartini kota Cirebon ini dijual seharga Rp19.000,-. Harga yang menarik untuk kuliner berbahan dasar bebek, rasa yang lumayan enak, dan tempat yang sederhana namun cukup nyaman. Dapoer Bali cocok bagi masyarakat kota Cirebon yang ingin berkuliner ria namun tidak merogoh kocek terlalu banyak. Penasaran? Silahkan datang dan datang kunjungi Dapoer Bali di jalan Kartini kota Cirebon.



Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.