Showing posts with label Wilayah Kuningan. Show all posts
Showing posts with label Wilayah Kuningan. Show all posts

Tape Ketan khas Kuningan


Kuningan berjarak kurang lebih 30 KM dari ke arah Selatan dari kota Cirebon. Dengan jarak tempuh kurang lebih 40-60 menit dalam kondisi normal menggunakan kendaraan bermotor, Kuningan biasa dijadikan tempat berwisata bagi warga kota Cirebon, begitu juga sebaliknya, warga Kuningan banyak juga yang berwisata ke kota Cirebon, bahkan mencari nafkah di Cirebon.

Kuningan sendiri memiliki jajanan khasnya, salah satunya adalah tape ketan. Yang membuatnya khas, selain rasanya, juga adalah penggunaan daun jambu air untuk pembungkusnya. Jika pembaca Cirebon Kuliner pernah melewati jalan di kota Kuningan, tentu banyak menemui penjual tape ketan di sisi-sisi jalan.


Iya, dahulu, tape ketan khas Kuningan tidak begitu populer, namun begitu banyak turis lokal lintas kota yang menyukai tape ketan khas Kuningan ini, penjual tape ketan khas Kuningan makin bertambah hingga kini. Rasanya yang khas, manis, sedikit asam, dan cita rasa khas dari fermentasi yang terjadi, juga sedikit aroma daun jambu air membuat tape ketan khas Kuningan kini semakin digemari.

Ada yang belum pernah mencoba? Silahkan datang kunjungi kota Kuningan, Jawa Barat, sekalian mampir ke kota Cirebon untuk berwisata kuliner.

Martabak "Denis," KNG


Setelah sebelumnya penulis Cirebon Kuliner telah berkunjung dan mengulas mengenai Martabak Denis outlet jalan Kartini kota Cirebon, kini penulis berkesempatan berkunjung ke kota asal Martabak Denis, Kuningan. Iya, seperti yang telah diinformasikan penulis Cirebon Kuliner bahwa Martabak Denis adalah usaha kuliner martabak yang sudah bersistem franchise dan Martabak Denis yang pertama adalah outlet yang berada di Kuningan.

Saat berkunjung ke Kuningan, penulis Cirebon Kuliner berkesempatan untuk bertemu dan berbincang langsung dengan sang founder dari Martabak Denis, yaitu Kang Denis. Dan dari perbincangan yang cukup panjang dan seru itu, penulis Cirebon Kuliner mendapatkan informasi bahwa awal memulai usahanya di tahun 2000, martabak milik Kang Denis hanya bernama "Martabak Bandung" seperti kebanyakan martabak yang ada di Kuningan. Memang, Kuningan adalah kota kecil dengan banyak sekali penjual martabak.


Kemudian pada tahun 2005, sang founder Kang Denis sempat mengalami pasang surut dalam dunia usahanya sampai down sekali, dan mencoba bangkit kembali di tahun berikutnya dengan mengusung konsep baru dalam usaha martabaknya, dengan memakai nama sendiri untuk branding-nya, dan muncullah "Martabak Denis" dengan penampilan dan konsep yang berbeda dibanding martabak lainnya yaitu dengan gerobak yang lebih rapih dan elegan karena menggunakan bahan besi dan juga tentunya dengan menu martabak yang lebih inovatif dan variatif.


Bertahun-tahun berkelut di dunia bisnis martabak, akhirnya "Martabak Denis" menemukan masa jayanya sampai membuka beberapa outlet yang masih di kota Kuningan, dan juga saat ini ada beberapa outlet di kota lain. Selain itu, permintaan untuk membuka outlet di kota lain seperti Sumedang, dan juga di luar pulau Jawa sudah ada.

Untuk menu, seperti yang telah ditulis dalam ulasan "Martabak Denis" outlet jalan Kartini kota Cirebon, "Martabak Denis" outlet Kuningan pun tentunya memiliki menu martabak yang sama, yaitu dengan berbagai inovasi dan variasi seperti pilihan adonan dari yang original sampai dengan aroma pandan, coklat, dan mochacino. Selain itu, ada juga martabak telor dengan invoasi topping seperti seafood, kornet, jamur, atau daging ayam.


Untuk kualitas, "Martabak Denis" ini tergolong yang menjaganya, karena rasa dan kualitas martabaknya memang tidak ada perbedaan di setiap outletnya, sama-sama memiliki ciri khas sendiri dibanding martabak lainnya dengan serat lebih terlihat, kenyal, dan enak tentunya. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang ingin gemar menikmati martabak, silakan coba sensasi berbeda dari "Martabak Denis" yang ada di jalan Siliwangi kota Kuningan.

Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.