"The Navy's Dewa Ruci" | Resto di Tengah Kota Cirebon Tanpa Kebisingan


Kota Cirebon saat ini makin dipenuhi dengan tempat-tempat makan dengan berbagai konsep, dari kaki lima, hingga resto. Kebanyakan resto berada di tengah kota dengan suasana kebisingan lalu lintas kota di sekitarannya. Lalu, jika ada sebagian masyarakat kota Cirebon yang mencari resto yang berlokasi di tengah kota, tidak sulit dicari, namun dengan suasana yang tenang tanpa kebisingan kota? Jawabannya ada, yaitu resto "The Navy's Dewa Ruci", atau singkat saja, "The Navy's."

Resto "The Navy's" berlokasi di jalan Arafuru, jalan akses masuk ke perumahan Taman Cipto, salah satu perumahan mewah di kota Cirebon di jalan DR Cipto. Dari pinggi jalan, Resto "The Navy's" memang tidak terlihat langsung, silahkan masuk dulu ke jalan Arafuru (seberang Lab. Pramita) beberapa meter, lalu tengok kiri, pasti terlihat Resto "The Navy's" dengan suasana saung-saung joglo tradisional yang menarik.

Yup, Resto "The Navy's" mencoba menawarkan masyarakat kota Cirebon suasana resto yang berbeda, dengan saung-saung seperti di pedesaan untuk mereka yang ingin menikmati hidangan kuliner di outdoor, atau di dalam joglo seperti rumah tradisional, bagi mereka yang ingin menikmati hidangan kuliner dengan suasana indoor yang unik, nyaman, dan lebih eksklusif. Tentu, sekali lagi, dengan lokasi tengah kota yang tidak sulit dijangkau, namun tanpa kebisingan kota.




Soal menu, Resto "The Navy's" memiliki berbagai menu makanan dan minuman yang cukup variatif. Saat datang berkunjung, penulis Cirebon Kuliner mencicipi beberapa diantaranya saja. Ada Kepiting Soka Telor Asin (Rp 45.000), Paket Ayam Kremes (Rp 27.000), Sosis Gimbal dengan Spaghetti (Rp 49.000), dan Nasi Goreng Kelapa (Rp 27.000). Dan untuk minumannya, penulis Cirebon Kuliner mencoba Taro Blended (Rp 25.000) dan Green Tea Blended (Rp 27.000).

Dari penampilannya, menu makanan dan minuman yang disajikan Resto "The Navy's" ini sudah menarik untuk dinikmati. Kepiting Soka Telor Asin dengan bumbu khas ala Resto "The Navy's", atau Sosis Gimbal dengan Spaghetti yang menggiurkan. Bagi penikmat kuliner sederhana seperti ayam goreng dengan bumbu kremes pun bisa menikmati Paket Ayam Goreng Kremes ala Resto "The Navy's". Atau bisa coba hidangan unik seperti Nasi Goreng Kelapa ala Resto "The Navy's" yang disajikan langsung di dalam buah kelapa, dengan irisan daging buah kelapa di dalam nasi gorengnya. Semuanya nikmat, dengan harga yang pas untuk resto yang nyaman dan eksklusif ini.







Resto "The Navy's" hadir dengan kapasitas kurang lebih 50 orang untuk di indoor di dalam joglo, atau sekitar 6 orang per saung untuk outdoor-nya. Resto "The Navy's" juga menerima jasa cathering bagi yang ingin memesan makanan berbagai keperluan. Bagi pekerja kantoran yang memerlukan tempat untuk meeting, Resto "The Navy's" juga tentunya pas untuk dijadikan pilihan, dengan fasilitas layar dan infocus dari Resto "The Navy's". Atau, bagi yang ingin merayakan ulang tahun, boleh juga merayakan di Resto "The Navy's".

Resto "The Navy's" hadir di kota Cirebon dari awal tahun 2015, dan hingga artikel ini dibuat, Resto "The Navy's" masih akan mengembangkan restonya dengan lebih luas. Bagi masyarakat kota Cirebon yang berminat booking tempat di Resto "The Navy's" untuk berbagai keperluan seperti yang disebutkan di atas, bisa hubungi Bapak Harry di 082116228806, atau 0231-8300212.


Sosis Gimbal ala The Navy's

Kepiting Soka Telor Asin ala The Navy's

Paket Ayam Kremes

Nasi Goreng Kelapa ala The Navy's

Taro Blended (warna ungu) dan Green Tea Blended warna hijau) ala The Navys's

UPDATE MENU TERBARU "THE NAVI'S":

Dori Sambal Bali ala "THE NAVY'S"

Sop Buntu ala "THE NAVY'S"


Taiwan Dessert ala "THE NAVY'S"

Patbingsu ala "THE NAV'S"

Kantin "Q-Ta" | Menyediakan Menu Makanan Fresh Dimasak Setelah Diorder


Setiap pengusaha kuliner tentu memiliki strategi tertentu untuk menarik pelanggan membeli produknya. Salah satunya adalah dengan mengedepankan kesegaran masakan atau kuliner yang disajikan. Dan hal inilah yang ditawarkan Kantin "Q-Ta" yang berlokasi di jalan DR Cipto, tepatnya di areal parkir Apotik "Prima Sejati" seberang CSB Mall kota Cirebon.

Sesuai juga dengan motto dari Kantin "Q-Ta" yaitu fresh mood good mood. Iya, bagi Kantin "Q-Ta" adalah sebuah pantangan untuk menyajikan makanan yang sudah tidak hangat apalagi sudah lama masak atau basi. Sehingga, pengunjung Kantin "Q-Ta" bisa mendapatkan makanan yang segar karena baru saja dimasak setelah diorder.

Kantin "Q-Ta" jalan DR Cipto kota Cirebon ini menyajikan beberapa menu makanan andalan, diantaranya adalah Capcay Spesial, Ayam Bakar, Pecel Ayam Komplit, Nasi Urakan, Bakmi Jawa, Kwetiaw, Nasi Goreng, dan Mie Q-Ta, serta tersedia juga macam-macam aneka jus sebagai hidangan minumannya.

Kantin "Q-Ta" jalan DR Cipto kota Cirebon ini didirikan oleh sepasang suami istri, Henie dan Ilham pada tanggal 1 Oktober 2012, dan masih bertahan hingga kini. Dan kini, Kantin "Q-Ta" sudah memiliki "adik" yaitu warung Mie "Q-Ta" dengan motto mie-nya kita-kita, berlokasi di jalan Dewi Sartika, Sumber, di belakang Bank BJB.

Kantin "Q-Ta" jalan DR Cipto kota Cirebon beroperasi setiap hari Senin sampai Sabtu, mulai pukul 8:30 pagi hingga 17:30, dan tutup setiap hari Minggu atau tanggal merah. Sedangkan warung Mie "Q-Ta" buka setiap hari mulai pukul 17:00 sampai 23:00. Oiya, Kantin "Q-Ta" juga melayani delivery service khusus area sekitaran CSB Mall kota Cirebon.

Penasaran dengan Kantin "Q-Ta"? Silahkan datang dan kunjungi Kantin "Q-Ta" di jalan DR Cipto kota Cirebon, di areal parkir Apotik "Prima Sejati" seberang CSB Mall. Atau boleh kontak Kantin "Q-Ta" di:

HP          :085224777450
pin           : 75bc9d61
whatsapp : 082117670770
twitter      : @kantin_qta

Salah satu menu andalan Kantin "Q-Ta" yaitu Mie Q-Ta yang banyak diminati para pelanggannya

Toko Oleh-Oleh Khas Cirebon "Aneka Kue"


Toko Oleh-Oleh khas Cirebon tentu sudah ada banyak sekali di kota Cirebon, salah satu yang terbesar dan sudah bertahun-tahun ada di kota Cirebon adalah Toko Oleh-Oleh khas Cirebon "Aneka Kue" di jalan Kutagara, daerah Jagasatru. Toko Oleh-Oleh khas Cirebon "Aneka Kue" kini sudah membuka cabang baru di salah satu area yang selalu dikunjungi wisatawan dari luar kota untuk mencari oleh-oleh khas Cirebon, yaitu jalan Lemahwungkuk.

Yup, jalan Lemahwungkuk di wilayah Pasar Kanoman nampaknya sudah menjadi wilayah endemik untuk para pelancong yang ingin membeli berbagai macam oleh-oleh khas Cirebon. Dan Toko Oleh-Oleh khas Cirebon "Aneka Kue" merupakan salah satu pilihan yang tepat. Di Toko Oleh-Oleh khas Cirebon "Aneka Kue" jalan Lemahwungkuk ini para pengunjung dapat membeli berbagai macam oleh-oleh khas Cirebon.



Macam-macam oleh-oleh khas Cirebon yang banyak dicari para pengunjung adalah:
- Macam-macam manisan buah, terutama manisan mangga,
- Macam-macam rengginang rasa (keju, ebi, dll),
- Krupuk rambak,
- Krupuk kulit ikan,
- Tape ketan,
- Macam-macam emping,
- Bilis goreng,
- Macam-macam teri belah,
- Bawang goreng,
- Macam-macam gapit,
- Ikan jambal,
- Cumi telor,
- Macam-macam sambal (sambal nasi Jamblang, dll)
- Aneka kue, dan masih banyak lagi

Bagi para pembaca Cirebon Kuliner yang berdomisili di luar kota, dan berkeinginan membeli berbagai macam oleh-oleh khas Cirebon dari Toko Oleh-Oleh khas Cirebon "Aneka Kue" ini, silahkan, bisa menghubungi kami CirebonKuliner.com karena kami sudah bekerja sama dengan Toko Oleh-Oleh khas Cirebon "Aneka Kue" dan CirebonKuliner.com siap mengirim pesanan anda ke luar kota.


Para pembaca Cirebon Kuliner yang berminat memesan macam-macam oleh-oleh khas Cirebon di Toko Oleh-Oleh khas Cirebon "Aneka Kue" melalui CirebonKuliner.com, silahkan dapat menghubungi kontak kami di:

WA: 089621842883

Macam-macam manisan buah dari toko "Aneka Kue"

Tape Ketan kemasan ember





Macam-macam rengginang rasa toko "Aneka Kue"


Krupuk Rambak toko "Aneka Kue"


Manisan mangga lebar toko "Aneka Kue"

Manisan mangga sisir toko "Aneka Kue"

Cumi telor toko "Aneka Kue"

Emping mentah toko "Aneka Kue"

Permen jahe 61 toko "Aneka Kue" yang sudah langka

Bilis goreng toko "Aneka Kue"

Krupuk kulit ikan

Kentang ebi toko "Aneka Kue"
"
Macam-macam emping toko "Aneka Kue"

Macam-macam emping toko "Aneka Kue"

Manisan mangga lebar gula rebus toko "Aneka Kue"

Aneka teri toko "Aneka Kue"

Sambal nasi Jamblang toko "Aneka Kue"

Nasi Jamblang "Pak Jaenal" Jalan Panjunan


Khususnya masyarakat kota Cirebon, dan umumnya para penikmat kuliner tradisional, yang perduli akan karakter dan identitas asli kuliner tradisional, tentunya kritis akan hal tersebut. Penulis Cirebon Kuliner ambil contoh sederhana tentang nasi Jamblang khas Cirebon. Identitas sejati dari nasi Jamblang khas Cirebon adalah dari nasinya yang dibungkus daun jati, bukan sekedar dialasi daun jati.

Maksudnya? Bagi yang kritis, tentu akan jeli bahwa saat ini ada beberapa penjual nasi Jamblang khas Cirebon yang populer di kota Cirebon, bahkan sampai luar kota Cirebon, yang menyajikan nasi Jamblang dengan daun jati hanya sebagai alas saja. Artinya, nasinya tidak dibungkus daun jati dari awal persiapan berjualan. Ya, nasinya diambil hangat-hangat, lalu ditaruh di atas daun jati. Sedangkan nasi Jamblang yang sejati adalah nasinya yang dari awal persiapan berjualan di pagi hari, dibungkus daun jati, sehingga saat disajikan kepada konsumen, nasinya memiliki karakter khas yaitu tidak hangat (orang Cirebon sebut dengan istilah "anyeb", dan beraroma khas dari daun jati.

Namun begitu, masih banyak juga penjual nasi Jamblang yang menyajikan nasi Jamblang sebagaimana seharusnya, terutama para penjual nasi Jamblang dalam skala kecil, atau kaki lima pinggir jalan. Salah satu dari beberapa penjual nasi Jamblang yang masih otentik khas Cirebon adalah penjual nasi Jamblang yang biasa berjualan di jalan Panjuanan.

Begini tampilan secara umum nasi Jamblang yang otentik. Dibungkus daun jati, dan diwadahi di sebuah cepon tradisional.

Nasi Jamblang "Pak Jaenal" Jln. Panjunan kota Cirebon ini biasa buka dari jam 7:30 pagi hari dan sudah tutup di siang hari setelah waktu Dhuhur (sekitar pukul 1 siang hari). Penjualnya, yang asli Cirebon ini, biasa dari waktu subuh mengambil stock ke asli daerah Jamblang. Iya, dari situ nasinya sudah dibungkus daun jati, sebagai identitas sejati nasi Jamblang.

Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung dan mencicipi pun tentu, memiliki sensasi yang berbeda. Dengan menikmati nasi Jamblang asli dan otentik, di warung kecil di pinggir jalan di kota Cirebon, tentu memberi pengalaman tersendiri, terutama bagi mereka yang merupakan penikmat atau pemburu kuliner yang kritis mencari kuliner-kuliner tradisional yang masih mempertahankan identitas sejati dari sebuah hidangan kuliner.


Rasa dan tekstru nasinya khas, sajian lauk pauknya pun khas, harganya pun sangat terjangkau. Dengan pelayanan ekstra yaitu ngobrol ngalor ngidul dalam bahasa Cirebon, pengalaman menikmati nasi Jamblang khas Cirebon pun tidak hanya dari nikmatnya cita rasa khas dari kulinernya itu sendiri, tetapi juga experience lain dari suasana pagi pinggir jalan, dan lapak warung kecil nan sederhana. Para pembaca Cirebon Kuliner setuju?

Kalau setuju, lalu bagaimana dengan para penjual nasi Jamblang berskala besar nan populer sampai luar kota namun tidak mempertahankan identitas asli nasi Jamblang yang dibungkus daun jati? Ya biarkan saja, karena dunia kita butuh keseimbangan. Selalu ada yang di atas dan yang di bawah. Karena Tuhan pun menciptkana segalanya dengan keseimbangan. Yang penting, bagi para penjual kuliner tradisional, pertahankan ke-tradisional-annya, supaya generasi berikutnya tetap bisa menikmati bagaimana aslinya kuliner tradisional yang sejati.

Nasi Jamblang khas Cirebon yang otentik, nasi Jamblangnya dibungkus daun jati, disajikan tidak hangat, dan memiliki aroma khas dari daun jati.

TREN COFFEE SHOP DI CIREBON | Part 3: Para Konsumen Coffee Shop di Cirebon


Sebelumya. penulis Cirebon Kuliner menulis Part 1 tentang sejarag singkat minuman kopi, dan Part 2 tentang berbagai coffee shop di kota Cirebon, kini penulis mencoba menulis secara singkat apa dan bagaimana para konsumen atau pelanggan coffee shop di Cirebon.

Dari hasil survey independen dan kecil-kecilan yang dilakukan tim Cirebon Kuliner di berbagai coffee shop di kota Cirebon - terutama kedai-kedai kopi besar - tim Cirebon Kuliner dapat memaparkan bahwa mayoritas konsumen coffee shop di kota Cirebon adalah kalangan muda-mudi yang aktif dan dinamis.

Iya, kedai-kedai kopi atau cafe di Cirebon mayoritas diramaikan oleh para pelanggannya yang berusia muda antara 17-35 tahunan (sekitar hampir 75%), dan sisanya adalah keluarga yang datang untuk kumpul dan makan di kedai kopi yang menyediakan juga menu makanan untuk keluarga.


Mayoritas dari para muda-mudi yang datang di kedai kopi di kota Cirebon ini pun datang tidak untuk betul-betul menikmati minuman kopi, akan tetapi dengan macam-macam alasan lainnya. Tim Cirebon Kuliner bisa memaparkan sebagian besar alasannya atau tujuan para pelanggan kedai kopi datang ke kedai kopi adalah:

1. Kumpul atau bertemu teman/relasi kerja/bisnis/sekolah/kuliah (75%)

2. Menikmati suasana cafe atau kedai kopi (15%)
3. Menikmati minuman kopi (10%)

Yup, dari data singkat di atas juga, bisa dikatakan bahwa mayoritas pelanggan kedai kopi di kota Cirebon masih sangat minim yang beralasan datang ke coffee shop untuk menikmati minuman kopinya itu sendiri. Artinya lagi, menu minuman yang paling banyak dipesan para pengunjung kedai kopi di Cirebon bukanlah kopi, melainkan minuman non kopi, terutama minuman dingin seperti berbagai minuman es dari teh leci, milkshake, dll. Sedangkan minuman berbahan dasar kopi, lebih banyak dipesan dalam sajian dingin dengan variasi berbagai macam rasa seperti vanilla, hazelnut, dll. Sedangkan minuman kopi yang sejati seperti black coffee, atau espresso / americano / cappuccino, caffe latte / macchiato dalam masih relatif minim dipesan.

Dan, mayoritas pengunjung kedai kopi di kota Cirebon memiliki pengetahuan soal kopi yang masih umum. Juga, masih sangat minim yang betul-betul merupakan penikmat kopi. Mayoritas tidak begitu perduli apa itu espresso, apa itu americano, apa perbedaan caffe latte dan cappuccino, apa itu macchiato, dan sebagainya. Fakta ini secara global bisa mengartikan bahwa coffee shop  di kota Cirebon masih belum (dalam tanda kutip) "berjalan" sesuai fungsi utamanya, yaitu sebagai tempat para penikmat kopi menikmati kopi. Akan tetapi, secara garis besar masih berjalan atau berfungsi sebagai tempat anak muda nongkrong dengan berbagai tujuan selain menikmati kopi, dari mulai kumpul bareng teman-teman sekolah/kampus/kerja/komunitas.

Apa yang berusaha disampaikan tim Cirebon Kuliner, semata hanyalah bahwa di kota Cirebon, mayoritas masyarkat Cirebon yang gemar menikmati kopi, masih menikmati kopi secara merakyat, yaitu kopi instan dalam kemasan sachet yang dinikmati di rumah masing-masing di pagi atau sore hari. Sedangkan coffee shop masih dianggap sebagai cafe-cafe pada umumnya, sebagai tempat nongkrong atau bersosialisasi atau gaul.

TREN COFFEE SHOP DI CIREBON | PART 2: Kedai-Kedai Kopi di Cirebon


Okei, ini adalah artikel lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu "TREN COFFEE SHOP DI CIREBON | PART 1: Sejarah Singkat MInuman Kopi." Setelah dalam PART 1 penulis CirebonKuliner membahas mengenai sejarah singkat minuman kopi, kini penulis akan mengulas mengenai kedai-kedai kopi yang ada di kota Cirebon.

SEBELUM MULAI MELANJUTKAN, PENULIS CIREBONKULINER INGIN BERTERIMAKASIH KEPADA SELURUH NARASUMBER YANG BERPARTISIPASI MEMBERI INFORMASI SEBAGAI SUMBER DASAR PENULISAN ARTIKEL INI. PENULIS JUGA INGIN MENYAMPAIKAN PERMINTAAN MAAF APABILA DALAM ARTIKEL INI TERDAPAT SALAH PENULISAN, ATAU SALAH INFORMASI. UNTUK ITU, APABILA ADA DIANTARA PEMBACA ARTIKEL INI YANG MERASA DIRUGIKAN ATAU MERASA ADA INFORMASI YANG PERLU DILURUSKAN, PENULIS MEMOHON UNTUK SEGERA MENGHUBUNGI PENULIS (crbkuliner@gmail.com / cirebonkuliner@yahoo.com) AGAR KESALAHAN INFORMASI TERSEBUT DAPAT SEGERA DILURUSKAN.

Secara sederhana, di tahun 2015 ini kedai-kedai kopi di kota Cirebon terbagi menjadi 3 skala, yaitu lokal, nasional, dan internasional. Kedai kopi di kota Cirebon dengan taraf internasional di antaranya adalah Starbucks, dan Dunkin Donuts - walaupun brand terakhir ini tidak fokus berjualan pada minuman kopinya. Kemudian ada juga Bangi Kopitiam yang merupakan franchise dari Malaysia.

Pada level nasional, ada merk-merk seperti Excelso, Cuppa Coffee, Coffee Toffee, Lecker, dan J-Co. Kehadiran kedai kopi dengan brand ukuran nasional ini tentunya menambah warna tersendiri di kota Cirebon yang kecil ini. Dan kedai-kedai kopi di kota Cirebon milik warga lokal Cirebon di tahun 2015 ini sudah semakin bertambah, paling tidak, dibandingkan dengan saat tahun 2010-an kemarin, sebut saja, Rockstar, Baraja, Lambada, Vanilla, Roby's, Pinisi, New Star, Juragan, Djenggo, Lunaira, Rumah Kopi, dan My Story. Kabarnya, masih akan bertambah lagi kedai-kedai kopi di kota Cirebon yang akan didirikan oleh putra-putri asli kota Cirebon. Dan dalam artikel ini, penulis Cirebon Kuliner tidak akan membahas coffee shop berskala nasional, apalagi internasional, namun akan lebih mendalam pada local coffee shops milik para putra / putri Cirebon.

Secara singkat, kedai kopi di kota Cirebon, dahulu ada Coffee 85 di jalan Pemuda, yang kini sudah tutup. Kemudian ada Rockstar Kopitiam yang berdiri sejak pertengahan 2010 dengan lokasi awal di Perumnas Cirebon. Kemudian ada Widita, dan Baraja yang berdiri berbarengan di akhir 2010. Dan di sekitar tahun 2011 ada Kopitiam 62 yang terletak di jalan Yos Sudarso. Namun saat penulis Cirebon Kuliner mendatangai lokasi, penulis Cirebon Kuliner mendapatkan informasi bahwa Kopitiam 62 sudah tidak ada. Disebutkan juga bahwa kini berada di daerah Sumber, Kab. Cirebon, namun belum jelas apakah masih Kopitiam 62, ataukah berbeda brand ataukah sama sekali beda industri (bukan kopi). Dulu juga sempat ada Boss Kopi yang berjualan dengan konsep mobile, dan biasa "mangkal" di kawasan jalan Kartini, namun kini sudah lama tidak nampak.

Dan kini, hingga artikel ini ditulis (Januari-Februari 2015), kedai kopi lokal Cirebon yang paling populer hingga awal 2015 ini adalah "Baraja" Coffee - termasuk yang tertua lahir pada akhir tahun 2010 -  dan "Lambada" Cafe & Resto yang berdiri semenjak pertengahan 2012. Dari segi bisnis, nampaknya Baraja dan Lambada adalah "The Big Two" dalam dunia coffee shop  di kota Cirebon saat ini. Beberapa sebelum Baraja, lebih dulu ada "Rockstar" Kopitiam (berdiri sekitar pertengahan 2010) yang di lokasi awal berada di kawasan Perumnas kota Cirebon, kemudian sempat menjadi idola saat berlokasi di jalan Kartini, dan sempat meredup gaungnya setelah outlet di jalan Kartini tutup, dan hanya outlet yang di Cirebon Gourmet (wilayah Kesambi) yang beroperasi. Kini Rockstar siap mendapatkan namanya kembali setelah saat ini kembali menempati lokasi di jalan Kartini. Kemudian di akhir 2013 ada "Vanilla" Cafe & Boutique yang saat artikel ini dibuat, nampaknya sedang struggling untuk dapat terus beroperasi. Di awal 2014, muncul "Roby's" Coffee & Tea yang nampaknya, bersama "My Story" Cafe & Bistro yang hadir di akhir 2014 akan siap ikut menemani Baraja dan Lambada di singgasana kesuksesan dunia coffee shop di kota Cirebon. Soon or later, "The Big Two" akan menjadi "The Big Six" jika Vanilla mampu bertahan, jika Roby's dan My Story mampu bersaing, dan serta jika Rockstar mampu mendapatkan kembali pamornya.

Sedangkan kedai kopi lokal Cirebon lainnya seperti "Pinisi" Coffee, "New Star" Kopitiam, "Juragan" Coffee, Gerobak Kopi "Djenggo", "Lunaira" Coffee, dan "Rumah Kopi", adalah nama-nama yang mencoba "bermain" di sektor bawah dulu. Iya, kedai-kedai kopi "kecil" ini hadir di kota Cirebon mencoba memuaskan para pecinta dan penikmat kopi di kota Cirebon, dengan penampilan yang lebih sederhana, dengan peralatan yang lebih sederhana, juga tentunya dengan harga yang lebih "sederhana" juga, soal rasa, kopi adalah selera bagi setiap penikmatnya. Tentu, kedai-kedai kopi ini juga memiliki penggemarnya masing-masing. Oiya, kecuali Pinisi Coffee dan New Star Kopitiam yang berlokasi di CSB Mall kota Cirebon, mencoba menggaet penikmat kopi yang berkunjung ke CSB Mall.

Ya, kembali ke para pemain besar. Rockstar, Baraja, Lambada, Vanilla, Roby's dan My Story ini memiliki penampilan dan style yang berbeda. "Rockstar" Kopitiam yang sudah ada semenjak pertengahan 2010, pada awalnya berada di Perumnas Cirebon. Satu tuhan kemudian pindah lokasi ke jalan Kartini kota Cirebon, dimana di lokasi ini Rockstar sempat menuai popularitas, namun kemudian tutup karena persoalan sengketa lahan. Sempat tutup, dan hanya outlet yang di Cirebon Gourmet (Kesambi) yang beroperasi, kini di awal 2015 Rockstar Kopitiam kembali beroperasi di lokasi lama, di jln Kartini Cirebon. Jika dari embel-embelnya - kopitiam - Rockstar hadir menawarkan kopi-kopi ala Melayu (yang dibrew tidak menggunakan mesin espresso). Ya, karena dalam bahasa  Melayu, kopitiam berarti warung kopi dalam bahasa Indonesia. Namun, Rockstar juga memiliki kopi-kopi dengan basic espresso yang dibuat dengan mesin espresso standar cafe. Saat kembali hadir di jalan Kartini, Rockstar nampaknya mulai "merangkak" lagi setelah sebelumnya sempat redup. Iya, kini setelah kembali menempati lokasi di jalan Kartini - dengan beberapa penambahan space tempat - dengan penampilan yang juga atrractive di jalan Kartini kota Cirebon, langsung menghadap ke pengguna jalan, Rockstar nampaknya sudah sangat siap untuk kembali menjadi salah satu coffee shop terpopuler di kota Cirebon.

"Baraja" Coffee (berdiri sejak akhir 2010) hadir dengan penampilan yang menurut penulis Cirebon Kuliner, paling attractive. Mengapa? Baraja Coffee tampil seperti cafe-cafe pinggir jalan di kota Paris, Perancis dengan kursi & meja persis di bahu jalan. Berada di tepat di pusat kota Cirebon. Kehadiran Baraja Coffee tentunya menjadi pemandangan yang sangat khas. Selain itu, bagi para penikmat kopi atau pengunjung Baraja, posisi dan konsep seperti ini tentunya memberi atmosfir, atau ambience tersendiri. Soal menu, selain minuman kopi yang dibrew dengan mesin espresso standar cafe tentunya, Baraja juga menawarkan berbagai racikan teh, minuman coklat, dan berbagai pilihan menu makanan yang tidak terlalu berat sebagai teman minum kopi / teh / coklat. Sampai saat ini, Baraja Coffee masih selalu ramai dipadati para penggemar setianya yang ingin menikmati tempat nyaman di Baraja dan macam-macam menunya untuk berbagai keperluan. Ya, Baraja, somehow, selalu memiliki daya tarik bagi masyarakat Cirebon yang mencari cafe untuk nongkrong bersama kawan, atau untuk mengerjakan tugas kantor/kuliah/sekolah, atau sendirian untuk betul-betul menikmati kopi. Satu lagi, hingga saat ini, Baraja masih menjadi satu-satunya coffee shop yang buka 24 jam. Bagi para penikmat kopi yang ingin menikmati espresso atau cappuccino di pagi hari, atau di sore waktu senja, maka Baraja adalah tempat yang sangat sangat tepat.

Tampak Depan BARAJA






Baraja Latte & Pancake Saus Mangga ala BARAJA


"Lambada" Cafe & Resto (berdiri pertengahan 2012), hadir dengan lebih "eksklusif", karena selain lokasinya yang berada di lantai atas dari sebuah ruko tempat berjualan handphone di tengah kota Cirebon, juga bagian dalam dari Lambada Cafe & Resto juga memang didesain dengan konsep - yang menurut penulis Cirebon Kuliner - sangat apik, terlebih untuk ukuran kota Cirebon. Bagi para pengunjung Lambada yang mungkin bukan penikmat kopi, nampaknya Lambada juga memberi kenyamanan lebih, sehingga sampai saat ini Lambada masih menjadi salah satu cafe lokal terbaik di kota Cirebon. Jika saja, Lambada hadir dengan lokasi yang lebih oke lagi, misalnya, dengan lahan parkir yang lebih baik, dan memiliki lantai bawah, penulis Cirebon Kuliner yakin, Lambada akan menjadi lebih great lagi. Terlebih, jika jam operasinya yang apabila dimulai dari pagi hari, karena saat ini Lambada beroperasi setiap hari dari mulai pukul 16:00 hingga sekitar 02:00 dini hari, atau bisa hingga waktu subuh jika ada event tertentu.

Tampak depan LAMBADA





Pancake ala LAMBADA


Cappuccino ala LAMBADA



"Vanilla" Cafe & Boutique, pada awal berdirinya, sebetulnya sempat menjadi salah satu alternatif bagi para "pencari cafe" di kota Cirebon. Selain kopinya, para penggemar Vanilla (terutama para wanita) juga bisa berbelanja pakaian di butik yang berada tepat di sebelah cafe-nya. Namun sayang, saat artikel ini dibuat (Jan 2015), Vanilla nampaknya sedang berada pada kondisi yang tidak prima. Penulis Cirebon Kuliner sangat berharap Vanilla Cafe & Boutique dapat terus bertahan - apapun problematikanya - sehingga Vanilla bisa menjadi kedai kopi lokal andalan kota Cirebon dan menjadi salah satu "The Big" local coffee shop di kota Cirebon.

"Roby's" Coffee & Tea, yang hadir di sekitaran kwartal awal 2014, nongol di kota Cirebon dengan konsep yang secara konvensional, diminati para kawula muda "pencari cafe". Roby's hadir agak minggir dari pusat kota Cirebon, di sebuah ruko 2 lantai, dengan konsep desain yang cukup nyaman. Selain itu, berdasarkan informasi yang penulis Cirebon Kuliner dapatkan langsung dari sang owner, Roby's memiliki visi bisnis yang sangat siap. Sang pemilik langsung mendaftarkan logo dari cafe besutannya ini, dan mematok target untuk mem-franchise-kan cafenya ini dalam beberapa waktu ke depan. Pemilik Roby's cafe juga mengungkapkan bahwa cafe miliknya ini lebih berkonsep American style, dengan salah identitasnya adalah dengan penggunaan berbagai macam flavoured syrup ke dalam berbagai macam minuman kopi dan teh racikannya. Dan nampaknya, hingga sampai artikel ini dibuat, Roby's Coffee & Tea masih bertahan dan diminati para penggemarnya. Iya, bagi para cafe hunter atau penikmati kopi yang ingin suasana dan atmosfer yang lebih tenang jauh dari keramaian kota, dengan harga yang maish make sense, maka Roby's Coffee & Tea adalah jawabannya. Roby's buka dari pukul 10:00 pagi hari hingga pukul 3 dini hari. Mau ngopi pagi atau nongkrong sampe pagi? Silahkan..

Kedai kopi lokal yang belakangan hadir di akhir 2014, awal 2015 di kota Cirebon adalah "My Story" Cafe & Bistro. Bistro?? Iya, konsep bistro yang coba dihadirkan oleh My Story ini tentunya akan semakin meramaikan warna dari dunia kuliner di kota Cirebon, khususnya dunia per-cafe-an dan perkopian di kota Cirebon. Namun sampai saat artikel ini dibuat, penulis Cirebon Kuliner belum berkesempatan mengunjungi langsung My Story. Namun dari namanya, My Story bakal menwarkan suguhan kopi khas hasil brewing mesin espresso, dan dengan konsep bistro, My Story juga nampaknya bakal menghadirkan berbagai menu makanan yang - seharusnya - cukup elegan. Karena bistro - menurut sejarah latar belakanganya - adalah restoran kecil di kota Paris yang menghadirkan menu makanan dengan harga menengah, namun dengan penampilan yang tetap elegan layaknya makanan ala Perancis pada umumnya. Kita tunggu saja, sampai nanti penulis Cirebon Kuliner berkesempatan berkunjung dan membuat ulasannya. Atau... semoga, owner My Story Cafe & Bistro membaca artikel ini dan berbaik hati mengundang penulis Cirebon Kuliner untuk datang berkunjung ke cafe miliknya. Oiya, satu hal yang membuat penulis Cirebon Kuliner cukup salut adalah fakta bahwa My Story didirikan di lokasi yang bukan merupakan jantung kota Cirebon. Keberanian ini bisa menjadi contoh bagi para pebisnis lainnya, terlebih jika sampai My Story Cafe & Bistro menuai sukses dimasa depan.

Oke, sekarang mari bahas kedai-kedai kopi lokal berskala sederhana di kota Cirebon. Juragan Coffee hadir di kantin masjid At-Taqwa kota Cirebon, juga dengan konsep mobile dengan menggunakan mobil, dan biasa "mangkal" di pusat jajanan kakilima yang saat ini lagi ngetren, yaitu di kawasan depan ex-pabrik rokok BAT. Juragan hadir menyajikan minuman kopi dengan mesin espresso standar rumahan, namun tetap cukup untuk membuat kopi enak - sekali lagi, kopi adalah "pakaian" bagi para penikmatnya, enak/tidaknya, tergantung bagaimana style sang pemakai "pakaian" tersebut. Djenggo hadir di kawasan Brigjen Dharsono bypass, Lunaira hadir di kawasan jalan Yos Sudarso (Cangkol) kota Cirebon, sedangkan Rumah Kopi hadir di sekitaran lampu merah Drajad-Kesambi (Jabang Bayi). Mereka semuanya hadir dengan lebih membumi, lebih sederhana, lebih me-masyarakat.

Penulis Cirebon Kuliner yang masih awam soal kopi ini berpikir bahwa nikmatnya secangkir kopi tidak diukur dari murah atau mahalnya alat atau mesin yang digunakan untuk meracik minuman kopi itu. Bagi para penikmatinya yang lebih suka kopi sachet atau kopi instan, maka kopi instanlah yang paling nikmat, dan bisa jadi, minuman kopi "fancy" ala cafe yang dibuat dengan mesin espresso standar cafe, tidak senikmat kopi instan menurut mereka. Semuanya soal preferensi para penikmat kopi. Tidak ada salahnya menyukai kopi instan. Begitu juga yang lebih menyukai sesuatu yang mewah, sah-sah saja.

Secara singkat, penulis Cirebon Kuliner memperhatikan bahwa kehadiran coffee shops di kota Cirebon ini masih dinikmati tempatnya saja, belum kopinya. Mungkin karena sebagian besar masyarakat kota Cirebon sebagai konsumen kedai kopi masih tidak terlalu passionate dengan minuman kopi itu sendiri, dan berpikir kurang lebih "Masa bodoh dengan minuman kopinya seperti apa atau bagaimana, yang pentingnya tempatnya oke, nyaman, apalagi harganya terjangkau." Jadi, iya, sekali lagi, yang lebih dibeli masyarakat selaku pengunjung kedai kopi adalah tempatnya, belum membeli kopinya.


Iya, dari sisi konsumen coffee shop di kota Cirebon, mungkin hanya sekitar 10-15% saja yang memiliki wawasan lebih mengenai kopi, atau yang merupakan penikmat kopi, yang datang ke coffee shop di kota Cirebon yang bertujuan betul-betul murni untuk menikmati satu atau dua cangkir kopi favoritnya. Kebanyakan, masih "masa bodoh dengan kopinya." Dan beberapa konsumen lainnya datang ke coffee shop dengan tujuan yang berbeda-beda pula, ada yang bertemu relasi bisnis, ada yang hangout bersama kawan-kawan, ada yang mengerjakan pekerjaan kantor/kampus/sekolah, dan sekali lagi, masih sangat-sangat minim pengunjung yang datang untuk menikmati kopi dan menikmati ambience di kedai kopi itu. Persoalan ini, akan penulis Cirebon Kuliner bahas lebih dalam pada part 3, yaitu "TREN COFFEE SHOP DI CIREBON | PART 3: Para Konsumen Kedai Kopi di Cirebon."

Kesimpulan dari PART 2 ini adalah, dari segi bisnis, di awal 2015 "Baraja" Coffee dan "Lambada" Cafe & Resto masih menjadi pemimpin di dunia coffee shop di kota Cirebon sebagai "The Big Two". "Rockstar" Kopitiam sudah siap kembali mendapatkan golden age-nya. "Vanilla" Cafe & Boutique terus berjuang untuk menjadi salah satu coffee shop andalan kota Cirebon. "Roby's" Coffee & Tea dan "My Story" Cafe & Bistro siap membayangi kesuksesan "The Big Two."

Sampai jumpa di "TREN COFFEE SHOP DI CIREBON | PART 3: Para Konsumen Coffee Shop di Cirebon."

SEKALI LAGI, APABILA ADA DIANTARA PEMBACA ARTIKEL INI YANG MERASA MEMILIKI INFORMASI YANG PERLU DITAMBAHKAN KE DALAM ARTIKEL INI, ATAU APABILA ADA INFORMASI DALAM ARTIKEL INI YANG PERLU DILURUSKAN, DAN ADA DIANTARA PEMBACA YANG MERUPAKAN PIHAK YANG RELEVAN UNTUK MELURUSKANNYA, PENULIS MOHON UNTUK SEGERA MENGHUBUNGI PENULIS, AGAR KEKELIRUAN INFORMASI DALAM ARTIKEL INI DAPAT SEGERA DILURUSKAN.

TERIMAKASIH KEPADA SELURUH PIHAK YANG SUDAH MENJADI NARASUMBER UNTUK PENULISAN ARTIKEL INI. DAN MOHON MAAF ATAS SEGALA KEKURANGAN/KESALAHAN YANG ADA.

Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.