Mie Ayam "Mang Ari" Jln. Kanggraksan


Mie Ayam adalah salah satu kuliner varian mie yang digandrungi banyak orang di Indonesia. Di Cirebon saja, ada banyak sekali penjual mie ayam, dari mulai di perkampungan pelosok, pinggiran kota, sampai di tengah kota. Di kawasan jalan Kanggraksan kota Cirebon, ada penjual mie ayam yang sudah lama berjualan di jalan ini cukup populer paling tidak di kawasan jalan Kanggraksan, yaitu Mie Ayam "Mang Ari."

Mie Ayam "Mang Ari" ini biasa buka di malam hari, dan setiap malam pelanggannya selalu berdatangan untuk memesan dan menyantap mie ayam buatannya karena selain memang enak, juga murah, Rp 5.000,- saja. Seperti pada umumnya mie ayam, Mie Ayam "Mang Ari" ini berisi olahan daging ayam berkuah, dan sayur.


Setiap mie ayam memiliki cita rasanya sendiri-sendiri yang membedakan satu sama lain, walaupun tetap dalam satu garis, yaitu cita rasa khas Mie Ayam. Begitu pula Mie Ayam "Mang Ari" ini memiliki cita rasa khas yang berbeda, sehingga tidak heran kalau para pelanggannya selalu datang kembali untuk memesan mie ayamnya dan bersantap malam baik di tempat maupun dibawa pulang.

Waroeng SS (Special Sambal)



Saat ini, kota Cirebon memiliki banyak sekali pilihan tempat makan, dari yang sederhana di pinggiran jalan, yang sedang-sedang saja, sampai sekelas restoran. Salah satu tempat makan di Cirebon yang selalu ramai dikunjungi pelanggannya adalah Waroeng SS (Special Sambal). Waroeng SS terletak di kawasan jalan Ampera kota Cirebon.


Di Waroeng SS ini, anda dapat memilih berbagai macam pilihan menu tradisional dengan sambal sebagai "senjata" utamanya. Iya, Waroeng SS menawarkan berbagai pilihan sambal sesuai selera anda. Dan saat berkesempatan mengunjungi Waroeng SS, penulis CirebonKuliner memesan ayam goreng dengan tiga sambal yang berbeda, sambal tomat, sambal bawang goreng, dan sambal bawang tomat. Tidak lupa, penulis CirebonKuliner juga memesan lalab, dan sayur asem sebagai pelengkapnya. Semuanya ini rasanya enak sekali. Pantas saja kalau setiap harinya Waroeng SS selalu ramai, sampai seringkali beberapa pengunjung harus waiting list karena tidak kebagian tempat.


Waroeng SS pertama berdiri di Yogyakarta pada tahun 2002 hasil dari ide pemuda Boyolali, Yoyok Hery Wahyono yang pada awalnya memiliki hobi di bidang memasak. Dari tekadnya dan ketekunannya tersebut, saat ini Waroeng SS memiliki puluhan cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, salah satunya di kota Cirebon ini.


Waroeng SS ini memang sangat layak dijadikan pilihan berbagai kalangan, dari mulai kawula muda, hingga yang sudah berkeluarga. Karena selain tentunya sajian berbagai kulinernya yang menggugah selera, tempat makannya yang nyaman, harganya juga sangat terjangkau, sangat murah. Jadi, bagi pembaca CirebonKuliner yang ingin mencari tempat makan yang menyajikan kuliner enak dan tempat makan yang nyaman, Waroeng SS ini sangat worthy  untuk dijadikan pilihan.

Seafood & Pecel Lamongan "Raden", IMY


Ini dia, warung seafood dan pecel Lamongan paling lezat di kawasan kecamatan Anjatan kabupaten Indramayu. Di kecamatan Anjatan, Indramayu memang cukup banyak warung pecel Lamongan seperti di daerah lain dengan menu andalan lele goreng, dan tentu saja menu lainnya seperti ayam goreng, bebek goreng, dan seafood.

Tapi "Raden" seafood adalah yang paling ramai dikunjungi pembeli setiap malam. Seperti biasa, langganan penulis CirebonKuliner adalah bebek gorengnya, dan tentu saja yang paling membedakan adalah sambalnya. Iya, sambal di warung pecel & seafood "Raden" ini adalah sambalnya, selain memang bebek gorengnya yang memang gurih.


Tidak heran, warung ini selalu ramai dikunjungi para pelanggannya setiap malam untuk bersantap malam. Soal harga, warung pecel & seafood "Raden" ini juga tergolong sedang saja. Tidak lebih dari Rp 20.000,- untuk satu porsi bebek goreng.

jadi, bagi pembaca CirebonKuliner yang kebetulan tinggal di kecamatan Anjatan, silahkan coba warung pecel & seafood "Raden."

Martabak "Denis," jalan Kartini



Dunia kuliner Cirebon semakin ramai saja dengan terus bertambahnya pebisnis yang membuka usaha di bidang kuliner di kota Cirebon. Dari yang tradisional, sampai yang berkonsep modern seperti franchise atau waralaba. Nah.. di Cirebon sendiri, bisnis kuliner berkonsep waralaba seakan terus berkembang dengan kreatifitas yang memiliki keunikan tersendiri. Salah satu waralaba yang kini sedang naik daun adalah Martabak "Denis."


Martabak "Denis" adalah franchise asli Kuningan, Jawa Barat. Sampai penulis CirebonKuliner berkunjung ke outlet terbarunya di jalan Kartini, Cirebon, seberang Pizza Hut, Martabak "Denis" sudah memiliki total 7 outlet, dimana sebagian besar ada di daerah Kuningan. Dan yang ada di Cirebon ini adalah outlet ke 6 yang lisensi franchise-nya dimiliki oleh pria asal Bandung yang kebetulan memiliki istri asal Kuningan. Walaupun Martabak "Denis" bisa dibilang pemain baru di bisnis kuliner, namun nampaknya respon masyarakat cukup baik dengan terus berkembangnya outlet-outlet Martabak "Denis." 


Saat penulis CirebonKuliner berkunjung, penulis memesan satu porsi martabak manis kesukaan penulis CirebonKuliner, yaitu martabak keju susu. Sambil melihat proses pembuatannya yang kebetulan saat itu langsung dibuat oleh sang founder, penulis CirebonKuliner melihat ciri khas Martabak "Denis" yang membedakan dengan martabak lainnya, yaitu adonannya yang terlihat memiliki serat lebih besar, mirip dengan kue karabikang.


Dan setelah dicicipi, martabak keju ala Martabak "Denis" ini memang memiliki cita rasa yang berbeda pula dengan martabak pada umumnya. Adonannya yang empuk dan sedikit "melawan" saat digigit memberi sensasi tersendiri bagi penikmatnya. Martabaknya juga tebal, kejunya enak. Pas sekali dengan harganya, Rp 23.000,-.


Keunggulan lain dari Martabak "Denis" adalah menunya yang variatif dan inovatif. Dari adonannya saja ada tiga pilihan, yaitu original, pandan, coklat, mocacino. Artinya, misalkan kita pesan martabak keju, kita bisa memilih adonan martabaknya dengan menambah Rp 1.000,- saja dari harga martabak dengan adonan original. Selain itu, masih banyak menu variatif dari Martabak "Denis" misalnya martabak telor dengan pilihan isian seperti seafood, kornet, jamur, atau daging ayam. Ada juga martabak tipker atau "tipis kering" yang agak-agak mirip crepes.


Jadi, bagi pembaca KulinerCirebon yang ingin menikmati martabak dengan variasi cita rasa yang berbeda dan unik, silahkan coba Martabak "Denis" di outlet-outlet terdekat.








UPDATE Senin 24 September 2012

Penulis CirebonKuliner kembali berkesempatan mengunjungi outlet Martabak Denis di jalan Kartini kota Cirebon. Di kesempatan ini penulis CirebonKuliner memesan satu porsi martabak telor yang standar dan satu porsi martabak keju susu dengan adonan pandan.


Martabak Telor ala Martabak Denis

Cita rasa Martabak Denis meman berbeda, dan yang pasti enak. Martabak telor dari Denis terasa gurih karena adonannya tidak hambar dan dagingnya terasa. Sedangkan cita rasa dari martabak keju susu dengan adonan pandan juga enak sekali.


Martabak Keju Susu dengan Adonan Pandan ala Martabak Denis

Martabak telor dihargai Rp 18.000,- dan Rp 24.000,- untuk martabak keju susu dengan adonan pandannya.

Es Pisang Ijo "Auvman"


Nampaknya kuliner es pisang ijo khas Makasar sudah menjadi kuliner segar yang banyak disukai banyak orang di Indonesia, termasuk di Cirebon. Karena penulis CirebonKuliner sendiri sudah melihat ada beberapa penjual es pisang ijo khas Makasar. Dan salah satunya adalah Es Pisang Ijo "Auvman."

Es Pisang Ijo "Auvman" ini terletak di jalan Ampera. Penjualnya sekaligus pemiliknya adalah seorang pria asal kota Bandung yang pernah bekerja pada seseorang asli Makasar. Dia kini sengaja merantau ke kota Cirebon untuk berwiraswasta menjual es pisang ijo.


Iya, Es Pisang Ijo "Auvman" adalah buatannya sendiri yang dia jajakan sendiri di kawasan jalan Ampera kota Cirebon. Selain itu, sang pemilik juga biasa membuka lapak untuk berjualan di kawasan komplek perumahan Bima setiap hari minggu.

Aslinya, sirup yang digunakan untuk es pisang ijo asli Makasar adalah buatan sendiri. Namun sirup yang digunakan dalam Es Pisang Ijo "Auvman" ini adalah sirup khas dan asli Cirebon, Tjampolay. Bangga juga ya sirup Tjampolay asli Cirebon ini banyak digunakan di berbagai hidangan kuliner Nusantara.


Sedangkan pisang yang dipakai dalam Es Pisang Ijo "Auvman" adalah pisang tanduk. Soal rasa, Es Pisang Ijo "Auvman" ini tergolong enak menurut penulis CirebonKuliner. Dan yang paling menyenangkan dari Es Pisang Ijo "Auvman" ini adalah harga satu porsinya yang hanya Rp 5.000,- saja! Murah sekali bukan? Selain itu, Es Pisang Ijo "Auvman" juga memiliki tenda dan beberapa meja dan kursi, sehingga menambah kenyamanan kita untuk menikmati es pisang ijo di siang hari, baik sendirian maupun ramai-ramai bersama teman-teman, kolega, atau keluarga kita.


Es pisang ijo ini sangat cocok dinikmati di kota Cirebon ketika siang hari, saat suhu di kota Cirebon sedang panas-panasnya. Jadi, bagi pembaca CirebonKuliner yang ingin menikmati kuliner yang segar-segar di kota Cirebon yang panas, silahkan coba Es Pisang Ijo "Auvman."

Es Campur Bandung "Ampera"



Es campur Bandung atau yang lebih dikenal dengan es oyen merupakan hidangan segar yang banyak disukai banyak orang di Indonesia. Yang penulis CirebonKuliner tahu, di Cirebon, ada banyak penjual es oyen, dan salah satu yang paling populer adalah Es Campur Bandung "Ampera" yang terletak di jalan Ampera.

Seperti pada umumnya es oyen, Es Campur Bandung "Ampera" berisi berbagai macam bahan makanan yang menyegarkan seperti alpukat, kelapa muda, timun suri, susu kental, dan lain-lain yang kemudian tentunya dilengkapi lagi dengan serutan es. Harga satu porsi Es Campur Bandung "Ampera" ini adalah Rp 8.000,-.


Es oyen terasa lebih nikmat dinikmati di Cirebon karena sangat cocok dengan cuaca kota Cirebon yang panas. Sehingga ketika menyantap es oyen di siang hari, akan terasa sangat menyegarkan dan enak sekali terasa di tenggorokan.

Gado-gado "Ampera"


Gado-gado banyak digemari masyarakat Indonesia dimanapun, termasuk di Cirebon. Pembaca CirebonKuliner yang asli Cirebon pasti sudah sangat familiar dengan warung makan gado-gado yang satu ini dan pasti setuju juga kalau warung gado-gado di sini adalah salah satu yang paling lezat di Cirebon, Gado-gado "Ampera" yang terletak di jalan Ampera.


Gado-gado yang dijual di sini adalah jenis gado-gado uleg. Dan setiap harinya, Gado-gado "Ampera" selalu diramaikan para pelanggannya karena kelezatannya. Pelanggan Gado-gado "Ampera" memiliki pelanggan dari berbagai kalangan, dari mulai anak sekolahan, mahasiswa, anak-anak, sampai orang tua.


Saat penulis CirebonKuliner berkunjung, penulis memesan satu porsi gado-gado seharga Rp 10.000,-. Memang betul, semenjak dahulu penulis CirebonKuliner mencoba gado-gado di sini, rasanya tetap terjaga tidak pernah berubah, masih seenak dulu. Jadi, bagi yang belum pernah mencoba, silahkan coba Gado-Gado "Ampera."

Bubur "Moh. Toha"



Inilah salah satu keunikan negara kita Indonesia. Setiap kota di Indonesia memiliki ciri khas tempat makan dan kulinernya sendiri-sendiri yang mereka hadirkan di kota lain. Misalnya, Padang dengan rumah makan dan masakan Padangnya, Tegal dengan wartegnya, Lamongan dengan warung pecel Lamongannya, dan Kuningan dengan warung bubur kacang ijo dan bubur ayamnya. Dan dalam artikel ini CirebonKuliner ingin mengulas tentang warung bubur khas Kuningan yang paling terkenal se-Cirebon, Bubur "Moh. Toha" yag terletak di jalan Mohamad Toha kota Cirebon.

Warung Bubur "Moh. Toha" ini memang sudah populer semenjak lama dan menjadi favorit masyarakat Cirebon dari berbagai kalangan baik untuk sarapan pagi, jajanan sore, maupun santapan malam pengganjal perut ketika lapar. Seperti kebanyaka warung bubur ayam dan bubur kacang ijo khas Kuningan, warung Bubur "Moh. Toha" menyajikan beberapa menu seperti bubur ayam, bubur kacang ijo dan ketan hitam, mie instan, dan juga jamu.


Saat berkunjung ke warung Bubur "Moh. Toha" penulis CirebonKuliner memesan bubur kacang ijo & ketan hitam dengan request khusus kacang ijonya dikurangi, sedangkan ketan hitamnya ditambah, ini adalah kesukaan penulis CirebonKuliner setiap menyantap bubur kacang ijo ketan hitam. Dan tidak lupa, selalu dilengkapi roti tawar yang juga selalu disediakan oleh warung Bubur "Moh. Toha" sebagai pelengkap karbohidrat untuk bubur kacang ijo ketan hitamnya. Harganya?? Rp 5.000,- aja untuk satu porsi bubur kacang ijo dan 4 potong roti tawar.

Walaupun menu yang disajikan di tiap warung bubur khas Kuningan sama saja dan sederhana, namun setiap warung bubur khas Kuningan ini memiliki rasa yang berbeda, terutama pada kuliner bubur ayam dan bubur kacang ijonya. Dan bubur ayam dan bubur kacang ijo di Bubur "Moh. Toha" ini nampaknya masih jadi yang terpopuler di kota Cirebon karena rasanya. Jadi, bagi anda penggemar bubur kacang ijo atau bubur ayam, silahkan coba Bubur "Moh. Toha" di jalan Mohamad Toha kota Cirebon ini.

Resto "Bebek Judes"


Dunia kuliner di Cirebon kini semakin ramai saja dengan semakin banyaknya pebisnis di dunia kuliner yang membuka usaha kulinernya di kota Cirebon. Mulai dari hidangan atau kuliner ringan seperti cemilan yang dijual di pinggir jalan, sampai kuliner berat yang dijual di tenda pinggir jalan maupun sudah berkonsep restoran.


Satu lagi pendatang baru yang berasal dari Bekasi kini hadir di perkulineran Cirebon berkonsep restoran kecil yang menawarkan bebek sebagai hidangan utamanya, resto "Bebek Judes." Berawal dari hobi berpertualang kuliner, sang founder dari Resto "Bebek Judes" ini akhirnya memulai bisnis kulinernya dengan mengandalkan resep kuliner dari Ibunya. Dan untuk pembeda restonya dengan resto lain, sang pemilik membuat konsep yang menarik, mulai dari nama sampai tempat makan yang jauh lebih nyaman dibanding tempat makan pinggir jalan bermenu utama bebek.

Dari namanya saja menurut penulis CirebonKuliner, resto ini sudah mengundang rasa tertarik yang mendengar namanya. "Bebek Judes" merupakan singkatan dari Bebek Juara Pedes. Nah.. dari sini sudah semakin jelas nih nilai jual utama resto ini selain bebeknya, yaitu sambalnya. Iya, "Bebek Judes" menawarkan tiga tipe sambal yaitu sambal terasi, sambal mangga, dan sambal judes. Ketiganya ini tentu memiliki cita rasa yang berbeda satu sama lain. Silahkan tentukan sendiri yang mana favorit anda.


Saat berkunjung, penulis CirebonKuliner memesan satu porsi bebek goreng dengan satu porsi nasi dan satu es jeruk serta satu jus alpukat. Oiya, dalam kesempatan ini penulis CirebonKuliner juga bertemu dan berbincang-bincang dengan pemilik "Bebek Judes" yang terletak di jalan Tuparev nomor 19 ini. Dari perbincangan ini, penulis CirebonKuliner mendapatkan informasi bahwa resto ini sudah berkonsep franchise. Dan kebetulan sang founder di Bekasi adala temannya semasa SMA di kota Cirebon.

Penulis CirebonKuliner sengaja memesan menu yang "biasa" dulu di resto ini untuk mencicipi bagaimana kualitas bebek di resto ini, walaupun penulis CirebonKuliner bukan ahli kuliner yang baik. Menurut penulis CirebonKuliner, bebek goreng di "Bebek Judes" ini kualitasnya tergolong baik dengan cita rasa gurih, daging bebeknya yang lumayan empuk dan tidak berbau amis. Walaupun sang pemilik "Bebek Judes" cabang Cirebon menyampaikan bahwa saat ini kualitasnya sedang menurun. Nah lho.. kalau sedang menurun saja rasanya sudah enak, gimana kalau sedang optimal ya kualitasnya? Lebih nikmat lagi pastinya. Tapi tentunya sebagai saran, "Bebek Judes" harus bisa menjaga kualitasnya dong supaya terus bisa bertambah pelanggannya di Cirebon.


Resto ini menghadirkan kenyamanan yang baik dengan kebersihan tempat, juga keramahan dari para pramusaji yang bekerja di reso "Bebek Judes"." Sedangkan soal harga, cuman beda sedikit saja kok dari warung-warung makan bebek di pinggir jalan. Jadi, menurut CirebonKuliner.com harga yang ditawarkan sepadan dengan kualitas hidangannya, pelayanannya, dan juga tempat makannya. Jadi, bagi penggemar bebek dan sambal yang pedas, silahkan coba "Bebek Judes" di jalan Tuparev nomor 19 ini.

Nasi Jamblang "Ibu Nur"


Penampilan Lokasi Baru



Trully, this is the most delicious nasi jamblang I have ever tasted! Betul, ini adalah nasi jamblang khas Cirebon paling enak yang pernah dirasakan penulis Cirebon Kuliner (paling tidak, versi penulis Cirebon Kuliner. Tapi, memang Nasi Jamblang "Ibu Nur" selalu ramai kok). Ngga heran kalau Nasi Jamblang "Ibu Nur" ini selalu ramai setiap malam.

Iya, warung nasi jamblang yang terletak di jalan Tentara Pelajar, tepatnya setelah jembatan, sebelah kanan dari arah Grage Mall ini bernama Nasi Jamblang "Ibu Nur." Saat CirebonKuliner datang untuk berkunjung dan mencicipi, yang Cirebon Kuliner pesan adalah 'menu wajib' di nasi jamblang, yaitu sambal goreng, tempe, perkedel, dan panjelan atau ikan asin, dan ngga lupa, kuah daging.

Menu di atas adalah menu wajib setiap kali menyantap nasi jamblang khas Cirebon. Ya paling tidak, itu menurut penulis CirebonKuliner. Tentunya, masih banyak menu nasi jamblang selain menu-menu tadi, misalnya blekutak atau cumi yang di masak besert tinta hitamnya, sate telur puyuh, sate kentang, ceplok bumbu merah, dan masih banyak yang lainnya.



Dan seperti yang CirebonKuliner ungkapkan di awal artikel ini, nasi jamblang "Ibu Nur" ini rasanya memang istimewa! Nasi jamblangnya enak, tempenya gurih dan asinnya pas, perkedelnya enak, sambal gorengnya juga sedep banget! Dan panjelan-nya mantep, gurih, crispy. Makin lengkap dengan kuah dari menu daging.

Bisa dilihat, tiap malam, Nasi Jamblang "Ibu Nur" ini selalu ramai dikunjungi para pelanggannya. Jadi, buat para pembaca CirebonKuliner yang gemar makan nasi jamblang khas Cirebon atau yang dari luar kota sedang singgah di Cirebon, silahkan cicipi Nasi Jamblang "Ibu Nur". Oiya, harganya juga murah lho... Rp 8.000,- aja  untuk dua nasi, dua tempe, dua sendok sambal goreng, satu perkedel, satu panjelan, dan teh tawar anget.






UPDATE 16 Februari 2013

Penampilan Lokasi Baru


Penulis Cirebon Kuliner berkesempatan kembali mengunjungi warung Nasi Jamblang "Ibu Nur" di lokasi baru, yaitu di jalan Cangkring, tidak jauh dari lokasi lama. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memperhatikan memang penampilan warung Nasi Jamblang "Ibu Nur" kini jauh berbeda dibanding dulu, lebih bersih, menarik, dan modern. Ditambah, fasilitas parkiran yang dapat menampung cukup banyak kendaraan.

Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang memperhatikan dunia kuliner di Cirebon, dan memperhatikan perkembangan Nasi Jamblang "Ibu Nur" khususnya, tentu sangat setuju jika saat ini, Nasi Jambalng "Ibu Nur" memang bisa dibilang adalah salah satu warung nasi Jamblang khas Cirebon yang paling populer di Cirebon.

Hal ini tentu bukan hanya karena rajinnya akun @NasJamIbuNur wara-wiri di dunia Twitter, tapi karena memang kelezatannya yang tentunya sudah diakui para pelanggan setianya. Terbukti dengan selalu ramainya warung Nasi Jamblang Ibu Nur dari lokasi lama hingga kini. Terbukti dengan selalu kembalinya para pelanggan yang sudah mencicipi lezatnya nasi Jamblang dan lauk pauknya di Nasi Jamblang "Ibu Nur."

Saat masuk, warung Nasi Jamblang "Ibu Nur" yang sekarang juga dilengkapi dengan AC, layar TV LED yang cukup besar, sehingga menambah nilai plus lagi. Selain itu, bangku panjang dan meja panjang untuk para pengunjung menikmati nasi jamblang khas Cirebon dan lauk pauknya.











Penulis Cirebon Kuliner memesan nasi jamblang dengan lauk pauk favorit penulis, yaitu sambal goreng, tempe goreng, panjelan atau ikan asin yang dipotong kecil-kecil dan digoreng kering, dan sayur tahu, dengan 4 porsi nasi jamblang dan teh tawar hangat, semuanya Rp 9.000,- saja! Murah sekali bukan?! Sangat sangat terjangkau apalagi ditambah dengan fasilitas tempat makannya, dan yang terpenting, rasanya yang memang lezat sekali!

Bagi para penggemar nasi jamblang khas Cirebon, baik yang berasal asli dari Cirebon, maupun yang dari luar kota sedang berkunjung ke Cirebon, silahkan icipi nasi jamblang khas Cirebon di warung Nasi Jamblang "Ibu Nur" di jalan Cangkring kota Cirebon.

Pondok Ikan Bakar "Mina Ayu", IMY


Ini dia, rumah makan seafood yang sangat terkenal di Indramayu, Pondok Ikan Bakar "Mina Ayu." Rumah makan "Mina Ayu" menyajikan berbagai macam hidangan atau kuliner yang berbahan utama hasil laut dari wilayah Indramayu seperti ikan etong misalnya. Ada juga menu-menu seafood lainnya seperti ikan kakap, udang, cumi, kepiting, dan berbagai jenis ikan lainnya.


Pondok Ikan Bakar "Mina Ayu" terletak di kawasan Pantai Pesisir Limbangan Indramayu, atau di jalan raya Karangampel-Indramayu. "Mina Ayu" memang sudah dikenal masyarakat Indramayu dan juga dari luar Indramayu. 

Yang paling menarik adalah letaknya yang persis di pinggiran laut, sehingga memberi sensai tersendiri ketika menyantap hidangan makanan yang disajikan. Tidak heran, "Mina Ayu" sering menjadi pilihan berbagai kalangan untuk makan besar bersama.


Soal harga, "Mina Ayu" memberi harga yang menurut penulis CirebonKuliner cukup murah untuk setiap menunya. Ditambah lagi dengan suasana tempat makan yang cukup nyaman, menjadikan "Mina Ayu" memang layak untuk anda cicipi.

Soto Betawi "Ibu Umar", IMY


Sebetulnya, penulis CirebonKuliner bukan penggemar kuliner semacam soto. Tapi semenjak mencoba Soto Betawi "Ibu Umar" yang terletak di jalan Siliwangi di depan kantor Pos Indramayu, penulis CirebonKuliner menjadi doyan soto Betawi dan menjadi penasaran untuk mencoba soto Betawi di tempat lain.

Saat pertama kali mencoba pun penulis CirebonKuliner tidak berekspektasi terlalu banyak, karena sekali lagi bukan penggemar kuliner sejenis soto. Namun saat Ibu Umar menyajikan soto Betawinya, tiba-tiba selera makan penulis CirebonKuliner langsung naik dan sangat berselera untuk makan.

Sebelum ditambahkan sambal dan kecap

Dan memang betul, saat penulis CirebonKuliner mencicipinya, rasanya memang enak banget! Terlebih lagi kalo ditambahkan sambal dan kecap yang disediakan oleh Ibu Umar. Selain warna kuahnya yang menjadi lebih menggoda, rasanya pun menjadi lebih nendang.

Setelah ditambahkan sambal dan kecap

Memang, Soto Betawi "Ibu Umar" di Indramayu ini gurih, sedap, dan segar. Kematangan dagingnya menurut penulis CirebonKuliner pas sekali. Dan soal harga pun tergolong murah, cukup Rp 14.000,- untuk satu porsi soto Betawi dan es teh manis. Silahkan mencoba!

Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.