Ayam Tulang Lunak "Cepy"


Ayam goreng tulang lunak sempat menjadi idola di dunia kuliner saat pertama kali muncul. Hingga kini, ayam goreng tulang lunak masih memiliki lumayan banyak penggemar. Namun begitu, di kota Cirebon sendiri nampaknya belum ada penjual ayam goreng tulang lunak yang keberadaannya menonjol di dunia kuliner kota Cirebon.

Tercatat, penulis Cirebon Kuliner baru mengulas dua penjual ayam goreng tulang lunak, yang pertama adalah  Ayam Goreng Tulang Lunak "Mas Adik" yang berlokasi di jalan Cipto kota Cirebon, dan yang kedua adalah yang sekarang ini akan dibahas penulis Cirebon Kuliner, Ayam Tulang Lunak "Cepy" yang berlokasi di jalan Siliwangi kota Cirebon.

Ayam Tulang Lunak "Cepy" memiliki tempat makan kecil dan sederhana dengan kapasitas kurang lebih 5-7 orang saja. Berlokasi di jalan Siliwangi, tepatnya di dekat lampu merah alaun-alun kota Cirebon, Ayam Tulang Lunak "Cepy" mencoba menawarkan ayam goreng tulang lunak. Penulis Cirebon Kuliner pun berkesempatan mengunjungi Ayam Tulang Lunak "Cepy."


Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi ayam goreng tulang lunak dan satu minuman teh dalam kemasan botol, semuanya ini seharga Rp 17.000,-. Harga yang relatif tinggi menurut penulis Cirebon Kuliner. Reatif tinggi karena selain tempat makannya yang sederhana saja, rasa dari ayam goreng tulang lunaknya biasa dikatakan sedang-sedang saja. Sedangkan Ayam Tulang Lunak "Mas Adik" hanya Rp 8.000,- saja untuk satu porsi ayam goreng tulang lunak dengan satu porsi nasi.

Walaupun begitu, tidak ada salahnya mencoba mencicipi Ayam Tulang Lunak "Cepy" di jalan Siliwangi kota Cirebon ini. Terutama bagi penggemar ayam goreng dengan tulang lunak. Selamat mencoba.

"Lambada" Cafe & Resto



Warga Cirebon tentu setuju jika penulis Cirebon Kuliner menulis bahwa kota Cirebon kini dengan kota Cirebon dulu telah banyak mengalami perkembangan, terutama dari sisi bisnisnya. Bisnis di Cirebon dibidang apapun nampanya cukup menjanjikan, terutama dari bisnis wisata, termasuk wisata kuliner tentunya. Iya, dunia kuliner di Cirebon kini sudah sangat membanggakan. Jika dulu Cirebon nampaknya masih berkiblat ke kota besar lain di Indonesia, kini kota Cirebon sedikit demi sedikit sudah mulai menjadi kiblat dari kota lain, paling tidak, dari kota sekitarnya.

Di kota Cirebon kini terdapat banyak tempat untuk makan, dari mulai kelas kaki lima di pinggir jalan, hingga kelas resto. Salah satu tempat makan sekaligus tempat nongkrong yang cozy di kota Cirebon adalah "Lambada" Cafe & Resto yang terletak di jalan Tentara Pelajar, tepat di sekitaran Grage Mall kota Cirebon. Dari luar, "Lambada" Cafe & Resto nampak biasa-biasa saja. Tapi tunggu sampai pembaca Cirebon Kuliner masuk ke dalamnya.

Jika pembaca Cirebon Kuliner pernah datang berkunjung ke "Lambada" Cafe & Resto dan masuk ke dalamnya, tentu setuju bahwa "Lambada" Cafe & Resto ini termasuk Cafe & Resto yang nyaman untuk tempat makan, nongkrong atau hangout dengan teman-teman untuk nobar (nonton bareng) acara-acara pertandingan olahraga, atau cocok juga dijadikan tempat meeting kantoran.

Betul, "Lambada" Cafe & Resto menyediakan tempat yang tergolong nyaman dengan tatanan meja dan kursi makan yang cukup apik dan menarik. Selain itu, juga ada area outdoor bagi untuk pengunjung yang membutuhkan area untuk merokok. Area ini tentu menarik dan selalu nyaman untuk hangout bareng teman-teman atau pasangan sambil menikmati pemandangan dari atas teras cafe.









Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penulis melihat menu hidangan dari "Lambada" Cafe & Resto ini cukup variatif dan menarik. "Lambada" Cafe & Resto menyediakan berbagai hidangan makanan dan minuman untuk para pengunjungnya. Dari mulai makanan berat sampai makanan ringan, juga dari mulai minuman dingin, juga minuman panas, kopi atau teh, ada di "Lambada" Cafe & Resto. Dengan harga yang juga variatif, walaupun relatif tinggi, namun memang pas dengan kenyamanan yang diberikan "Lambada" Cafe & Resto.

Penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi Chicken Marryland dan Iced White Choco Moca. Soal rasa, juga tidak mengecewakan, tidak biasa-biasa saja. Hal ini tentu menambah nilai plus dari "Lambada" Cafe & Resto. Walaupun tidak terlalu wah, "Lambada" Cafe & Resto tentu menambah pilihan bagi warga Cirebon, baik yang asli maupun pendatang, yang membutuhkan tempat untuk makan, nongkrong, hangout, nobar, meeting, dengan kenyamanan di atas standar.

Mungkin kelemahan "Lambada" Cafe & Resto adalah area parkirnya. Iya, karena "Lambada" Cafe & Resto berada di lantai aras sebuah toko, menjadikan "Lambada" Cafe & Resto tidak memiliki area parkir sendiri, sehingga mungkin akan menjadi kendala bagi pengunjung tertentum terutama yang menggunakan kendaraan roda empat. Namun begitu, "Lambada" Cafe & Resto sudah menghadirkan sesuatu yang lebih dari cukup menurut penulis Cirebon Kuliner.

Dan yang juga perlu diketahui adalah bahwa kopi yang disajikan Lambada Cafe & Resto ini termasuk great, bahkan penulis Cirebon Kuliner berani sampaika bahwa kopi di Lambada Cafe & Resto ini termasuk yang terbaik di Cirebon. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang gemar dengan kopi-kopi ala cafe yang memang bukan kopi instan, anda harus coba Lambada Cafe & Resto.

Sebut saja kopi-kopi dengan based Espresso seperti Espresso, Caffe Latte, Cappuccino, Macchiato, Caffe Mocha, ada di Lambada Cafe & Resto, yang dibuat dan disajikan dengan baik, dengan rasa yang baik juga menurut penulis Cirebon Kuliner. Satu hal terakhir yang menurut penulis Cirebon Kuliner adalah yang terbaik dari Lambaca Cafe & Resto adalah harganya. Penasaran? Silahkan datang dan coba sendiri!

Chicken Marryland & Iced White Choco Moca ala "Lambada" Cafe & Resto









Bebek Goreng "H. Slamet" Jln. Cipto


Sebelumnya, penulis Cirebon Kuliner sudah pernah mengulas mengenai kuliner Bebek Goreng "H. Slamet" yang berlokasi di jalan Kartini kota Cirebon. Dan sekarang telah dibuka Bebek Goreng "H. Slamet" di jalan Cipto nomor 268, atau lebih tepatnya, persis di belokan lampu merah (persimpangan) jalan Cipto dan jalan Sudarsono, sebelah kiri jalan dari arah Grage Mall atau CSB Mall.

Para pembaca Cirebon Kuliner tentu sebagian besar sudah tahu mengenai bagaimana warung makan Bebek Goreng "H. Slamet" terutama kualitas menu-menunya, lebih utama lagi bebek gorengnya yang dihidangkan dengan sambal korek khas Bebek Goreng "H. Slamet." Yup, Bebek Goreng "H. Slamet" ini memang menghadirkan hidangan sederhana namun istimewa, yaitu bebek goreng.

Rasanya penulis Cirebon Kuliner tidak perlu lagi menulis secara berlebihan mengenai bagaimana rasa dan kualitas dari bebek goreng ala Bebek Goreng "H. Slamet" ini. Bebek goreng Bebek Goreng "H. Slamet" ini empuknya pas, tidak terlalu empuk, tidak juga keras. Rasanya pun pas, asinnya, gurihnya, semuanya pas sekali. Ukurannya juga begitu, tidak kecil, tidak juga terlalu besar, pas sekali lagi.






Sedangkan sambal koreknya, bagi yang menyukai tipe sambal seperti ini, tentu bakalan menikmati sekali. Berbeda dengan sambal-sambal di warung pecel lele Lamongan, sambal korek ala Bebek Goreng "H. Slamet" ini tidak menggunakan terlalu banyak rempah-rempah yang biasa dijumpai di sambal khas pecel lele Lamongan. Sehingga menjadikan rasa dari sambal korek ini lebih tajam, lebih berani, dan lebih "lurus" pedasnya.

Dengan harga tidak sampai Rp 30.000,- untuk satu porsi bebek goreng, satu porsi nasi, dan satu minuman dingin, menurut penulis Cirebon Kuliner, ini adalah harga yang sangat murah mengingat kualitas dari bebek goreng dari Bebek Goreng "H. Slamet" ini. Belum lagi kenyamanan tempat makan yang cukup nyaman, juga menambah nilai plus dari warung makan Bebek Goreng "H. Slamet" ini.

Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang belum gemar menikmati bebek goreng namun belum coba bebek goreng dan sambal korek ala Bebek Goreng "H. Slamet" artinya pembaca Cirebon Kuliner wajib coba! Silahkan coba bebek goreng dan sambal korek ala Bebek Goreng "H. Slamet" di jalan Cipto 268 atau bisa juga di jalan Kartini nomor 10 kota Cirebon.


Warung "Bang Jack"


Sebelumnya, penulis Cirebon Kuliner pernah mengulas tentang Warung Sate Kiloan Bang Jack yang berlokasi di Kampung Melati, samping TK Islam Al-Azhar kota Cirebon. Dan kini, penulis berkesempatan untuk berkunjung dan membuat ulasan mengenai 'adik' dari Warung Sate Kiloan Bang Jack, yaitu Warung "Bang Jack" yang berlokasi di jalan Cipto kota Cirebon, di seberang resto Jepang, Puyi Takoyaki.

Dari tampilan luarnya, Warung "Bang Jack" ini memang cukup menarik perhatian para pengguna jalan karena tampak cozy atau nyaman. Selain itu, menu-menu yang ditampilkan di plang besar Warung "Bang Jack" ini juga merupakan menu-menu yang banyak dicari pecinta kuliner, misalnya bebek goreng kremes. Penulis Cirebon Kuliner pun berkesempatan mengunjungi Warung "Bang Jack" ini.

Saat datang berkunjung dan melihat-lihat bagian dalam Warung "Bang Jack" ini, memang cukup nyaman dan bisa membuat pengunjung betah untuk berlama-lama. Ada pilihan meja makan di dalam, ada juga di luar. Menu-menu yang ditawarkan juga tidak neko-neko, di antaranya adalah bebek goreng, ayam goreng kampung, lele goreng ikan gurame, dan masih ada beberapa lagi, tinggal pilih sesuai selera.




Yang penulis Cirebon Kuliner pesan saat berkunjung adalah bebek goreng kremes ala Warung "Bang Jack." Dengan sambal pedas ala Warung "Bang Jack" dan satu porsi nasi, serta satu es teh tawar, harga yang harus dibayar tidak sampai Rp 30.000,-. Ini tentu adalah harga yang sangat murah, mengingat menu yang dipesan adalah bebek goreng, dengan inovasi kremes, plus kenyamanan kelas resto yang tentunya tidak didapat di warung tenda kaki lima. Terlebih, saat ini, rata-rata warung tenda kaki lima mematok harga paling tidak Rp 20.000,-an untuk seporsi bebek goreng dengan nasi. Selisih harga ini tentu wajar dibandingkan dengan kelebihan  yang dimiliki Warung "Bang Jack."

Lepas dari itu semuanya, tentu yang terpenting adalah rasa dari makanannya itu sendiri. Dan bebek goreng kremes dengan sambal pedas yang dipesan penulis saat berkunjung rasanya tergolong lumayan. Bebeknya cukup amoh tidak keras, tidak juga terlalu empuk. Sambalnya juga lumayan enak. Artinya, harga yang dipatok Warung "Bang Jack" tergolong relatif murah. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang belum pernah mencoba makan di Warung "Bang Jack" silahkan coba datang kunjungi dan icipi makanannya.


Ya Helwa


Membaca namanya mungkin sudah membuat pembaca Cirebon Kuliner mengerutkan dahi karena tidak mengerti apa arti "Ya Helwa"? Apa itu "Ya Helwa"? Penulis Cirebon Kuliner sendiri tidak tahu apa arti dari "Ya Helwa" namun yang pasti, "Ya Helwa" adalah resto di foodcourt CSB Mall yang menghadirkan kuliner-kuliner khas Arab atau Timur Tengah.

Penasaran, dan memang gemar dengan kuliner-kuliner dari Timur Tengah, penulis Cirebon Kuliner akhirnya menyempatkan diri untuk mengunjungi "Ya Helwa" di foodcourt CSB Mall kota Cirebon. Menu-menu yang ada di "Ya Helwa" ini di antaranya yang paling familiar di negara kita adalah nasi Kebuli dan Briyani. Penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi nasi Briyani.

Nasi Briyani menggunakan daging ayam sebagai lauk sumber proteinnya, berbeda dengan nasi Kebuli yang menggunakan daging domba. Saat hidangan Nasi Briyani ala "Ya Helwa" datang, penulis Cirebon Kuliner melihat, dari penampilannya, tidak otentik Timur Tengah, misalnya dari jenis nasi yang dipakai, bukan nasi berbentuk panjang dan kering yang biasa digunakan dalam kuliner-kuliner khas Timur Tengah yang menggunakan nasi. Begitu juga dengan aromanya, bau khas rempah-rempah tajam yang biasa tercium dari kuliner khas Timur Tengah tidak begitu tercium di nasi Briyani ala "Ya Helwa" ini.




Namun begitu, penulis Cirebon Kuliner tetap mencoba menikmati bagaimana rasa dari nasi Briyani ala "Ya Helwa" di CSB Mall kota Cirebon ini. Dan dari rasa, sama dengan aromanya, tidak begitu kental cita rasa khas hidangan Timur Tengah yang biasanya begitu tajam aroma rempahnya. Nasi Briyani ala "Ya Helwa" ini masih lembut di hidung dan juga "nyaman" di lidah.

Bagi penggemar makanan dari Timur Tengah, mungkin bisa jadi kurang puas, namun bagi masyarakat yang tidak begitu mempermasalahkan, ini tidak jadi masalah, karena menurut penulis Cirebon Kuliner, rasa dari nasi Briyani ala "Ya Helwa" ini masih tergolong enak. Oiya, penulis Cirebon Kuliner juga memesan satu porsi teh Arab. Rasa dari teh Arab ala "Ya Helwa" ini lumayan enak. Soal harga, "Ya Helwa" juga tidak mematok harga yang terlalu tinggi. Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang ingin mencoba menyantap hidangan ala Timur Tengah, boleh coba "Ya Helwa" di CSB Mall kota Cirebon.

Roti Bakar "Lawanggada"


Roti memang bukan makanan pokok masyarakat kita Indonesia. Hingga saat ini pun, walaupun roti sudah coba dihadirkan dengan berbagai varian untuk menarik minat masyarakat kita, tetap saja, masyarakat Indonesia merasa belum "makan" apabila belum mengkonsumsi nasi. Namun begitu, masyarakat Indonesia tetap gemar menikmati roti dengan berbagai cara, baik disantap tanpa isian dalam bentuk roti tawar lembaran, hingga dengan isian lengkap layaknya sandwich ala Barat.

Roti juga dijajakan di negara kita dengan berbagai cara, dari mulai dikemas plastikan dan dijajakan di warung-warung pinggir jalan dengan harga tidak lebih dari Rp 3.000,- hingga dijual di restoran-restoran mewah, juga ada yang berkeliling dengan sepeda bermuatan. Salah satu yang paling populer dan banyakditemui di negara kita adalah roti yang dijual di pinggir jalan dengan presentasi roti bakar.

Iya, di berbagai kota di negara Indonesia, dengan mudahnya kita dapat menemui penjual roti bakar dengan isian macam-macam seperti keju, susu, selai kacang, stroberi, nanas, atau coklat. Di Cirebon sendiri, penjual roti bakar semacam ini ada di beberapa sudut kota Cirebon yang terkenal, di antaranya adalah penjual roti bakar yang setiap malam buka lapak di kawasan jalan Lawanggada.

Sesuai lokasinya, penulis Cirebon Kuliner menamakan roti bakar ini dengan nama Roti Bakar "Lawanggada." Jalan Lawanggada sendiri memang merupakan salah satu pusat berbagai kuliner di kota Cirebon, dan biasa ramai sedari sore hingga malam hari. Dan Roti Bakar "Lawanggada" merupakan yang rutin mangkal di jalan Lawanggada.





Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penulis memesan roti bakar dengan isian kesukaan penulis, keju susu. Roti bakar keju susu ini berharga hanya Rp 11.000,- saja. Walaupun tidak begitu mengenyangkan seperti nasi, dan mungkin lebih cocok sebagai teman minum kopi atau teh dimalam hari bersama teman-teman atau tetangga, roti bakar semacam ini memang selalu menjadi idola untuk cemilan berat di malam hari.

Di antara pembaca Cirebon Kuliner, tentu ada juga yang gemar menikmati roti bakar pinggir jalan seperti ini, bukan? Dan rasa dari Roti Bakar "Lawanggada" ini memang tergolong enak, menteganya tidak terlalu berlebihan, susu kentalnya pun pas, kejunya pun pas, tidak kurang tidak lebih. Mungkin ini yang membuat Roti Bakar "Lawanggada" dapat bertahan hingga sekarang walaupun kuliner yang dijajakan adalah kuliner sederhana. Silahkan mencoba.

Gado-gado Uleg "Barokah/Ibu Nia" (Tentara Pelajar)


Masyarakat Cirebon yang gemar makan gado-gado tentu tidak asing dengan Gado-gado "Barokah" atau "Bu Nia" atau yang lebih populer dengan sebutan Gado-gado "Tentara Pelajar" karena letaknya yang berada di jalan Tentara Pelajar kota Cirebon. Dulu, Gado-gado "Tentara Pelajar" ini berlokasi di depan toko kue "Ruby," namun setelah toko kue "Ruby" direnovasi, kini Gado-gado "Tentara Pelajar" terletak di seberang toko kue "Ruby."

Kini berlokasi sama dengan Docang "Pak Kumis." Iya, di lokasi atau lapak yang persis sama, di pagi hari digunakan oleh Docang "Pak Kumis" dan di siang hari hingga sore digunakan oleh Gado-gado "Tentara Pelajar." Gado-gado "Tentara Pelajar" ini memang sangat populer hingga kini. Berbagai kalangan di kota Cirebon selalu ramai memesan gado-gado di sini untuk makan siang.

Penulis Cirebon Kuliner pun menyempatkan diri untuk datang berkunjung dan mencicipi " Gado-gado "Tentara Pelajar." Dengan harga Rp 8.000,- per porsi dan rasa yang lumayan, " Gado-gado "Tentara Pelajar" ini tentu selalu ramai dikunjungi para pelanggan setianya. Walaupun ada beberapa penjual gado-gado lainnya di Cirebon yang juga populer memiliki kelebihan lain seperti tempat makan yang lebih nyaman, " Gado-gado "Tentara Pelajar" masih dapat bertahan hingga kini.




Pisang "Kremes" Kesambi "Mba Widjie"


Baru-baru ini penulis Cirebon Kuliner menulis artikel ulasan tentang Pisang "Kremes" Kesambi, dan ini satu lapak baru dari Pisang "Kremes" Kesambi, yang berlokasi persis di pojok tikungan jalan Pecilon dari arah jalan Cipto, dekat dengan restoran Jepang "Puyi Takoyaki." Pisang "Kremes" Kesambi memang salah satu usaha kuliner jajanan ringan yang mampu bertahan hingga sekarang.

Lapak pertama adalah yang di Kesambi, dan setiap hari Minggu buka lapak di komplek Stadion Bima yang memang ramai dikunjungi masyarkat Cirebon yang ingin berolahraga atau jalan-jalan pagi sambil berburu kuliner dan barang-barang lainnya, karena setiap hari Minggu di komplek Stadion Bima memang ramai orang berjualan, dari mulai kuliner hingga pakaian.

Pisang "Kremes" Kesambi lapak Pecilon adalah lapak terbaru dari Pisang "Kremes" Kesambi dengan pemilik lain bernama "Mba Widjie" yang tentu masih relasi dari pemilik utama atau founder dari Pisang "Kremes" Kesambi. Rupanya, sedikit demi sedikit, Pisang "Kremes" Kesambi mulai merambah sistem franchsie atau waralaba.





Iya, Pisang "Kremes" Kesambi ini tergolong yang cukup bersabar dan tidak terburu-buru dalam menerapkan sistem franchise dalam usaha kulinernya, mungkin karena sang founder tidak mau tergersa-gesa dengan sistem yang belum terlalu matang. Walaupun begitu, Pisang "Kremes" Kesambi ini memang tergolong laris manis di Cirebon.

Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner dan masyarakat Cirebon pada umumnya, yang belum pernah mencoba pisang goreng dengan kremesan yang guring kriuk-kriuk, silahkan coba Pisang "Kremes" Kesambi terdekat, bisa di Kesambing, samping Superindo, atau setiap hari Minggu di komplek Stadion Bima, atau di lapak tikungan jalan Pecilon. Murah kok, hanya Rp 1.500,- satunya.

Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.