Toko Manisan "Sinta"


Di setiap kota pasti ada satu atau beberapa toko yang menjual berbagai macam oleh-oleh khas dari kotanya. Begitu juga di kota Cirebon, Toko Manisan "Sinta" adalah yang paling terkenal dan termasuk salah satu toko tertua yang menjual manisan atau oleh-oleh khas Cirebon. Juga, termasuk toko penjual oleh-oleh khas Cirebon yang konsisten paling ramai dikunjungi wisatawan dari luar kota Cirebon.

Toko Manisan "Sinta" ini sudah ada dari puluhan tahun yang lalu. Dan kini, dari toko kecil yang terletak di kawasan Pasar Kanoman kota Cirebon, sudah menjelma menjadi toko yang cukup besar dan paling dikenal di Cirebon. Banyak wisatawan yang sedang berlibur atau berkunjung ke kota Cirebon menjadikan Toko Manisan "Sinta" sebagai tujuan utama untuk membeli manisan atau oleh-oleh khas Cirebon lainnya.



Di Toko Manisan "Sinta" yang terletak di jalan Winaon kota Cirebon ini menjual berbagai macam manisan. Selain itu, Toko Manisan "Sinta" juga menjual berbagai macam oleh-oleh khas Cirebon buatan sendiri dari mulai makanan ringan, bumbu dapur, sambal makanan, krupuk, sampai berbagai olahan ikan asin dan juga sirup khas Cirebon.

Memang, Toko Manisan "Sinta" adalah salah satu toko penjual berbagai oleh-oleh khas Cirebon yang terlengkap di kota ini. Jadi, bagi anda yang kebetulan sedang berkunjung dari luar kota ke kota Cirebon dan ingin membeli macam-macam manisan atau oleh-oleh khas Cirebon lainnya, Toko Manisan "Sinta" ini memang salah satu pilihan yang tepat.



Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang berada di luar kota Cirebon dan ingin memesan produk oleh-oleh khas Cirebon dari toko Sinta, bisa memesan melalui CirebonKuliner.com dengan cara kontak ke CirebonKuliner.com ke:

WA/SMS   : 089621842883

"Goji" Thai Tea


Beberapa dari kita mungkin penikmat kopi, beberapa dari kita penikmat minuman coklat, dan beberapa dari kita mungkin penikmat teh. Nah, kali ini penulis Cirebon Kuliner akan mengulas satu bisnis di bidang kuliner, lebih spesifiknya minuman, yang terbuat dari teh. Bukan teh biasa tentnunya, karena "Goji," yang akan diulas ini menggunakan teh asli dari negeri gajah putih, Thailand.

Berawal dari "pertemuan" di Twitter dengan akun @Goji_licious akhirnya penulis Cirebon Kuliner bertemu langsung dengan sang founder dari Goji Thai Tea. Sang pemilik adalah pria asli Cirebon yang sebelumnya telah menjalankan "Goji" di Jakarta, dan saat ini memberanikan diri untuk mengembangkan bisnisnya di kota asalnya.


Dari perbincangan singkat dengan sang pemilik, penulis Cirebon Kuliner mendapatkan informasi bahwa teh yang digunakan adalah betul-betul teh yang berasal dari Thailand. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner juga berkesempatan untuk menghirup aroma teh siap seduh yang dikemas dalam botol kecil. Dari aromanya, teh Thailand ini memang memiliki aroma yang berbeda dari kebanyakan teh yang ada.


"Goji" Thai Tea menawarkan beberapa pilihan teh, seperti Thai Tea Original, Premiun Thai Tea, Thai Green Tea, dan Premium Green Tea. Yang penulis Cirebon Kuliner coba icip adalah Premium Thai Tea yang merupakan Original Thai Tea dengan campuran susu murni. Rasanya, Premium Thai Tea ini memang sangat menyegarkan. Aroma teh Thailand dengan campuran susu murni memang memberi sensasi tersendiri bagi penikmatnya.

Selain enak, "Goji" Thai Tea ini tidak mematok harga yang mahal, Thai Tea ala "Goji" ini bisa kita nikmati dengan kisaran harga mulai Rp 3.000,-an dan tidak lebih dari Rp 5.000,- per gelasnya. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner, sekarang bisa menikmati teh dengan cita rasa lain. Silahkan coba "Goji" Thai Tea yang biasa buka lapaknya di komplek stadion Bima setiap hari Minggu pagi.

Purimas 3 Jln. Wahidin


Hidangan pastry seperti kue kering, roti kecil, atau cake memang banyak digemari berbagai kalangan. Di Cirebon, ada beberapa toko yang menjual berbagai macam kue, roti, atau cake. Setelah sebelumnya pernah mengulas Toko Kue & Roti  Ruby, juga Toko Kue & Roti La Palma, kini penulis Cirebon Kuliner kembali mengulas satu toko kue dan roti yang tidak hanya terkenal di Cirebon, tapi juga di luar kota, karena memang toko kue asal Pekalongan ini memang sudah besar, Purimas.

Yang juga khas dan terkenal dari Purimas, Telor Pindang

Di Cirebon, ada dua Purimas, di jalan Wahidin, dan satu lagi di Perumnas. Yang penulis Cirebon Kuliner kunjungi dan ulas sekarang ini adalah Purimas yang ada di jalan Wahidin, tepatnya di seberang Hotel Zamrud, atau di sebelah kanan dari arah lampu merah Gunung Sari, sebelum kantor perusahaan finance, Adira.



Toko kue dan roti Purimas ini menjual berbagai kue, roti, dan cake buatan sendiri. Soal rasa, Purimas tidak perlu diragukan lagi, hampir semua orang dari berbagai kalangan dan dari berbagai usia menyukai kue, roti dan cake buatan Purimas. Nah, bagi yang belum pernah coba datang dan icip kue Purimas, silahkan coba, karena selain enak, yang pasti tidak mahal.




Pisang "Kremes" Kesambi (LAPAK BIMA)


Penulis Cirebon Kuliner memperhatikan saat ini buah pisang sedang menjadi idola di kalangan pebisnis kuliner. Karena saat ini semakin banyak pebisnis kuliner yang memilih buah pisang sebagai bahan utama dalam bisnis kulinernya. Dalam bisnis kuliner, buah pisang yang memiliki banyak jenis ini memang bisa dijadikan berbagai olahan untuk diperdagangkan, seperti keripik pisang, pisang bakar, pisang goreng.

Yang saat ini banyak digemari masyarakat dari berbagai kalangan adalah olahan pisang dengan cara digoreng. Dan para pebisnis kuliner saat ini nampaknya semakin pintar membuat berbagai inovasi dalam membuat pisang goreng. Setelah sebelumnya penulis Cirebon Kuliner pernah mengulas mengenai Banana Kriuk yang saat ini memang sudah berkonsep franchise, kini penulis Cirebon Kuliner mengulas kuliner serupa tapi tak sama, yaitu Pisang Kremes.


Betul, kuliner ini memang serupa, yaitu pisang goreng, namun tak sama, karena dari penampilan dan rasanya tentu tak sama. Soal Banana Kriuk, pembaca Cirebon Kuliner bisa membaca ulasannya di sini. Dari informasi yang banyak beredar, penulis Cirebon Kuliner mengetahui bahwa pisang kremes berasal dari Pontianak. Begitu juga Pisang Kremes yang satu ini, juga bertajuk "asli Pontianak."

Pisang Kremes ala Cirebon ini biasa buka lapak di kawasan Kesambi, di sebelah kiri sebelum rel kereta api, kalau dari arah RS Gunung Jati. Booth Pisang Kremes ini letaknya tidak jauh dari Docang Kesambi yang juga pernah diulas di Cirebon Kuliner. Pisang Kremes juga biasa rutin buka lapak di komplek stadion Bima setiap hari Minggu pagi.

Harga satu piece Pisang Kremes adalah Rp 1.500,-. Dari penampilan, Pisang Kremes ini diselimuti adonan terigu yang crispy, mirip ayam goreng ala fastfood. Dan rasanya, memang gurih, renyah, cocok sekali untuk dijadikan cemilan yang mengenyangkan. Kalau penulis Cirebon Kuliner boleh berpendapat, sepertinya akan lebih menarik lagi apabila diberi beberapa pilihan topping seperti keju atau coklat misalnya. Namun, dengan olahan sederhana seperti ini saja Pisang Kremes sudah enak.


Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang ingin menikmati pisang goreng dengan inovasi dan rasa yang berbeda, silahkan coba Pisang Kremes di jalan Kesambi, sebelah kiri dari arah LP sebelum rel kereta api, atau bisa datang ke komplek stadion Bima setiap Minggu pagi.

Pondok Lele Nasi Uduk Jln. Tentara Pelajar


Satu lagi tempat makan khas Lamongan diulas penulis Cirebon Kuliner. Kali ini Pondok Lele Nasi Uduk yang sudah sejak lama ada di kota Cirebon tepatnya di areal toko oli di kawasan jalan Tentara Pelajar kota Cirebon

Yang penulis Cirebon Kuliner tahu, Pondok Lele Nasi Uduk yang satu ini memang sudah lama berjualan dan mangkal di salah satu toko oli di jalan Tentara Pelajar. Seperti kebanyakan warung pecel lele ala Lamongan, warung Pondok Lele Nasi Uduk jalan Tentara Pelajar ini juga menawarkan berbagai menu yang sama seperti goreng lele, ayam, bebek, dan usus, dengan pilihan nasi uduk.


Penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi bebek goreng dan lele goreng, dan dua teh tawar hangat. Sambal adalah senjata utama warung Lamongan. Di Pondok Lele Nasi Uduk jalan Tentara Pelajar ini, rasa sambalnya cukup enak, namu yang cukup menonjol adalah goreng bebeknya.


Iya, bebek goreng di Pondok Lele Nasi Uduk jalan Tentara Pelajar ini memang empuk, dan gurih. Jadi bagi anda penggemar bebek goreng, silahkan coba bebek goreng di Pondok Lele Nasi Uduk jalan Tentara Pelajar kota Cirebon ini. Oiya Rp 33.000,- adalah harga untuk semua pesanaan Cirebon Kuliner ditambah tambahan nasi setengah porsi.

Nasi Goreng "Pasar Pagi"



Sebetulnya, warung  nasi goreng ini tidak memiliki nama, namun sudah semenjak lama, warung nasi goreng ini populer dengan nama Nasi Goreng "Pasar Pagi." Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang asli Cirebon, mungkin sudah bisa langsung menebak dari nama tersebut berasal. Iya, terkenal dengan nama tersebut karena warung nasi goreng ini terletak di samping pintu keluar Pasar Pagi, atau yang sekarang telah berubah menjadi PGC.

Iya, warung Nasi Goreng "Pasar Pagi" ini sudah ada di Cirebon smenjak bertahun-tahun lalu. Jauh sebelum Pasar Pagi berubah menjadi PGC. Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, warung ini memang sedang ramai dikunjungi para pelanggannya yang sepertinya sudah menjadi langganan lama dan sudah mengetahui bahwa rasa nasi goreng di warung ini enak.


Penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi nasi goreng. Dari aroma dan penampilan, nasi goreng ini memang cukup menggugah selera. Setelah mencicipi, memang betul, rasa dari nasi goreng di warung Nasi Goreng "Pasar Pagi" ini tergolong enak, apalagi dengan harga yang murah, Rp 8.000,- saja kita bisa menikmati satu porsi nasi goreng di sini.


Untuk lebih jelasnya, letak warung Nasi Goreng "Pasar Pagi" ini ada di jalan kecil yang menuju ke jalan KS Tubun dari jalan Siliwangi, atau lebih tepatnya di seberang gedung YEN Photo. Warung Nasi Goreng "Pasar Pagi" ini biasa buka di malam hari. Jadi, bagi anda pembaca Cirebon Kuliner yang gemar nasi goreng, silahkan coba Nasi Goreng "Pasar Pagi" yang sudah terkenal ini.

Toko Roti & Kue "La Palma"



Di Cirebon, ada beberapa toko roti dan kue yang sudah terkenal semenjak lama, setelah sebelumnya penulis Cirebon Kuliner mengulas toko roti & kue Ruby, kini penulis Cirebon Kuliner menghadirkan satu lagi toko roti & kue yang sudah terkenal dan berada di Cirebon cukup lama, yaitu Toko Roti & Kue "La Palma" yang ada di jalan Siliwangi, tepatnya persis di sebelah Balaikota Cirebon.



Toko Roti & Kue "La Palma" tentunya menyediakan berbagai kue kering, cake, juga roti buatan "La Palma" sendiri. Bagi masyarakat yang sudah mengetahui eksistensi Toko Roti & Kue "La Palma," toko ini tentunya merupakan favorit masyarakat Cirebon selain toko roti & kue Ruby, karena "La Palma" juga sudah berusia cukup tua di Cirebon.


Sampai saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penampilan toko roti & kue "La Palma" masih berlum berubah dari dahulu sampai sekarang, sehingga memberikan kenangan atau memori tersendiri terutama bagi masyarakat Cirebon yang tahu tentang Toko Roti & Kue "La Palma."



Untuk itu, penulis Cirebon Kuliner juga merekomendasikan Toko Roti & Kue "La Palma" untuk anda yang ingin menikmati berbagai macam kue, cake atau roti, atau bisa juga memesan berbagai macam makanan ringan untuk berbagai keperluan.

"Bangi" Kopitiam




Penulis Cirebon Kuliner langsung tertarik begitu melihat kehadiran "Bangi" Kopitiam di Cirebon. Karena dari penampilannya saja, tempat ngopi sekaligus makan ini memang sangat menarik untuk dikunjungi, terutama jika dilihat dimalam hari, "Bangi" Kopitiam memang memberi pemandangan tersendiri di Cirebon.



"Bangi" Kopitiam adalah franchise asal Malaysia, dan kini hadir di Cirebon. Kata "tiam" berarti "toko" dalam bahasa Hokkian. Dan Kopitiam adalah toko kopi dan makanan tradisional yang berasal dari Asia Tenggara. Dan "Bangi" Kopitiam mengangkat spirit tradisional Malaysia ke dalam Kopitiam.


Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan beberapa menu, yaitu AuntyYee White Coffee Ice, O Ah Chong Ice Coffee, Tea Coffee Ice, dan untuk makanannya, penulis Cirebon Kuliner memesan Bun Ice Cream dan Thick Toast Blueberry, serta Kentang Goreng. Sedangkan menu-menu lainnya, masih banyak sekali, dan sangat menggugah selera untuk dicoba.


Menu-menu yang dicoba penulis Cirebon Kuliner tersebut memang rasanya enak sekali, tidak seperti hidangan kuliner di pinggir jalan. Soal harga, menurut Cirebon Kuliner tergolong murah karena kualitas makanan dan minumannya yang baik sekali, ditambah suasana tempat makan yang nyaman sekali. Rp 131.000,- adalah harga untuk ke semua menu yang penulis Cirebon Kuliner pesan.



"Bangi" Kopitiam memang tidak hanya menawarkan kopi yang enak, dan makanan yang sangat menarik dan menggugah selera untuk dicoba, tetapi juga tempat makan yang sangat nyaman, sehingga betah untuk berlama-lama berada di situ. Jadi, bagi anda pembaca Cirebon Kuliner yang ingin menikmati kopi sambil makan dengan suasana yang sangat nyaman dan berbeda, "Bangi" Kopitiam sangat layak untuk dicoba.


Bebek Goreng "H. Slamet" Jln. Kartini



Saat ini, bebek sudah semakin populer di berbagai kalangan masyarakat, padahal sebelumnya bebek dianggap bahan kuliner yang kurang enak jika dibandingkan dengan ayam yang tentunya sudah lebih umum. Salah satu rumah makan yang menyajikan bebek sebagai hidangan utamanya adalah rumah makan Bebek Goreng "H. Slamet" yang ada di jalan Kartini.

Bebek Goreng "H. Slamet" adalah bisnis kuliner asal Kartosuro, jadi tentunya selain di Cirebon, Bebek Goreng "H. Slamet" juga ada di kota-kota lainnya. Soal rasa, hidangan bebek goreng ala "H. Slamet" ini memang enak sekali, gurih, tanpa aroma khas dari bebek yang kurang disukai banyak orang.


Konsep rumah makan Bebek Goreng "H. Slamet" ini juga cukup nyaman untuk dijadikan tempat makan bersama keluarga, kolega bisnis, atau bersama teman-teman. Sedangkan menu lainnya juga ada di sini untuk yang tidak menggemari bebek goreng, seperti ayam goreng.


Untuk satu porsi bebek goreng lengkap dengan nasi dan sambal di Bebek Goreng "H. Slamet" ini tidak lebih dari Rp 25.000,-. Menurut penulis Cirebon Kuliner, harga tersebut tergolong murah karena kualitas hidangan bebek gorengnya memang enak sekali.

RM Padang "Sinar Budi"


Saat ini, yang penulis Cirebon Kuliner ketahui ada beberapa rumah makan Padang yang tergolong mewah. Namun satu rumah makan yang sudah berusia cukup tua adalah Rumah Makan Padang "Sinar Budi" yang terletak di jalan Pasuketan, tepatnya di seberang pintu masuk Hotel Penta, atau setelah bangunan bekas pabrik rokok BAT, atau di sebelah Mie Murni yang pernah diulas juga oleh penulis Cirebon Kuliner di web ini.

Kebetulan, Rumah Makan Padang "Sinar Budi" ini adalah salah satu tempat makan masakan Padang langganan penulis Cirebon Kuliner sejak dulu bersama keluarga. Iya, RM Padang "Sinar Budi" ini memang cocok sekali untuk dikunjungi untuk makan bersama-sama dengan keluarga besar. Karena selain tempatnya yang luas, nyaman, juga tentunya rasa masakannya yang enak.


Oleh karena alasan itu juga, penulis Cirebon Kuliner sengaja berkunjung dengan mengajak keluarga untuk bersama-sama menyantap masakan Padang dari RM Padang "Sinar Budi" ini. Penyajian menu makanan di RM Padang "Sinar Budi" ini dengan cara prasmanan ala Padang, yaitu bermacam-macam menu masakan Padang diantar ke meja makan, kemudian kita bebas memilih hidangan yang kita suka. Cara penghitungannya tentunya nanti tergantung apa saja yang kita makan. Jangan khawatir, karena tentunya para pelayan di RM Padang "Sinar Budi" ini sudah mahir menghitung mana yang dimakan oleh pengunjung dan mana yang tidak.


Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung bersama keluarga, kurang lebih berjumlah 8 orang, total harga yang dibayar adalah Rp 244.000,- menurut penulis Cirebon Kuliner, harga ini tergolong murah untuk ukuran rumah makan sekelas "Sinar Budi." Selain itu, RM Padang "Sinar Budi" juga memiliki fasilitas musholla yang cukup nyaman untuk muslim yang ingin melakukan ibadah sholat.


Jadi, bagi anda pembaca Cirebon Kuliner yang sedang mencari rumah makan yang cocok untuk dijadikan tempat kumpul keluarga sambil makan-makan, Rumah Makan Padang "Sinar Budi" di jalan pasuketan kota Cirebon ini bisa dijadikan alternatif pilihan.

Kebab "Turki" Jln. Kartini



Kembali, penulis Cirebon Kuliner menemukan kuliner menarik di kawasan jalan Kartini kota Cirebon. Setelah sebelumnya penulis Cirebon Kuliner membahas Martabak Denis, Nasi Goreng Pak Gun, Surabi Bandung Alvina, Nasi Jamblang & Pedesan Entog, juga Es Serut Mang Iwan, kini penulis Cirebon Kuliner akan mengulas Kebab Turki jalan Kartini.

Tapi sebelumnya pembaca Cirebon Kuliner jangan sampai salah kira dahulu, karena Kebab Turki yang ada di jalan Kartini kota Cirebon ini bukan Kebab Turki yang sudah berkonsep franchise atau waralaba. Kebab Turki yang satu ini adalah bisnis kuliner kebab yang dimiliki warga asli Cirebon turunan Arab.

Penulis Cirebon Kuliner belum sempat menemui langsung sang pemilik, baru berbincang-bincang saja dengan pramusaji Kebab Turki jalan Kartini ini. Yang paling membuat penulis Cirebon Kuliner tertarik adalah cara memasak kebab di Kebab Turki jalan Kartini ini, yaitu dengan cara memanggangnya dengan mendekatkan si kulit atau adonan kebab ke panggangan daging kebab, seperti yang terlihat di foto.


Cara pemanggangan adonan kebab inilah yang sudah sejak lama dicari penulis Cirebon Kuliner di Cirebon. Karena sekarang ini, banyak pemilik usaha kebab kaki lima yang memasak adonan kebab dengan teknik pan-fried di pan penggorengan biasa. Sedangkan cara alami memanggang adonan kebab ke pemanggangan tentunya memberi aroma dan cita rasa tersendiri pada adonan kebab tersebut.


Teknik memanggang langsung adonan kebab seperti ini memberi cita rasa tersendiri pada adonan kulit kebab

Terakhir yang penulis Cirebon Kuliner temui, pedagang kebab yang menggunakan cara pemanggangan ini adalah Kebab jalan Siliwangi kota Cirebon. Namun saat ditemui dan diulas, Kebab jalan Siliwangi itu sudah menggunakan pan penggorengan untuk memasak adonan kebabnya.

Kebab Turki jalan Kartini menawarkan beberapa menu lainnya seperti roti shawarma, burger kebab, dan roti maryam. Kebab yang dipesan penulis Cirebon Kuliner saat mengunjungi Kebab Turki jalan Kartini ini adalah kebab yang komplit dengan keju, dengan harga Rp 11.000,- saja.


Menurut penulis Cirebon Kuliner, rasa kebab dari Kebab Turki jalan Kartini ini tergolong enak, mungkin selain karena proses pemanggangan adonan kebab yang penulis Cirebon Kuliner bahas tadi, juga karena kualitas daging kebab yang bercita-rasa khas. Jadi bagi anda penggemar kebab, Kebab Turki jalan Kartini ini sangat layak dicoba. Oiya, Kebab Turki ini biasa mangkal di jalan Kartini, tepatnya di seberang pintu masuk parkiran mobil Masjid At-Taqwa kota Cirebon, atau persis di samping Bank Arta Graha, dan biasa buka dari sekitar pukul 4 sore sampai jam 12 malam setiap harinya.

Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.