"Hisana" Fried Chicken


Hidangan kuliner ayam goreng sudah menjadi hidangan sejuta umat di dunia, termasuk di Indonesia. Dari mulai ayam goreng tradisional ala Jawa atau Sunda, hingga ayam goreng dengan sentuhan modern ala Barat yang semakin populer semenjak kemunculan brand terkenal dari Barat. Hingga kini, usaha kuliner yang menjual ayam goreg crispy ala fried chicken (ayam goreng ala Barat) ini sudah sangat menjamur di Indonesia.

Di setiap kota, pasti ada saja masyarakat yang membuka usaha berjualan ayam goreng crispy di pinggir jalan dengan gerobak sederhana. Sampai ada beberapa merk yang sudah bersistem franchise atau waralaba, salah satunya adalah "Hisana" Fried Chicken. Di kota Cirebon sendiri, paling tidak, penulis Cirebon Kuliner melihat ada satu counter "Hisana" Fried Chicken yang berlokasi di jalan Majasem kota Cirebon.

"Hisana" Fried Chicken di jalan Majasem kota Cirebon ini merupakan counter kecil sederhana yang menjual fried chicken ala "Hisana" dengan cara take-away. Penulis Cirebon Kuliner sendiri akhirnya tertarik untuk datang berkunjung dan mencoba ayam gorengnya setelah beberapa kali melintas, "Hisana" Fried Chicken jalan Majasem kota Cirebon ini hampir setiap saat ramai.




Pada saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner melihat ayam goreng ala "Hisana" ini terlihat secara fisik lebih menarik dibanding merk-merk lain yang menjual fried chicken pinggir jalan. Iya, ayam gorengnya terlihat lebih menarik, tidak pucat, terlihat lebih crispy, dan terlihat lebih mirip dengan fried chicken milik merk-merk yang lebih populer. Dari harga pun, "Hisana" Fried Chicken menyajikan harga yang sangat kompetitif, dan sangat terjangkau tentunya.

Kisaran harga "Hisana" Fried Chicken jalan Majasem kota Cirebon ini adalah hanya Rp 5.000,-an saja per potongnya! Dan hanya berkisar Rp 7.500,-an saja dengan tambahan satu porsi nasi! Siapa yang tidak tertarik. Penulis Cirebon Kuliner pun memesan ayam goreng ala "Hisana" Fried Chicken ini. Dan setelah mencicipi, menurut penulis Cirebon Kuliner, fried chicken ala "Hisana" Fried Chicken ini tergolong di atas standar fried chicken ala pinggir jalan kebanyakan di Indonesia!

Rasanya lebih berbumbu, tidak plain, lebih gurih. Dengan rasa yang tergolong enak, dan disandingkan dengan harga yang sangat terjangkau, tidak heran jika "Hisana" Fried Chicken di jalan Majasem kota Cirebon ini selalu ramai didatangi para pelanggannya. Penasaran? Silahkan datang kunjungi "Hisana" Fried Chicken di jalan Majasem kota Cirebon, sebelah kanan jalan, setalah komplek perumahan GSP dari arah jalan Perjuangan kota Cirebon.


Gado-Gado Uleg Jln. Siliwangi


Gado-Gado hanyalah salah satu dari sekian banyak kuliner asal tanah air kita Indonesia. Yang penulis Cirebon Kuliner tahu, ada dua jenis gado-gado secara garis besar, yaitu gado-gado uleg, dan gado-gado siram atau biasa disebut juga gado-gado ayam. Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah beberapa kali menulis ulasan mengenai kuliner gado-gado yang populer di kota Cirebon. Sekarang satu lagi penjual gado-gado yang menurut penulis Cirebon Kuliner layak dicoba!

Adalah Gado-Gado Uleg Jalan Siliwangi yang penulis Cirebon Kuliner rekomendasikan kali ini. Dimana tepatnya? Persis di samping Gang Tanda Barat II, di samping alun-alun Kejaksan jalan Siliwangi, di seberang RS Sumber Kasih kota Cirebon. Gado-Gado Uleg Jalan Siliwangi ini dijual dengan gerobak sederhana oleh seorang Ibu. Jangan lihat penampilannya, mari coba dulu!



Saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner mencoba satu porsi gado-gado uleg seharga Rp 10.000,- saja. Oiya, Gado-Gado Uleg Jalan Siliwangi ini biasa buka dari pagi sekitar pukul 9 sampai sore pukul 4. Dari cara membuatnya, sampai penampilannya, ini memang jelas gado-gado uleg, bukan gado-gado siram atau gado-gado ayam.

Setelah mencoba, menurut penulis Cirebon Kuliner, Gado-Gado Uleg Jalan Siliwangi kota Cirebon ini memang enak sekali. Murah, nikmat, dan di pinggir jalan, sangat Indonesia kan? Bisa dinikmati dipagi hari sebagai sarapan, atau disiang hari sebagai makan siang, atau sore hari sebagai cemilan berat. Ada pembaca Cirebon Kuliner yang gemar gado-gado uleg? Silahkan coba Gado-Gado Uleg Jalan Siliwangi ini!


Mie Baso "Kliwon"


Di kota Cirebon, tentu banyak sekali penjual kuliner mie, dari mulai mie baso, mie ayam, mie yamien, termasuk bakmi yang sebetulnya sama dengan mie yamien. Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah banyak sekali menulis ulasan mengenai hidangan kuliner dari mie ini. Dan ini satu lagi, Mie Baso "Kliwon" di daerah Kalitanjung kota Cirebon.

Bagi masyarakat kota Cirebon yang gemar menyantap mie baso, tentu sudah tidak asing lagi dengan naman Mie Baso "Kliwon" karena warung cabangnya sudah ada beberapa di kota dan kabupaten Cirebon. Yang penulis Cirebon Kuliner kunjungi adalah warung Mie Baso "Kliwon" yang berlokasi di daerah Kalitanjung kota Cirebon.

Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner melihat warung Mie Baso "Kliwon" ini menawarkan dua macam hidangan mie, yaitu mie baso dan mie ayam. Apa bedanya? Penulis Cirebon Kuliner sudah pernah menulis perbedaannya di artikel ulasan Mie Baso "Jalan Pandesan" kota Cirebon. Perbedaannya adalah, mie baso dihidangkan langsung dengan kuah berbumbu, komplit dengan isian baso, dan sayuran, dengan varian baso ceker, baso urat, babat, dll. Mie ayam tidak memiliki kuah, mie-nya berbumbu, dengan topping suwiran daging ayam berbumbu.



Sedangkan mie yamien atau bakmi adalah mie berbumbu (yang bumbunya berbeda dengan mie ayam), dengan topping suwiran daging ayam yang juga berbumbu berbeda dengan suwiran daging ayam pada mie ayam, atau ada juga mie yamien dengan varian topping jamur. Mie yamien atau bakmi biasa disajikan dengan kuah terpisah berisi baso, tahu, dan siomay kukus.

Nah, seperti yang tadi sudah ditulis, warung Mie Baso "Kliwon" menjual hidangan kuliner mie baso dan mie ayam. Saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan mie baso komplit. Setelah mencoba, betul, tidak heran jika warung Mie Baso "Kliwon" sudah memiliki banyak cabang dan semuanya relatif ramai dan bisa bertahan dengan pelanggan setia, karena rasanya memang tergolong enak sekali, juga ditambah harga yang relatif murah, dan tempat yang nyaman, dan luas. Bagi penggemar mie baso yang belum pernah mencoba, jangan ragu, silahkan datang kunjungi warung Mie Baso "Kliwon" terdekat di kota atau kabupaten Cirebon.


Mie Baso "Jln. Pandesan"


Pembaca Cirebon Kuliner mungkin bingung, ini mie baso di jalan Pandesan yang mana? Karena cukup banyak penjual kuliner mie di kawasn jalan Pandesan kota Cirebon. Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah banyak membuat ulasan mengenai penjual mie di jalan Pandesan, terutama mie yamien. Dan Mie Baso "Jalan Pandesan" ini adalah penjual mie baso yang biasa mangkal di sebuah gang kecil di jalan Pandesan, yang masih menggunakan gerobak sederhana.

Mie Baso "Jalan Pandesan" ini menjual mie baso dan mie ayam, yang tentunya berbeda. Iya, mie baso, mie ayam, dan mie yamien adalah hidangan kuliner yang berbeda. Untuk mudahnya, mie baso adalah mie baso yang kita kenal seperti mie baso khas Solo yang disajikan langsung dengan kuah dan sayur, sedangkan mie ayam adalah mie dengan topping suwiran daging ayam yang telah diberi bumbu. Sedangkan mie yamien adalah mie dengan bumbu yang berbeda dengan mie ayam, suwiran daging ayamnya juga berbeda, begitu juga pelengkapnya, biasanya mie yamien dilengkapi dengan kuah terpisah, lengkap dengan baso, tahu, dan siomay kukus.

Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner mencoba satu porsi mie baso dan satu porsi mie ayam. Bisa dilihat dari gambarnya, mie baso dan mie ayam itu berbeda, begitu juga dengan mie yamien yang gambar-gambarnya bisa dilihat pembaca Cirebon Kuliner di ulasan-ulasan berbeda di situs ini. Mie Baso "Jalan Pandesan" ini termasuk selalu ramai dibeli pelanggan setianya. Soal rasa menurut penulis Cirebon Kuliner, tergolong enak. Namun begitu, tetap, masing-masing kita tentunya memiliki pilihan favorit tersendir untuk masing-masing pilihan kuliner dari mie ini. Silahkan mencoba.


Mie Ayam


Mie Baso

Susu Murni Organik "Moo"


Penulis Cirebon Kuliner yakin, masyarakat Indonesia sangat sadar akan pentingnya nutrisi yang baik bagi kesehatan. Dan tentunya, makanan dan minuman yang masuk ke tubuh kita adalah faktor utama yang mempengaruhi tingkat kesehatan kita. Salah satu yang terpenting yang dibutuhkan tubuh kita adalah susu, susu murni tentunya yang tidak mengandung bahan kimia appun.

Nah, di kota Cirebon saat ini sudah ada penjual susu murni yang organik. Organiknya dari mana? Dari makanan sapi si penghasil susunya tentunya. Adalah Susu Organik "Moo" yang terletak di salah satu sudut jalan DR Cipto kota Cirebon yang menawarkan minuman susu murni organik. Susu yang dijual berasal dari peternakan sendiri dimana sapi-sapi penghasil susunya diberi pakan organik yang tentunya non bahan kimia, sehingga menambah nilai lebih pada susu yang dihasilkan.

Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah menyempatkan diri untuk datang berkunjung dan mencoba susu murni dari Susu Murni Organik "Moo" jalan Cipto kota Cirebon ini. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu gelas susu murni tanpa rasa (original). Dan betul saja, beda dengan susu murni pada umumnya, rasa susu murni organik ini terasa lebih segar. Soal manfaat juga tentunya lebih baik bagi tubuh kita. Jadi, bagi masyarakat kota Cirebon yang sedang mencari susu murni organik, susu murni yang betul-betul menyehatkan, silahkan coba datang kunjungi kedai kecil Susu Murni Organik "Moo" di jalan DR Cipto kota Cirebon, persis di samping jembatan jalan Cipto sebelum dekat Carrefour.




"Super" Fried Chicken


Semenjak kemunculannya, kuliner ayam goreng ala Barat yang lebih populer dengan embel-embel fried chicken di belakangnya, langsung menjadi idola di Indonesia karena rasanya yang memang enak. Seiring waktu, semakin banyak merk-merk fried chicken lainnya di berbagai negara, juga di Indonesia. Seiring waktu pula, masyarakat Indonesia mulai meniru-niru olahan ayam goreng ala Barat ini. Pembaca Cirebon Kuliner sendiri tentu kini sudah mudah melihat atau menemukan banyak sekali pedagang kaki lima pinggir jalan yang menjual ayam goreng ala Barat ini.

Dan saat ini, paling tidak di kota Cirebon, nampaknya satu merk ayam goreng fried chicken ala Barat dengan konsep kaki lima yang paling populer adalah "Super" Fried Chicken. Apabila pembaca Cirebon Kuliner sering jalan-jalan melewati jalan-jalan kecil di kota Cirebon, mungkin sering melihat banyak sekali cabang-cabang kecil kaki lima "Super" Fried Chicken. Dan salah satunya yang penulis Cirebon Kuliner kunjungi adalah kedai kecil "Super" Fried Chicken di jalan Arya Kemuning kota Cirebon.



Seperti yang sudah ditulis di awal, banyak pedagang ayam goreng serupa di kaki lima di banyak kota di Indonesia, termasuk di Cirebon. Namun nampaknya, saat ini, baru "Super" Fried Chicken yang memiliki banyak cabang dengan konsep yang sedikit berbeda, yaitu dengan menyediakan sedikit space atau ruangan bagi pengunjung yang ingin makan di tempat, tidak di bawa pulang atau take away. Iya, penjual ayam goreng fried chicken lainnya kebanyakan hanya menjual ayam gorengnya dengan gerobak sederhana, sehingga pembeli tidak bisa langsung menikmati hidangan langsung di tempat dengan meja dan kursi makan yang layak.

Ini adalah salah satu kelebihan "Super" Fried Chicken tentunya. Saat mengunjungi salah satu kedai "Super" Fried Chicken di jalan Arya Kemuning kota Cirebon, penulis memesan menu paket seharga Rp 7.500,- saja yang isinya, 1 nasi, 1 ayam goreng, dan 1 air mineral kemasan gelas plastik. Dan dengan menambah Rp 2.500,-, penulis Cirebon Kuliner menambahkan 1 porsi tambahan nasi lagi. Total yang harus dibayar adalah Rp 9.500,- saja. harga yang tentunya sangat murah saat ini. Tidak heran, "Super" Fried Chicken memiliki banyak pelanggan.

Soal rasa, tentunya tidak adil jika kita membandingkan "Super" Fried Chicken dengan merk-merk yang lebih ternama. Rasa dari ayam goreng ala "Super" Fried Chicken ini tentunya lumayan saja untuk ukuran kuliner kaki lima yang merakyat, sederhana, dengan harga murah nan terjangkau untuk masyarakat Indonesia. Tidak buruk, dan tentunya yang terpenting, layak konsumsi. Dan kehadiran "Super" Fried Chicken ini tentunya dapat membantu masyarakat berkemampuan ekonomi biasa-biasa saja, untuk dapat menikmati ayam goreng fried chicken dengan harga yang sangat terjangkau. Silahkan mencoba.

Es Pisang Ijo "Angin Mamiri"


Bagi yang belum tahu tentang apa itu Es Pisang Ijo, ini adalah kuliner khas Makasar yang sudah populer di Indonesia. Pisang yang dibalut adonan berwarna hijau, dihidangkan dengan bubur sumsum dan disiram sirup, kemudian diberi es batu. Rasanya? Tentu nikmat dan sangat menyegarkan. Bagaimana dengan di Cirebon? Sebetulnya, beberapa bulan kemarin di sekitaran tahun 2012 sampai 2013 ada beberapa penjual Es Pisang Ijo khas Makasar di kota Cirebon, namun sebagian besar (terutama yang rasanya enak) sudah tidak terlihat berjualan lagi.

Namun jangan khawatir, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang gemar menikmati Es Pisang Ijo khas Makasar, penulis Cirebon Kuliner sudah menemukan lagi satu penjual kuliner segar ini di salah satu sudut jalan Perjuangan, tidak jauh dari komplek perumahan GSP kota Cirebon, namanya Es Pisang Ijo "Angin Mamiri". Dan menurut penulis Cirebon Kuliner, salah satu fakta yang menarik adalah bahwa Es Pisang Ijo "Angin Mamiri" dimiliki, dibuat dan dijual oleh orang asli Bugis Makasar.

Es Pisang Ijo "Angin Mamiri" jalan Perjuangan kota Cirebon ini memang belum terlalu lama berjualan, sampai artikel ulasan ini dibuat, baru sekitar 6 bulanan saja berjualan. Dan saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penulis juga menemukan bahwa Es Pisang Ijo "Angin Mamiri" ini juga menjual dua lagi olahan pisang khas Makasar, yaitu Pisang Epe dan Pisang Sanggara Balanda. Mengenai Pisang Epe dan Pisang Sanggara Balanda, akan dibahas lebih lanjut.

Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner hanya mencoba Es Pisang Ijo khas Makasar ala Es Pisang Ijo "Angin Mamiri" saja, karena penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah lama mencari penjual Es Pisang Ijo di kota Cirebon yang kini sulit dicari. Dari penampilan, sudah sangat menarik dan membuat kita menelan lidah, terlebih rasanya, sungguh nikmat menyegarkan di tenggorokan, segar sekali. Dengan harga Rp 7.000,- saja, kita bisa menikmati Es Pisang Ijo khas Makasar, asli bikinan orang Makasar-nya lho...

Satu informasi yang juga mungkin bisa bermanfaat bagi masyarakat kota Cirebon, Es Pisang Ijo "Angin Mamiri" bekerja sama dengan Mom Non DORAYAKI dalam menjual Es Pisang Ijo buatannya. Iya, Mom Non DORAYAKI yang sebelumnya sudah dibahas penulis Cirebon Kuliner, berjualan Dorayaki otentik Jepang dan Lumpia Basah khas Bandung, kini juga menjual Es Pisang Ijo khas Makasar ala  Es Pisang Ijo "Angin Mamiri". Jadi, bagi masyarakat kota Cirebon yang ingin delivery Es Pisang Ijo khas Makasar, bisa menghubungi Mom Non DORAYAKI.






Ayam "Pejuang"


Ayam sudah menjadi makanan favorit banyak masyarakat di berbagai negara, tentu termasuk Indonesia. Pembaca Cirebon Kuliner tentu bisa menyebutkan sendiri apa saja olahan ayam dalam bentuk kuliner yang bisa kita santap, dari yang paling sederhana seperti ayam goreng, sampai hidangan mewah yang disajikan di hotel-hotel bintang lima. Di kota Cirebon sendiri, saat ini begitu banyak pengusaha dunia kuliner yang menjual kuliner berbahan dasar ayam dengan kreasinya masing-masing dan daya tariknya masing-masing.

Salah satunya adalah Ayam "Pejuang" yang terletak di jalan Perjuangan, Majasem kota Cirebon. Di warung makan Ayan "Pejuang" ini, pengunjung ditawari berbagai kuliner berbahan dasar ayam, bebek, juga ada seafood. Dari mulai ayam penyet, sampai seafood dari olahan ikan kakap, dan ada juga ikan etong. Selain itu, warung makan Ayam "Pejuang" juga menyajikan sop ayam, dan sayur asem. Menu kuliner yang sangat umum sebetulnya, tapi tetap saja menarik untuk dicoba, kan?


Penulis Cirebon Kuliner sendiri belum mendapatkan informasi, mengapa dinamakan Ayam "Pejuang". Mungkin, karena lokasinya yang terletak di jalan Perjuangan kota Cirebon. Mari langsung bahas rasa, dan harga saja. Saat berkunjung ke warung makan Ayam "Pejuang", penulis Cirebon Kuliner memesan menu paket yang isinya ayam penyet (goreng/bakar), lalab, sambal, teh tawar hangat, dengan bonus tahu dan tempe. Harganya, Rp 13.000,- saja!

Harga ini tentu relatif sangat murah, mengingat tempat makannya yang cukup nyaman, bersih, serta rasanya yang enak. Ayam gorengnya lumayan enak, sambal penyetnya pun lumayan enak, tahu tempenya pun tidak sekedar tahu tempe yang hambar tanpa rasa. Rp 13.000,- menurut penulis Cirebon Kuliner sangat layak. Jadi, bagi penikmat kuliner ayam, bebek, atau seafood, yang ingin makan dengan rasa yang enak, harga murah, dan tempat nyaman, bisa coba di warung makan Ayam "Pejuang" di jalan Perjuangan nomor 1 kota Cirebon.


Mie Yamien "Ateng"


Seperti yang sudah berkali-kali penulis Cirebon Kuliner tuangkan, kota Cirebon memang surganya mie yamien, dengan ciri khasnya sendiri, terutama di wilayah jalan Pandesan. Dengan latar belakang sejarah yang memang pada awalnya dipopulerkan oleh warga Cirebon keturunan Tionghoa yang tinggal di kawasan jalan Pandesan dengan berjualan mie yamien dengan cara berkeliling maupun warungan, mie yamien khas Cirebon terus bertahan dan semakin populer hingga kini.

Salah satu mie yamien di jalan Pandesan adalah warung Mie Yamien "Ateng". Untuk informasi tamahan saja, sang pemilik yang biasa dipanggil dengan Bapak Ateng, memang sebelumnya telah lama bekerja sebagai karyawan sebuah mie yamien yang sudah terlebih dahulu ada lebih lama dan telah populer di salah satu sudut jalan Pandesan. Dan pada akhirnya Bapak Ateng memtuuskan untuk membuka sendiri usaha kuliner mie yamien dengan cita rasa khas Cirebon.

Walaupun di kawasan jalan Pandesan, jalan Pekalangan kota Cirebon ini terdapat banyak penjual mie yamien dengan penampilan yang berbeda-beda, dari mulai mie yamien dengan gerobak dorong tanpa tenda, kemudian mie yamien dengan warung sederhana, mie yamien yang sudah dalam bentuk warung permanen, nampaknya masyarakat kota Cirebon sudah memiliki mie yamien favorit masing-masing. Termasuk warung Mie Yamien "Ateng" ini, walaupun warungnya sederhana, namun sudah memiliki pelanggan setianya sendiri.


Mie Yamien "Ateng" dijual seharga Rp 10.000,- saja per mangkok, dengan tambahan Rp 1.000,- saja kita bisa mendapat tambahan satu pangsit goreng untuk semakin melengkapi sajian mie yamien ala Bapak Ateng ini. Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penulis memesan satu porsi mie yamien komplit dengan pangsit goreng. Saat pesanan datang, dari penampilan mie-nya, potongan daging ayamnya, sampai aroma dari kuah baso dan siomay rebusnya, lumayan menggugah selerah.

Terlebih, setelah nyruput kuah baso itu, sungguh, rasa yang tergolong enak sekali untuk ukuran warung kaki lima sederhana seperti ini. Begitu juga dengan mie-nya itu sendiri, bumbu mie yamiennya tidak berlebihan, tidak terlalu manis, pas saja. Tidak heran kalau warung Mie Yamien "Ateng" ini bisa bertahan hingga kini semenjak kurang lebih mulai berdiri dari tahun 2008. Walaupun ada banyak pesaing dengan penampilan tempat yang lebih nyaman, tidak membuat warung Mie Yamien "Ateng" ini kehilangan pelanggan. Nah, bagi pembaca Cirebon Kuliner, khususnya yang gemar dengan mie yamien khas Cirebon, silahkan tentukan sendiri pilihan favorit mie yamien di kawasan jalan Pandesannya ya.



Mie Yamien "Pandesan"


Kawasan jalan Pandesan kota Cirebon memang terdapat banyak penjual mie yamien. Ternyata, sudah semenjak puluhan tahun yang lalu kawasan ini memiliki banyak penjual mie yamien. Darimana datangnya? Penulis Cirebon Kuliner mendapatkan informasi dari salah satu penjual mie yamien, Mie Yamien "Pandesan" jalan Pekalangan kota Cirebon, dan juga salah satu pengunjung warung mie yamien-nya yang juga penggemar mie yamien Cirebon, yang juga warga asli kawasan Pandesan.

Pada awalnya, warga keturunan Tionghoa lah yang menyebarkan kuliner mie yamien di kawasan ini. Hingga bertahun-tahun, ada beberapa warga keturunan Tionghoa yang menikah dengan warga pribumi, dan terus melestarikan berjualan mie yamien. Di kawasan ini pun terdapat banyak produsen mie. Iya, mie yang dijual pada warung-warung mie yamien kawasan Pandesa kota Cirebon adalah mie-mie buatan insdustri rumahan.



Penulis Cirebon Kuliner sendiri sudah membuat cukup banyak ulasan beberapa mie yamien yang ada di sekitaran jalan Pandesan kota Cirebon ini. Dan ini salah satu lagi, warung Mie Yamien "Pandesan" kota Cirebon. Dengan gerobak sederhana dan tenda yang sederhana pula, Mie Yamien "Pandesan" ikut meramaikan kawasan jalan Pandesan dengan mie yamien hidangannya. Dijual dengan harga Rp 10.000,- saja, dan isian yang cukup banyak, Mie Yamien "Pandesan" ini tentu bisa menjadi pilihan para penggemar mie yamien khas Cirebon.

Di kota-kota lainnya, mie yamien bisa disebut dengan istilah lain, bakmie, atau mie ayam mungkin? Akan tetapi, percayalah, mie yamien khas kota Cirebon memiliki karakteristk yang khas dan berbeda. Mie Yamien "Pandesan" berisi taburan daging ayam, dengan mie yang diberi bumbu dan disajikan kering, terpisah dengan kuah dan isian baso, tahu, dan lain-lainnya. Soal rasa, menurut penulis Cirebon Kuliner, tergolong enak. Soal selera memang, silahkan tentukan sendiri mie yamien khas Cirebon favorit pembaca Cirebon Kuliner.


"Mom Non" DORAYAKI


UPDATE: MOM NON Dorayaki kini berlokasi di GTC (Gunungsari Trade Center) lantai 2, jalan DR Cipto kota Cirebon, seberang Grage Mall Cirebon.


KONTAK "Mom Non" DORAYAKI
Pin BB: 2a50eb0f
HP: 082130099330



Kota Cirebon kembali diramaikan dengan satu kuliner baru, Dorayaki. Ada yang belum tahu apa itu Dorayaki? Dorayaki adalah sejenis kue yang berasal dari negeri Sakura, Jepang. Di Jepang, kata 'dora' berarati gong, dan mungkin karena bentuknya yang mirip gong, kue ini diberi nama Dorayaki. Di Jepang, Dorayaki tradisional biasa diberi isian 'Azuki' atau 'Anko' atau red bean paste, atau selai kacang merah. Dorayaki juga biasa dijuluki Japanese Pancake karena bentuknya yang mirip pancake namun dengan 'konsep' sandwich. Jadi, Dorayaki terdiri dari dua lembar adonan Japanese-Pancake yang diberi isian bermacam-macam, yang original-nya adalah selai kacang merah.

Dorayaki menjadi sangat terkenal karena muncul dalam serial kartun Jepang Doraemon yang tentunya sudah sangat populer semenjak lama. Di serial kartun ini, tokoh utama Doraemon memang sangat menggemari kue Dorayaki isi Azuki atau selai kacang merah. Dan memang, setiap kali ada adegan Doraemon sedang menikmati kue Dorayaki, kue Dorayaki itu tampak sangat menggugah selera. Di Indonesia sendiri, kue Dorayaki masih belum banyak penjualnya. Apalagi di kota kecil seperti Cirebon. Namun di awal tahun 2014 ini, hadir satu brand yaitu Mom Non DORAYAKI.






Seperti namanya, Mom Non DORAYAKI menjual kue Dorayaki kesukaan Doraemon tadi. Mom Non DORAYAKI menawarkan kue Dorayaki yang cukup otentik Jepang, karena menggunakan resep yang sesuai dengan Dorayaki di Jepang, juga menyediakan isian atau filling Azuki atau selai kacang merah. Selai kacang merah ala Mom Non DORAYAKI juga home-made atau buatan rumahan dari Mom Non DORAYAKI. Selain Azuki, Mom Non DORAYAKI juga memberi beberapa pilihan lainnya sebagai isian Dorayaki, misalnya coklat, keju (keju filling, bukan keju parut), blueberry, kacang (peanut butter), vanilla, strawberry, dan durian (asli daging durian Medan, bukan selai rasa durian).

Saat ini, Mom Non DORAYAKI hadir di Grage City Mall kota Cirebon, atau di Food Station GTC (Gunungsari Trade Center) lantai 3 jalan Cipto persis seberang Grage Mall. Dorayaki ala Mom Non DORAYAKI ini dijual dengan harga Rp 12.000,- saja per porsinya, dengan ukuran yang cukup besar dan rasa yang memang enak, harga ini terbilang cukup terjangkau. Apalagi dari komentar beberapa pelanggan Mom Non DORAYAKI menyatakan bahwa porsi Dorayaki ala Mom Non DORAYAKI cukup mengenyangkan, sehingga bisa dijadikan sebagai cemilan penahan lapar.

Jadi, bagi masyarakat kota Cirebon yang penasaran dengan bagaimana rasa asli dari Dorayaki kesukaan Doraemon, bisa coba datang ke outlet Mom Non DORAYAKI di Grage City Mall, atau di GTC. Ada beberapa pilihan isi untuk Dorayaki-nya, Azuki (red bean paste / selai kacang merah), coklat, keju (bukan keju parut biasa), blueberry, dan kacang (peanut butter). Kontak Mom Non DORAYAKI bisa ke pin BB 2a50eb0f atau SMS ke 082130099330.


DORAYAKI isi durian (asli daging Durian Medan, bukan selai rasa durian)





DORAYAKI isi selai Sweet Azuki (original) ala "Mom Non" DORAYAKI


DORAYAKI kombinasi selai blueberry dan keju filling ala "Mom Non" DORAYAKI




Pilihan filling atau selai Mom Non DORAYAKI:
Sweet Azuki
Stuffed Cheese
Dark Chocolate
Peanut Butter
Blueberry
Strawberry
Durian Medan

Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.