Coffee Toffee


Coffee Toffee adalah sebuah merk dagang untuk kedai kopi yang berasal asli dari Indonesia. Coffee Toffee berawal dari sebauh kedai kopi kecil di Surabaya, yang digagasi seorang asli dari Indonesia. Didirikan pertama kali tahun 2005, dan diperuntukan bagi kalangan sendiri, teman-teman, dan kerabat dekat saja oleh founder-nya.

Seiring berjalannya waktu, respon pasar ternyata cukup baik, dan kemudian Coffee Toffee juga semakin berkembang dengan bertambahnya dua kedai kopi lagi di tahun 2006. Satu elemen baik yang ada di Coffee Toffee adalah penggunaan kopi asli Indonesia. Hal ini memang sudah menjadi dasar pendirian Coffee Toffee oleh sang founder yang melihat ironi banyaknya brand besar kedai kopi asal luar negeri, padahal, Indonesia adalah salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia.

Dan kini, Coffee Toffee memiliki banyak kedai kopi di seluruh Indonesia, bahkan di beberapa negara luar Indonesia, membanggakan bukan, ada kedai kopi asli Indonesia dan menggunakan kopi Nusantara Indonesia pula!

Nah.. di kota Cirebon sendiri, Coffee Toffee ada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota Cirebon, Grage Mall. Dengan konsep kedai kopi sederhana namun tetap mengutamakan kenyamanan pengunjung, Coffee Toffee ini memang sangat menarik untuk dikunjungi, terutama bagi para penggemar kopi. Selain daya tarik dari minuman kopi itu sendiri, Coffee Toffee juga memiliki daya tarik dari konsep kedainya, sofa empuk yang tentu asyik dan cozy untuk nongkrong sembari ngopi dan bercengkrama bersama teman-teman atau kolega.



Irish Creame ala Coffee Toffee

Dari menu kopi yang ditawarkan, Coffee Toffee memiliki beragam pilihan minuman kopi yang menarik. Selain itu, Coffee Toffee juga menawarkan minuman teh sebagai alternatif bagi yang ingin menikmati teh dengan beragam variasi juga. Dari yang hot, sampai yang iced. Dari yang original sampai yang inovated. Tinggal pilih sesuai selera.

Soal kualitas dan kenikmatan dari minuman kopi racikan Coffee Toffee tentu tidak perlu diragukan lagi. Begitu juga dengan harga, Coffee Toffee tidak mematok harga yang tinggi, hanya di kisaran Rp 18.500,- hingga Rp 30.000,-an saja. Hal ini juga sekaligus membuktikan bahwa, kedai kopi tidak selalu harus mahal dan tidak harus menggunakan bahan baku kopi dari luar negeri, karena sekali lagi, Indonesia adalah salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia dengan kualitas yang tentunya juara.

Saat datang mengunjungi Coffee Toffee di Grage Mall kota Cirebon, penulis Cirebon Kuliner memesan satu gelas Irish Creame ala Coffee Toffee. Irish Creame adalah sebuah perpaduan  iced blended coffee dengan sensasi rasa Irish whiskey (non alkohol), menu ini juga merupakan salah satu recommeded menu dari Coffee Toffee. Segar sekali, sangat cocok dinikmati di siang atau sore hari di kota Cirebon yang panas.

Jadi, bagi anda pembaca Cirebon Kuliner yang gemar menikmati kopi sambil duduk santai dan berbincang-bincang bersama teman, relasi, keluarga, silahkan datang kunjungi dan coba berbagai hidangan minuman kopi racikan Coffee Toffee di Grage Mall, lantai dasar, di sekitaran Grage Pavilliun.

Sate Kalong


Ini dia, salah satu kuliner khas Cirebon yang unik dan sudah ada semenjak puluhan tahun yang lalu, Sate Kalong. Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang tahu apa arti kalong mungkin bertanya-tanya apakah Sate Kalong yang dimaksud adalah betul-betul sate yang terbuat dari daging kalong (kelelawar)?

Bukan, Sate Kalong khas Cirebon ini adalah sate yang menggunakan daging kerbau. Lalu mengapa dinamakan Sate Kalong? Itu lebih karena semenjak dahulu sate ini dijual di malam hari. Dari sini, munculah sebutan Sate Kalong, karena si penjual baru aktif di malam hari, layaknya kalong atau kelelawar.

Sate Kalong khas Cirebon menawarkan dua versi sate kerbau, yang bercita rasa manis, dan yang bercita rasa asin (dari dengkil). Oiya, Sate Kalong yang penulis Cirebon Kuliner bahas ini adalah Sate Kalong khas Cirebon yang biasa berjualan di jalan Winaon, jalan menuju Pasar Kanoman. Karena Sate Kalong yang inilah yang legendaris di kota Cirebon dan sudah ada semenjak puluhan tahun lalu dan masih eksis berjualan hingga saat ini diteruskan oleh generasi ketiga.


Satu porsi Sate Kalong dijual dengan harga Rp 18.000,- sebanyak 20 tusuk. Saat penulis Cirebon Kuliner berkunjung, penulis memesan 10 tusuk Sate Kalong manis dengan lontong. Rasa dari Sate Kalong versi manis ini tentu manis, dagingnya memang diolah dan disajikan dengan tusuk sate dengan penampilan yang tipis, pipih namun agak padat. Tidak terlalu mengenyangkan untuk santap malam hari bagi yang biasa makan dengan porsi agak besar.

Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang penasaran dan belum pernah mencoba, silahkan datang dan icip Sate Kalong khas Cirebon di jalan Winaon, di sekitaran Pasar Kanoman kota Cirebon. Biasa berjualan di malam hari dan perlu dicatat, jangan datang terlalu malam karena Sate Kalong khas Cirebon ini banyak penggemarnya dan cepat habis. Jadi, datang agak sorean sekitar pukul 19:00. Selamat mencicipi.

Daily Cafe


Penulis Cirebon Kuliner kembali membahas salah satu tempat makan yang berada di foodcourt Dermaga CSB Mall kota Cirebon, "Daily Cafe." Sebelumnya, penulis sudah beberapa kali membahas tenant yang ada di foodcourt Dermaga CSB Mall.

Daily Cafe menawarkan beberapa menu umum namun menarik, misalnya Ayam Saus Kecap, Iga Bakar, Steak, Cordon Bleu, Spaghetti, dan masih ada beberapa lagi. Semuanya dijual dengan harga yang wajar, antara Rp 20.000,- hingga Rp 30.000,-an.


Ayam Kecap ala Daily Cafe


Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi Ayam Kecap dengan satu porsi nasi, seharga Rp 22.000,-. Ayam Kecap ala "Daily Cafe" berpenampila cukup menarik dan menggugah selera. Aromanya juga lumayan enak. Dan rasanya, tergolong enak. Dengan harga Rp 22.000,- plus nasi, pengunjung sudah bisa menikmati makan berat di Mall besar dengan fasilitas lengkap. Harga yang relatif murah artinya.

Bagi pembaca Cirebon Kuliner yang pernah mengunjungi foodcourt Dermaga CSB Mall namun belum penah mengunjungi "Daily Cafe" mudah-mudahan artikel ulasan "Daily Cafe" ini dapat memberi informasi yang cukup bagi pembaca Cirebon Kuliner. Silahkan datang dan kunjungi "Daily Cafe" di foodcourt Dermaga CSB Mall kota Cirebon.

Restoran Seafood "Jumbo"


Seafood termasuk kuliner yang mempunyai banyak penggemar. Begitu juga di kota Cirebon yang memang terletak di pinggir laut, banyak masyarakat Cirebon yang gemar dengan kuliner seafood. Warung-warung penjual makanan olahan hasil laut pun banyak, dari mulai warung tenda kaki lima pinggir jalan sampai yang sudah berbentuk resto besar.

Restoran seafood yang sudah ada di kota Cirebon sangat lama dan masih bertahan hingga kini, dan semakin besar adalah Restoran Seafood "Jumbo" yang berlokasi di jalan Siliwangi, dekat PGC (Pusat Grosir Cirebon) atau dulu Pasar Pagi.

Tentu, bagi masyarakat kota Cirebon, sudah tidak asing lagi dengan Restoran Seafood "Jumbo" yang semakin mewah ini. Iya. dari dulu hingga kini, Restoran Seafood "Jumbo" telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Paling tidak, terlihat dari penampilan luarnya, dan juga yang pasti, dengan masih bertahannya hingga kini.




Ini membuktikan bahwa Restoran Seafood "Jumbo" memang memiliki kelas tersendiri dengan kualitas dari menu makanan yang ditawarkannya. Para konsumen Restoran Seafood "Jumbo" pun tentunya kalangan tertentu, termasuk warga asing yang tinggal di kota Cirebon.

Restoran Seafood "Jumbo" memiliki daya tampung yang besar, di atas 200 orang. Dan dengan pilihan menu yang beragam juga tentunya. Restoran Seafood "Jumbo" ini memang paling cocok untuk acara-acara makan besar bersama keluarga besar atau relasi. Bagi yang penasaran, silahkan datang dan kunjungi Restoran Seafood "Jumbo" di jalan Siliwangi kota Cirebon.





Mie Baso "Mekar Sari"


Di Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon ada satu penjual baso yang penulis Cirebon Kuliner perhatikan semakin merangkak sukses. Penjual ini dahulu berjualan dengan gerobak dorong khas penjual mie baso keliling, dan biasa mangkal di tempat pencucian sepeda motor di salah satu spot jalan Desa Setu Kulon yang tembus ke jalan Raya Plered-Sumber.

Saat berjualan masih menggunkan gerobak dorong, baso miliknya selalu laris digemari oleh masyarakat sekitar. Kini, penjual baso ini telah mendirikan sebuah warung kecil dan sederhana di tempatnya biasa mangkal, di salah satu rumah warga yang terdapat tempat pencucian motor. Dan warung baso sederhana ini diberi nama "Mekar Sari."

Mie Baso "Mekar Sari" memang tipe mie baso ala Solo yang sederhana dan bercita rasa khas yang banyak digemari masyarakat kita Indonesia. Berbeda dengan Mie Yamien (Bakmie), juga Mie Ayam, Mie Baso khas Solo biasanya disiram kuah langsung di mangkok berisi baso dengan mie kuning, atau bihun, atau bisa juga so'un, tergantung selera.





Mie baso ala 'kampung' semacam inilah yang dijual di warung Mie Baso "Mekar Sari." Hingga kini, Mie Baso "Mekar Sari" masih ramai dikunjungi para penggemarnya di kawasan Desa Setu Kulon Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.

Bukan tidak mungkin kalau Mie Baso "Mekar Sari" ini ke depannya akan semakin ramai dengan cerita masyarakat sekitar dari mulut ke mulut. Dan dengan semakin larisnya, bukan tidak mungkin juga jika warung Mie Baso "Mekar Sari" ini akan semakin besar dengan bangunan yang lebih permanen dan layak dengan lokasi yang lebih baik juga.

Bagi yang penasaran, silahkan coba Mie Baso "Mekar Sari" di Desa Setu Kulon, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, hanya beberapa puluh meter saja dari kantor TELKOM di jalan raya Plered-Sumber. Oiya, satu mangkok mie baso di warung Mie Baso "Mekar Sari" ini hanya Rp 7.000,- saja.


Pilus Kentang


Penulis Cirebon Kuliner ingin memperkenalkan satu penganan ringan khas dari Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, pilus kentang. Pilus kentang, sesuai namanya terbuat dari olahan kentang yang ditumbuk dan kemudian digoreng.

Dari penampilan dan cara pengolahan, sangat mirip dengan perkedel kentang. Hanya bedanya, pilus kentang tidak menggunakan banyak garam dan tidak memakai bumbu rempah-rempah. Karena pilus kentang disajikan manis.

Manis dengan cara santap dicocol-kan ke gula tepung. Pilus kentang biasanya selalu ada disaat-saat lebaran Idul Fitri, disajikan untuk para keluarga dan tetangga yang berkeliling rumah satu per satu untuk saling meminta maaf dan bersilaturahmi.

Dahulu, di daerah Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, masih relatif mudah menemukan penjual warungan yang menjajakan pilus kentang, namun kini nampaknya sudah semakin jarang. Padahal, cemilan ringan yang khas semacam ini layak sekali dilestarikan. Mudah-mudahan, di Desa Setu Wetan masih ada warga aslinya yang berniat membuat pilus kentang secara kontinyu sehingga pilus kentang dapat terus lestari.

"Pesta" Seafood


Kuliner seafood memiliki banyak penggemar. Dengan berbagai pilihan olahan hasil laut, seafood memang selalu menarik untuk diicipi. Setiap kota di Indonesia memiliki penjual seafood. Terlebih di Cirebon yang merupakan kota pinggir laut. Sebagian masyarakat kota Cirebon di wilayah tertentu berprofesi sebagai nelayan dengan hasil laut beraneka ragam.

Ini merupakan salah satu faktor pendukung yang membuat kota Cirebon memiliki banyak penjual seafood. Dan salah satu penjual seafood yang baru saja muncul di kota Cirebon adalah "Pesta Seafood yang membuka lapak di jalan DR Cipto, tepatnya di sebelah kiri jalan dari arah CSB Mall menuju lampu merah Drajat, setelah markas Polisi Militer.

Penulis Cirebon Kuliner perhatiakn, warung makan "Pesta" Seafood ini selalu ramai di jam makan malam, untuk itulah penulis Cirebon Kuliner menyempatkan diri untuk datang berkunjung dan mencicipi. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner melihat ada satu menu unik yang coba ditawarkan "Pesta" Seafood, yaitu Baby Lobster.




"Pesta" Seafood menjual menu makanan seafoodnya dengan sistem per ons. Dan saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi kakap putih dimasak saus tiram. Dengan satu porsi nasi dan satu es teh tawar, menu ini dijual dengan harga Rp 39.000,-. Harga yang relatif standar untuk makanan seafood.

Soal rasa, "Pesta" Seafood tergolong lumayan enak. Dengan rasa yang lumayan enak dan harga yang relatif murah, tentu "Pesta" Seafood layak dijadikan pilihan bagi masyarakat Cirebon yang ingin menikmati hidangan seafood dengan harga yang tejangkau dan pilihan menu yang beragam, dari mulai ikan kakap, kerapu, bawal, cumi, udang, sampai baby lobster. Silahkan datang kunjungi dan icipi "Pesta" Seafood di jalan Cipto nomor 84, samping Murray billiard.


WS Warung Sambal Suka-Suka Jln. Tuparev


Sebelumnya, penulis Cirebon Kuliner sudah mengulas tentang WS Warung Sambal Suka-Suka yang berlokasi di jalan Cipto, depan SMA Negeri 2 kota Cirebon. Dan kali ini, penulis kembali membahas WS Warung Sambal Suka-Suka yang pertama di Cirebon, berlokasi di jalan Tuparev.

Namun nampaknya, Warung Sambal Suka-Suka yang di jalan Cipto kurang ramai dan kini sudah tidak beroperasi lagi. Berbeda dengan Warung Sambal Suka-Suka yang berlokasi di jalan Tuparev yang nampaknya sudah lebih settled dan lebih ramai.

Warung Sambal Suka-Suka adalah warung makan tenda kaki lima asli dari Cirebon yang menyediakan beberapa macam makanan sederhana dengan berbagai pilihan sambal sebagai nilai jualnya. Iya, Warung Sambal Suka-Suka mengandalkan varian sambal kreasinya sebagai jurus andalan dan nilai jual terhadap para konsumennya.



Para pengunjung dapat memilih berbagai pilihan sambal, dari mulai sambal terasi, sambal bawang, sambal pete (petai), sambal tomat, dan masih banyak lagi. Sedangkan lauknya terbilang sederhana saja, ayam goreng, lele goreng, lalaban, dan beberapa pilihan sayur.

Selain itu, Warung Sambal Suka-Suka juga tidak mematok harga yang tinggi. Harga yang tergolong murah ini jugalah yang membuat Warung Sambal Suka-Suka kerap dijadikan pilihan bagi masyarakat Cirebon yang ingin menikmati kuliner di luar rumah, namun tetap sederhana, rumahan, dengan harga terjangkau.

Bagi masyarakat kota Cirebon yang belum tahu tentang Warung Sambal Suka-Suka, mudah-mudah artikel ulasan ini dapat memberi informasi yang cukup mengenai Warung Sambal Suka-Suka jalan Tuparev kota Cirebon. Silahkan datang dan kunjungi.

Nasi Kuning "Ibu Mar"


Bagi masyarakat kota Cirebon, mungkin sudah tidak asing dengan Nasi Kuning "Ibu Mar" yang biasa berjualan di pinggir jalan, tepatnya di kawasan jalan Kesambi, sebelah kanan jalan dari arah RS Gunung Jati, tepat sebelum rel kereta api. Yang sudah tahu, pasti setuju bahwa Nasi Kuning "Ibu Mar" selalu ramai penuh setiap malam.

Nasi Kuning "Ibu Mar" tidak menyediakan tempat makan yang mewah, tidak juga menyediakan menu makanan yang mewah, hanya nasi kuning dengan beberapa pilhan lauk pauk dari mulai ayam hingga telor. Namun, rasa rupanya adalah senjata andalan Nasi Kuning "Ibu Mar" dalam menarik para pelanggannya.

Penulis Cirebon Kuliner pun tidak perlu menulis terlalu banyak untuk menjelaskan bagaimana rasa dari nasi kuning di warung Nasi Kuning "Ibu Mar" ini. Karena semuanya sudah dapat dilihat dari banyaknya orang, pelanggan yang mengunjungi warung Nasi Kuning "Ibu Mar" untuk santap malam.

Dan keyakinan ini semakin paten ketika penulis Cirebon Kuliner datang berkunjung dan mencicipi nasi kuning di warung Nasi Kuning "Ibu Mar" ini. Penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi nasi kuning dengan lauk ayam kecap. Rasanya? Luar biasa, enak sekali!! Tidak heran, dan pantas, kalau warung Nasi Kuning "Ibu Mar" ini selalu penuh sesak dan ramai setiap malam.






Lalu apa lagi selain rasa yang menjadi jurus dari Nasi Kuning "Ibu Mar" dalam mengumpulkan pelanggan sehingga sedemikian ramainya? Harga tentunya. Iya, untuk yang dipesan penulis Cirebon Kuliner saja, yaitu satu porsi nasi kuning dengan lauk ayam, suwiran telor dadar, oreg tempe, dan sambal, serta 4 krupuk dan air teh hangat, hanya Rp 12.000,- saja! Enak, kenyang, apalagi yang dicari?

Memang, yang semacam Nasi Kuning "Ibu Mar" beginilah yang dicari oleh kebanyakan masyarakat kita. Menu sederhana, tidak neko-neko, enak, lezat, murah, dan masyarakat akan mengesampingkan nilai-nilai minusnya, seperti pinggir jalan, tidak ada tenda, dan lain-lainnya. Terbukti oleh warung Nasi Kuning "Ibu Mar" di jalan Kesambi, sebelum rel kereta. Silahkan datang dan buktikan sendiri, buka di malam hari.

Rival's Sandwich


Dunia kuliner di kota Cirebon semakin hari semakin maju. Kian hari, kian banyak pebisnis kuliner yang mulai membuka bisnis kuliner baru di kota Udang ini. Dari mulai pebisnis dengan budget seadanya, hingga pebisnis kelas atas. Salah satu kuliner baru di kota Cirebon adalah Rival's Sandwich.

Dari namanya, Rival's Sandwich jelas mencoba menawarkan masyarakat kota Cirebon dengan kuliner Western, sandwich. Rival's Sandwich mulai eksis di kota Cirebon semenjak awal bulan Juli 2013. Rival's Sandwich membuka lapak tenda kaki lima pinggir jalan di kawasan jalan Kembar. Tepatnya, di sebelah kanan jalan, hanya beberapa meter saja dari Stasiun Parujakan kota Cirebon.

Rival's Sandwich menawarkan beberapa menu, diantaranya, sandwich dengan banyak varian, dari mulai yang manis berisi isian coklat dan keju, hingga sandwich dengan isian smoked beef, sosis, dan keju. Rival's Sandwich juga menyediakan spaghetti dan kentang goreng atau french fries.







Soal harga, Rival's Sandwich tidak mematok harga yang tinggi. Sehingga, dengan harga yang terjangkau, dan rasa yang cukup enak, serta konsep tempat makan tenda kaki lima pinggir jalan, Rival's Sandwich paling cocok untuk anak muda yang mencari tempat tongkrongan dengan menu makanan yang tidak terlalu berat dan dengan harga yang ringan juga tentunya.

Jadi, bagi kawula muda Cirebon yang penasaran tentang Rival's Sandwich silahkan datang kunjungi dan icipi berbagai menu di Rival's Sandwich di jalan Kembar, sebelah kanan jalan sebelum Stasiun Kereta Api Parujakan kota Cirebon.

Gudeg Bu Hj. Amin


Nusantara Indonesia kita memang merupakan surga kuliner. Dari Sabang hingga Merauke memiliki kuliner khasnya masing-masing, dengan penampilan masing-masing dan juga tentu dengan cita rasa yang berbeda-beda pula. Salah satu yang populer di seluruh Indonesia adalah kuliner dari Yogyakarta, Gudeg.

Gudeg adalah kuliner dari Yogyakarta yang bercitarasa manis, dengan isian seperti opor ayam, krecek, telor, dan tentu, gudeg itu sendiri. Gudeg sendiri merupakan sayuran yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan.

Di kota Cirebon, penjual Gudeg khas Yogyakarta masih belum terlalu banyak, belum ada yang populer dan menonjol sekali. Salah satu warung makan yang menjual Gudeg komplit khas Yogyakarta adalah Gudeg Komplit Bu Hj. Amin yang biasa membuka lapak di jalan Cipto, depan Koramil.

Penulis Cirebon Kuliner pun menyempatkan diri untuk datang berkunjung dan mencicipi. Saat berkunjung, penulis Cirebon Kuliner memesan satu porsi nasi Gudeg komplit dengan opor ayam kampung, semuanya ini seharga Rp 23.000,-. Harga yang cukup murah untuk makanan komplit.




Soal rasa, cukup enak. Namun dari sisi kenyamanan, mungkin namanya juga warung tenda kaki lima di trotoar pinggir jalan, jangan harap menemukan kenyamanan seperti pada tempat makan dengan bangunan permanen, terlebih, di dalam Mall. Namun begitu, tempat makan kaki lima semacam ini selalu banyak dicari masyarakat Indonesia karena harganya yang terjangkau dan biasanya, karena porsinya yang selalu lebih banyak dibandingkan dengan porsi-porsi makan yang disajikan di tempat makan yang sudah berkonsep resto.

Jadi, bagi pembaca Cirebon Kuliner yang gemar menikmati Gudeg khas Yogyakarta, mudah-mudah artike ulasan ini dapat memberi informasi yang berguna mengenai penjual nasi Gudeg komplit khas Yogyakarta di kota Cirebon. Silahkan datang dan coba icipi Gudeg komplit di warung tenda Bu Hj. Amin di jalan Cipto seberang Koramil.

Terimakasih telah mengunjungi www.CirebonKuliner.com. Apabila berkenan, penulis CirebonKuliner.com berharap pembaca bersedia untuk menulis komentar yang positif atau kritik yang membangun, baik untuk kuliner/tempat makan yang diulas, ataupun juga untuk CirebonKuliner.com itu sendiri.